LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
ROMBONGAN DARI PERSIA


__ADS_3

Lu Sun memanggil Jin Tou Yun kemudian dia membawa Xue Yen melesat keatas, melakukan pemeriksaan terhadap keadaan disekitar lembah batu alam.


Akhirnya mereka melihat di tempat yang sedikit jauh dari lembah batu alam, terlihat sekelompok perkemahan besar Pasukan Naga Hitam.


Lu Sun dan Xue Yen pun bergerak kesana melakukan pemeriksaan, hasilnya sungguh membuat Lu Sun terkejut.


Sebagian dari Pasukan Naga Hitam terlihat letih dan mengalami luka-luka yang cukup serius.


Melihat kedatangan Lu Sun dan Xue Yen mereka sangat terkejut dan gembira ingin berdiri memberi hormat.


Tapi Lu Sun menahannya dan berkata,


"Jangan banyak peradatan, rawat baik-baik luka kalian.."


Lalu Lu Sun bergerak menuju kemah utama, melihat kondisi ke 7 saudaranya.


Melihat kondisi ke 7 saudaranya masih lengkap dan baik-baik saja, Lu Sun pun bisa bernapas lega.


"Apa yang terjadi sebenarnya ?"


tanya Lu Sun penasaran.


Sui San yang angkat bicara,


"Semua sungguh di luar prediksi, Jendral."


"Musuh jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan kita."


"Yang lebih memusingkan kepala adalah musuh ternyata di pimpin oleh seorang Panglima muda yang sangat berbakat dan cerdik."


"pancingan kita yang di lakukan berulang kali, sama sekali tidak bisa menjebaknya."


"Pasukan Goguryeo itu juga sangat terlatih dan selalu berada dalam barisan formasi yang teratur dan rapi di bawah arahan Panglima muda itu."


"Bukannya dia yang terjebak, malah kita yang terjebak oleh jebakan kemah kosong."


"Jendral pasti sudah melihat mayat-mayat teman kita yang gugur di luar lembah."


"Itu adalah hasil dari kemah kosong yang dia berikan untuk menjebak kami."


"Untungnya kita berhasil menerobos kepungan, Raja dan Putri Goguryeo yang melihat kondisi kita langsung melakukan pengejaran."


"Baru kita bisa menjebak panglima muda itu bersama Pasukannya di dalam formasi batu alam."


"Dan menghancurkan mereka semua, tapi di detik terakhir Panglima itu masih berhasil menyelamatkan nyawa raja dan putrinya, meski sebagai bayaran nya dia ikut gugur bersama seluruh pasukannya."


"Dia benar Panglima muda yang patut dihormati dan diacungi jempol, "


ucap Sui San penuh kagum.


Yang lain pun menganggukkan kepalanya menyetujui nya.

__ADS_1


Paman Hao mengangkat bicara,


"Aku hidup sampai setua ini, selain Jendral anda sendiri, Cu ke liang, mungkin pemuda inilah yang patut di sandingkan dengan kalian."


"Bila bukan karena raja dan putrinya termakan jebakan, mungkin sampai saat ini belum ada kejelasan pertempuran kita."


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Mendengar cerita kalian aku pun turut kagum dengan bakat militernya yang luar biasa."


"Sayang nya bakat yang cemerlang di usia muda terkadang sulit berumur panjang."


"Aku sendiripun bila tidak ditolong guru Wu Kung tentu sudah binasa oleh strategi Zuge Liang.."


"Ya, itu karena kegenitan mu dengan sundal botak itu..!"


ucap Xue Yen sewot penuh cemburu.


"Ha..ha..ha..ha..!"


Semua yang hadir di sana pun tertawa mendengarnya.


Lu Sun cepat merangkul Xue Yen dan berkata,


"Itu kan masa lalu, cinta ku kini kan hanya untuk mu.."


"Siapa yang percaya ? gombal.."


Lu Sun dan Xue Yen terpaksa menunda pergerakan mereka, sambil menunggu pulihnya kondisi Pasukan Naga Hitam.


Di tempat lain setelah Lu Sun dan Xue Yen pergi meninggalkan arena pertempuran.


Muncul seorang kakek berbaju dan berjenggot putih melayang diatas sungai kuning perlahan-lahan menuju tempat arena pertempuran.


Sampai di sana dia mendarat di samping Juseon dan berkata,


"Pemuda berbakat sayang bila harus seperti ini, kemudian kakek itu menyentuh kaki Juseon dengan alis berkerut dan bergumam,


"Sungguh keji ilmu ini.."


Dia lalu mengulurkan kedua tangannya kearah tubuh Juseon, dari kedua tangannya keluar benang putih tipis yang terus menyelimuti seluruh tubuh Juseon hingga Juseon tidak terlihat lagi.


Berubah menjadi sebuah gulungan benang yang tebal mirip kepompong.


Setelah itu kakek itu mengibaskan tangannya, Juseon pun menghilang dari tempat tersebut masuk kedalam lengan bajunya.


Lalu kakek itu juga melakukan hal yang sama seperti yang di lakukannya kepada Juseon tadi.


Tapi kini dia arahkan ke 4 mahluk dewa yang sudah ditewaskan oleh Naga Hitam.


Dia juga menyimpan mereka kedalam gulungan bajunya, kemudian melayang pergi.

__ADS_1


meninggalkan tempat tersebut, sambil bergumam,


"49Hari lagi kalian akan terlahir kembali, sebagai kehidupan baru.."


Sambil terbang diudara kakek itu terlihat sedang berhitung dengan jarinya, kedua alis putih nya yang panjang bergoyang-goyang tertiup angin.


Tak lama kemudian dia terlihat muncul di tumpukan reruntuhan batu gunung alami, dengan sekali kibas reruntuhan batu alami terangkat dan dipindahkan ketempat lain.


Terlihat tubuh Lee Yong dan seluruh pasukannya yang mati dengan kondisi sangat mengenaskan.


Sekujur tubuh Lee Yong hangus tulangnya di beberapa bagian mencuat keluar dari dagingnya yang hangus.


Wajahnya yang dulu sangat tampan kini hangus terbakar sebagian, tak berdaging lagi,


terlihat tengkorak tulang putihnya dan sebagian giginya yang menonjol keluar.


rambutnya terbakar habis tak bersisa, sepasang matanya terpejam dengan bibir menyunggingkan senyum seperti sedang tidur.


Sambil menggelengkan kepalanya Kakek tua itu berkata,


"Pemuda baik hati, kamu pernah melepas budi pada si tua ini, si tua ini selama nya tidak akan pernah lupa."


"Hari ini meski harus mengorbankan nyawa dewa tua ini, aku juga pasti akan berusaha membuat mu hidup kembali."


"Anggap saja ini sebagai balas Budi ku.."


Kakek itu kembali menggunakan benang putih halus ditangannya menggulung tubuh Lee Yong menjadi sebuah ke pompong memasukkan nya kedalam gulungan bajunya.


Kemudian dalam sekejap mata dia sudah menghilang ditempat yang sangat jauh menuju laut timur.


Lu Fan dalam sekejap mata sudah tiba di Bei Hai, dengan tanpa beban dia langsung menuju ke sebuah restoran yang paling besar di kota tersebut.


Dia masuk kedalam restoran yang sangat ramai dan padat pengunjungnya.


Dia memesan berbagai macam masakan kesukaan nya dan beberapa botol anggur kepada pelayan yang menghampiri meja nya.


Lu Fan mengedarkan pandangannya melihat sekelilingnya, memperhatikan tamu-tamu restoran yang sebagian besar adalah orang asing.


Bahkan restoran ini pun milik bangsa asing, hanya saja pengurusannya dia serahkan kepada penduduk lokal kepercayaannya.


Ketika Lu Fan sedang melihat-lihat sambil menunggu makanan pesanannya datang.


Dia melihat sekelompok pria berhidung bengkok yang dari pakaiannya dapat di kenali mereka adalah orang Persia.


Mereka terdiri dari 9 lelaki dan 3 orang wanita.


Ketiga wanita berpakaian putih polos yang panjang sampai menutupi seluruh kaki mereka.


Tangan mereka mengenakan sepasang sarung tangan yang mengeluarkan cahaya berkilauan.


Gadis pertama yang berdiri paling depan mengerutkan sepasang alisnya yang indah hitam tebal dan lentik.

__ADS_1


Saat melihat Lu Fan sedang menatap kearahnya sambil tersenyum nakal.


__ADS_2