LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERTEMU KAKEK TUA BERAMBUT JANGGUT DAN ALIS PUTIH,


__ADS_3

Wu Song mengambil jarak lalu duduk bersila memainkan suling nya kedelapan wujud dirinya menyatu dengannya.


Serangan pedang yang beterbangan terarah ke dirinya tertahan oleh perisai yang tercipta dari suara suling nya.


Ke 7 Pendekar Thian San terus menambah tenaganya agar dapat menembus perisai pertahanan Wu Song.


Wu Song dengan santai memainkan irama suling yang membawa kegembiraan.


Tanpa ke 7 Pendekar Thian San sadari mereka mulai terpengaruh irama suling yang penuh kegembiraan dan kejenakaan.


Mereka mulai sedikit tersenyum tanpa mereka sadari, mereka mendapat instruksi dari pimpinan untuk menyatukan kekuatan 7 bintang Utara dan memberikan satu serangan tunggal yang mematikan.


Untuk menembus kekuatan pertahanan perisai Wu Song, Pedang tunggal berputar cepat seperti mata bor berusaha menembus pertahanan suara irama suling Wu Song.


Pedang perlahan-lahan maju mendekati Wu Song ketika pedang tinggal 5 centi dari leher Wu Song.


Wu Song menambah kekuatan tiupan suling nya sehingga pedang terpental menjauhinya.


Lalu ke 7 Pendekar Thian San terlihat terjatuh duduk lemas dan terus tertawa tidak berhenti.


Akhirnya karena kelelahan mereka bertujuh jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Wu Song pun mengakhiri irama sulingnya, dipinggir arena meski tidak mendapatkan serangan langsung.


Banyak yang tenaga dalam nya kurang kuat ikut terkapar lemas.


Kini Wu Song telah memenangkan 4 pertandingan berturut-turut dia masih harus mengalahkan satu penantang lagi, baru bisa lolos ke babak selanjutnya.


Wu Song duduk bersila sambil memegang suling di tangan kanan menunggu tantangan dari penantang berikutnya.


Tapi setelah Wu Song menunjukkan kedahsyatan ilmu yang di milikinya.


Tidak ada penantang yang berani maju, mereka kebanyakan berpikir lebih baik biarkan Wu Song lolos.


Setelah berganti penantang lain mereka baru mencoba maju mencari peruntungan.


Setelah menunggu selama 1/2 jam tidak ada penantang Wu Song dinyatakan lolos ke babak kedua.


Maka setelah Wu Song dinyatakan lolos arena pertandingan mulai ramai lagi dengan orang yang saling maju mengalahkan satu dengan lainnya.


Lu Fan ikut maju dengan mengandalkan 18 Tapak Penahluk Naga dan Xi Xing Ta Fa, tidak ada yang sanggup mencegahnya masuk ke babak kedua seperti Wu Song.

__ADS_1


Lu Fan yang wajahnya masih muda membuat banyak musuh yang meremehkan nya.


Sehingga dia berhasil mendapatkan 3 penantang dari pendekar kelas bawah.


Dia hanya menemui 2 penantang Pendekar kelas atas, satu berasal dari Shaolin dan satu lagi dari gurun Go Bi.


Tapi dengan keragaman ilmu silat dan tenaga saktinya yang luar biasa kuat ditambah keunikan setiap jurusnya.


Kedua musuh itu akhirnya menyerah, sebenarnya musuh dari Gurun Go Bi itu yang cukup merepotkan dan berat karena memiliki ilmu sihir mempengaruhi pikiran lawannya.


Tapi Lu Fan memiliki aura naga yang dapat menekan ilmu sihir musuh yang belum mencapai tahap kematangan.


Akhirnya Lu Fan pun lolos ke babak kedua seperti Wu Song.


Orang ketiga yang lolos ke babak ke tiga adalah pemuda tampan yang datang bersama gadis bercadar.


Karena semua Pendekar kelas atas telah maju dan kalah di tangan Wu Song dan Lu Fan.


Maka ketika Pemuda itu maju, tanpa menemukan musuh yang berarti Akhirnya ikut maju ke babak ke dua.


Setelah itu peserta lain meski menang 5 kali tapi karena dianggap tidak memiliki kualifikasi oleh panitia pembawa acara Lutung Tangan 8 mereka semua di anggap gugur.


Lutung tangan 8 kemudian mengumumkan 3 pemenang yang akan dia bawa menghadap Ketua Dunia Persilatan sebelumnya.


Tapi bagi yang tidak ingin menunggu mereka dipersilahkan meninggalkan Puncak Hua San secara tertib dan tidak membuat keributan.


Lutung tangan 8 kemudian mengantar ke tiga peserta yang lolos ke babak kedua ke sebuah


Pondok sunyi yang dibangun didekat sebuah tebing yang menjulang tinggi.


Tempat itu sangat tenang dan indah karena dipenuhi berbagai jenis bunga dan pohon-pohon rindang.


Di sana juga terdapat sebuah air terjun yang memiliki 7 pancuran berair sangat jernih.


Pondok itu sangat sepi dan sunyi, seakan-akan tidak memiliki penghuni.


Lutung Tangan 8 berdiri didepan Gubuk dan memanggil sebanyak 3 kali baru pintu utama gubuk terbuka.


Tapi tidak terlihat ada orang yang membuka nya, pintu seperti terbuka dengan sendirinya.


Lutung Tangan 8 kemudian memanggil ketiga orang itu maju mencabut undian yang mendapatkan undian paling pendek dia adalah orang yang paling terakhir memasuki pondok.

__ADS_1


Orang yang mencabut undian dan mendapatkan undian paling panjang adalah orang yang paling pertama masuk kepondok.


Setelah memberikan penjelasan Lutung Tangan 8 mempersilahkan mereka masing-masing maju mencabut undian.


Wu Song maju paling pertama mencabut undian tersebut.


Disusul oleh Lu Fan dan ditutup oleh pemuda bernama Si Ma Yan.


Ternyata Wu Song mendapatkan undian paling pendek dan undian paling panjang berada ditangan Si Ma Yan.


Maka diapun di persilahkan memasuki pondok.


Si Ma Yan berjalan kedalam pondok Wu Song dan Lu Fan hanya bisa menunggu di depan.


Hampir seharian Si Ma Yan berada di dalam pondok, Akhirnya dia keluar dengan rambut terurai kusut berantakan dan wajah se pucat kertas.


Dan berjalan lesu meninggalkan pondok dengan kepala tertunduk.


Wu Song dan Lu Fan hanya saling pandang mereka juga tidak mengerti apa yang terjadi dengan Si Ma Yan sehingga bisa berubah menjadi seperti itu.


Meski hari sudah malam tapi Lu Fan tetap dipersilahkan masuk dan Wu Song untuk menghilangkan suntuk dia duduk bersila menyerap hawa murni merubahnya menjadi tenaga sakti.


Ketika matahari terbit pintu Pondok baru terbuka, terlihat Lu Fan berjalan keluar seperti kehabisan tenaga .


Wu Song mendekati nya dan menanyakan kondisinya Lu Fan hanya tersenyum sambil menepuk-nepuk bahu Wu Song menyuruhnya masuk.


Wu Song pun melangkah masuk kedalam pondok dia memperhatikan pondok sederhana itu tidak ada apa-apa di dalamnya.


Hanya terlihat seorang pria tua dengan rambut dan jenggot serta alis berwarna putih panjang.


Duduk disebuah dipan dan sedang tersenyum ramah kearahnya.


Didepan kakek itu terdapat sebuah papan catur Wei Qi ( Papan Catur Biji Hitam Dan Putih )


Sambil tersenyum Kakek berambut jenggot dan alis putih itu berkata,


"Anak muda duduklah didepan ku.."


"Mari kita bermain catur, bila kamu menang kamu bisa dapat kan hadiah utamanya."


"Bila kamu kalah pun aku akan memberikan mu hadiah kenang-kenangan sesuai dengan bakat dan ambisi mu."

__ADS_1


"Seperti pemuda pertama dia mendapat kan hadiah kitab perang dan pemuda kedua dia mendapatkan hadiah kitab ilmu silat."


"Meskipun mereka berdua gagal memenangkan permainan catur ini, aku tetap memberikan mereka berdua hadiah kenang-kenangan karena sudah bisa sampai di tempat ini."


__ADS_2