
Lu Sun tersenyum lembut dan berkata,
"Apa kamu tahu apa yang paling di suka dan apa yang dia paling tidak suka ?"
Sonia mengerutkan alisnya dia sedikit terkejut dengan pertanyaan Wu Song, dia selama ini hanya mengagumi Lu Fan.
Dia memperhatikan selama mereka bersama Lu Fan tidak terlalu cerewet dan sepertinya tidak ada hal yang dia tidak suka.
Lu Fan sendiri seperti agak menjaga jarak darinya, jadi dia selama ini tidak sempat dan tidak kepikiran menanyakan hal mendasar ini ke Lu Fan.
Kini begitu ditanya oleh Wu Song dia baru sadar, tapi dia menjadi gelagapan tidak bisa menjawab.
Untuk menutupi rasa malunya, dia pun berpura-pura ketus dan bertanya kembali
"apa itu penting ..?"
Wu Song tersenyum dia tahu, Sonia mulai terkena jebakannya dan mulai tertarik ingin tahu.
Tapi demi gengsi, gadis ini pura-pura jual mahal, seakan-akan tidak perduli dan menganggapnya tidak penting.
"Sonia percintaan dan Medan perang hampir tidak ada bedanya."
"Contohnya di Medan perang aku menargetkan kota Xu Chang untuk ku tahlukkan, tentu untuk itu aku harus cari informasi yang detil tentang kota tersebut.."
"Baru membuat rencana menahlukkan nya, terakhir menjalankan berbagai rencana dan memperhitungkan berbagai hal yang mungkin muncul menjadi penghalang dalam pelaksanaan rencana yang ku persiapkan."
"Dan memikirkan bagaimana cara menyelesaikan semua nya dengan baik."
"Kamu mengerti kan maksud ku ?"
tanya Wu Song sambil melihat Sonia.
Sonia menatap Wu Song dan berkata,
"Kenapa harus begitu rumit, suka ya dekati nyatakan dan berusaha mendapatkannya, tidak perlu banyak teori seperti itu."
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Bila seperti itu, kamu hanya akan mengalami dua kemungkinan."
"Pertama cinta mu akan ditolak mentah-mentah."
"Kedua cinta mu akan di terima kalian akan hidup bersama, tapi di tengah jalan kalian baru sama-sama menyadari kalian tidak cocok."
"Berbagai upaya kalian lakukan untuk saling mengalah dan saling mengerti hingga puncaknya kalian terpaksa berpisah."
"Dengan alasan kalian tidak ada kecocokan lagi, terlalu banyak perbedaan di antar kalian."
"Apa akhir seperti itu yang kamu harapkan ?"
tanya Wu Song balik sambil menatap Sonia.
__ADS_1
"Tentu tidak..!"
jawab Sonia cepat.
Tapi dia mulai terlihat ragu dan memikirkan kata-kata Wu Song.
Wu Song berdiri kemudian berjalan meninggalkan nya seorang diri duduk berpikir dengan tenang.
Wu Song mencari tempat duduk lain yang santai sesekali memperhatikan Sonia, agar dia tidak mengambil tindakan nekad.
Seperti bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, mengancamnya agar mengembalikan Lu Fan untuknya.
Wu Song cukup berpengalaman dalam hal ini, karena dia pernah menghadapi hal yang sama ketika bersama Se Se istri keduanya yang pantang menyerah dan nekad.
Meski dalam kasus dirinya, dia bingung menghadapi nya dan sulit mengambil keputusan.
Tapi kini dia sebagai pihak ketiga pihak pengamat dan penilai.
Hal ini menjadi jauh lebih mudah karena dia sudah pernah mengalaminya.
Wu Song tidak mau Lu Fan tersesat seperti dirinya.
Di mana dia hanya menyakiti perasaan Lu Ping yang sangat di cintai nya.
Selain itu dia juga tidak bisa memberikan kebahagiaan yang diinginkan oleh Se Se.
Karena di hatinya yang di cintai selamanya cuma Lu Ping dan Ceng Ceng, terhadap Se Se dia hanya memiliki perasaan bersalah dan rasa harus bertanggung jawab.
Yang dia lakukan bersama Se Se semata-mata hanya dorongan nafsu saja, bukan cinta.
Bila dia tidak berusaha itu akan sangat tidak adil, dan sangat jahat terhadap Se Se yang mencintai nya dengan tulus.
Tanpa sadar Wu Song malah larut dalam lamunan dengan masalah dirinya sendiri.
Tiba-tiba muncul bayangan wajah Shi Ma Ling di hadapannya, Kemudian berganti menjadi Shi Ma Sian gadis tercantik dan paling menarik diantara semua gadis yang pernah ditemuinya.
Wu Song buru-buru menggelengkan kepalanya dan memaki dirinya sendiri,
"Wu Song...Wu Song... ada apa dengan otak mu ini, istri sudah 2 anakpun sudah dua, belum sempat kamu urus temui dan temani."
"Kini kamu malah berani bermain api memikirkan gadis lain."
"Dasar tua Bangka tidak tahu diri, sudah lupakan dia, jangan mengusiknya, jangan merusak pikiran dan perasaan gadis muda itu."
"Kamu hanya akan menimbulkan luka bagi perasaannya di masa depan.."
"Apa kamu mau kembali mau mengulangi kasus Utari ?"
gumam Wu Song sendiri.
Wu Song yang terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, baru menyadari, ternyata Sonia kini sedang duduk di hadapannya dan bertanya,
__ADS_1
"Kak Wu Song kamu kenapa, bukannya seharusnya aku yang melamun dan berpikir.?"
"Tapi kulihat kini kamu malah ikut melamun."
Wu Song tersenyum canggung dan berkata,
"Hidup di dunia selama belum bisa lepas dari belenggu satu kata itu, selamanya tidak akan pernah selesai masalah yang akan terus membebani pikiran kita."
Sonia tertawa dan berkata,
"Ku pikir sebagai Pendekar Suling Hitam yang terkenal sakti dan bijak laksana dewa seperti cerita Lu Fan selama ini, tidak akan terganggu dengan masalah cinta dunia fana."
"Ternyata sama saja, hi..hi..hi..!"
ucap Sonia sambil tertawa menutupi mulutnya yang memiliki gigi yang sangat rapi kecil-kecil putih bersih.
Mirip mutiara kecil yang berderet di dalam mulutnya.
Wu Song tersenyum pahit dan berkata,
"Kamu benar dalam satu hal ini, aku memang belum bisa melepaskan sepenuhnya."
"Kamu sendiri bagaimana ? apakah kini sudah menyadari perasaan mu terhadap Lu Fan.?"
Sonia menggelengkan kepalanya dengan wajah sedikit sedih dia bertanya,
"Kakak Song bisakah kamu memberitahukan kepada ku, apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh Lu Fan."
Wu Song termenung sejenak seperti sedang mengenang tentang Lu Fan dari masa kecil hingga sekarang.
Sesaat kemudian dia baru berkata,
"Yang paling Lu Fan sukai selain ilmu silat, adalah Lin Lin istrinya."
Wu Song diam sesaat mengamati ekspresi Sonia sejenak setelah mendengar ucapannya barusan.
Kemudian baru kembali melanjutkan berkata,
"Yang paling Lu Fan tidak suka adalah ada yang menyakiti perasaan Istrinya Lin Lin."
"Dalam hal ini termasuk dirinya sendiri, dia akan membenci dirinya bila tidak bisa memberikan kebahagiaan dan tidak bisa menyenangkan hati istrinya."
"Itulah Lu Fan.. Sekarang kamu mengerti kan, kenapa Lu Fan selalu menolak dan menghindari mu."
Sonia sambil termenung dengan wajah sedih berkata,
"Dia takut tergoda dengan ku, yang nantinya akan melukai dan menyakiti perasaan Lin Lin."
"Bila itu terjadi, dia seumur hidup tidak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri."
"Bukan begitu, kak Wu Song..?"
__ADS_1
tanya Sonia sambil menghela nafas kecewa.
Wu Song mengangguk.