LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEDATANGAN WU SONG,


__ADS_3

Bun Houw yang sedang marah meski hatinya sedikit terkejut melihat perubahan yang terjadi pada Lu Fan.


Tapi dia tetap mengerahkan seluruh tenaga nya, menggabungkan kekuatan. Im Yang Sen Kung di padu kecepatan Wu Ying 72 Pian Pu dan jurus serangan energi' Pedang menembus hati.


Tubuh Bun Houw yang diselimuti cahaya merah biru membentuk seberkas cahaya seperti meteor jatuh dari langit.


Melesat secepat kilat menerjang kearah Lu Sun.


Zhou Wei juga tidak mau kalah dari Bun Houw, dia yang sedang berduka sedih dan marah langsung mengerahkan, jurus pedang Penahluk Iblis lv10.


Jurus pamungkas dari 10 jurus miliknya, yang tidak pernah dia gunakan sejak tercipta.


Awan hitam bergulung-gulung menutupi langit, hujan es mulai turun, seberkas cahaya biru turun dari langit memasuki tubuh Zhou Wei.


Tanah juga mengalami retakan yang dalam, muncul cahaya kuning kemerahan dari dalam tanah melesat keatas.


Memasuki tubuh Zhou Wei, cahaya biru merah kuning kini bergabung jadi satu di seluruh tubuh Zhou Wei.


Urat diseluruh tubuh Zhou Wei sampai menonjol keluar akibat tenaga berlebihan.


Yang melebihi kapasitas tubuhnya, terus menyeruak masuk kedalam tubuhnya, Zhou Wei menyalurkan semua energi tersebut ke pedang miliknya.


Lalu dia mengayunkan pedangnya yang di penuhi energi kekuatan alam, dari bawah keatas.


Membentuk suatu cahaya berbentuk bulan sabit raksasa yang berwarna merah kuning dan biru yang secepat kilat melesat kearah Lu Fan.


Sedangkan Shi Ma Ong mengerahkan jurus baru yang dia curi dari Shaolin, tubuhnya melesat keatas di Bayangi oleh Sosok Sang Buddha bercahaya emas, dengan sebelah tangan lurus keatas sebelah tangan membentuk mudra di dada.


Lu Fan juga tidak tinggal diam, dia yang melayang di udara, juga merapal jurus kedua, tebasan pemusnah Bodhisatva.


Seberkas sinar merah kebiruan melesat, keluar dari Senjata Legendaris nya.


Membentuk cahaya setengah lingkaran, mirip bulan sabit.


Melesat kebawah menyambut serangan dari ketiga orang lawannya.


Saat serangan Lu Fan hampir berbenturan dengan Ketiga orang, yang sedang melesat keatas menyerang nya.


Bun Houw tiba-tiba menghilang tidak membentur energi tebasan Lu Fan, dia muncul secara mendadak di depan Lu Fan.


Dengan jarinya yang di penuhi cahaya biru kemerahan menusuk kearah dada kiri Lu Fan.


Lu Fan hanya tersenyum mengejek menanggapi kemunculan Bun Houw yang langsung menusuk dadanya.

__ADS_1


Jari Bun Houw amblas kedalam dada Lu Fan, tapi tidak bisa tebus sampai ke punggung Lu Fan.


Malah lengan dan jarinya terkunci disana, Lu Fan yang sebenarnya bisa balas menusuk Bun Houw dengan senjata legendaris nya.


Hingga Bun Houw musnah menjadi debu, dia tidak melakukannya, dia malah menggunakan ujung tombak bagian belakang menotok Dan Tian Bun Houw hingga hancur.


Di barengi dengan sebuah tendangan yang terarah persis ke bagian bawah perut Bun Houw.


Hingga Bun Houw meraung kesakitan dan terlempar ke bawah dalam kondisi mengenaskan.


Sedangkan Shi Ma Ong dan Zhou Wei terlempar kebawah membentur tanah dengan pakaian compang-camping.


terlentang di atas tanah tidak bisa menggerakkan anggota tubuh mereka, hanya terus menyemburkan darah segar dari mulut mereka.


Lu Fan yang melihat kondisi mereka bertiga sambil tersenyum sadis, dia kembali mengerahkan jurus ketiga tebasan pemusnah Buddha, kearah semua orang yang ada di area itu kecuali Bun Houw.


Wen Pu kini berdiri di depan Shi Ma Ong dan Zhou Wei mengerahkan ratusan roda yang berputar-putar disekitar tubuhnya.


Siap menerima serangan ganas yang akan di lepaskan oleh Lu Fan.


Sedangkan seluruh pasukan Rajawali Merah, yang berjumlah hampir mencapai 100.000 personil.


Sebagian mengangkat perisai sambil menggunakan Im yang Sen Kung yang mereka pelajari, untuk melindungi diri mereka masing-masing.


Sebelum Lu Fan melepaskan tebasan ke tiga nya, terdengar alunan suara suling yang membuat waktu seakan-akan berhenti ditempat.


Tidak ada yang bisa bergerak, termasuk Lu Fan yang kini terdiam melayang di udara.


Perlahan-lahan muncul sesosok manusia yang mengeluarkan cahaya lembut keemasan, turun dari langit sambil menempelkan sebatang suling hitam di bibirnya.


Yang mengeluarkan suara yang sangat memilukan membuat semua yang ada di sana.


Tanpa mereka sadari meneteskan air mata.


Kehilangan semangat tempur mereka, semua berdiri mematung seperti terhipnotis.


Sosok tersebut adalah Wu Song yang datang sedikit terlambat untuk mencegah Lu Fan berbuat brutal.


Wu Song menyalurkan kekuatan Kekekalan Semesta kedalam irama suling nya, makanya pengaruh yang di hasilkan sangat dahsyat.


Bahkan Lu Fan yang sakti pun ikut terhipnotis, oleh irama sulingnya.


Lu Fan tiba-tiba melihat kemunculan Yao Su di hadapannya, yang menatap kecewa kearahnya dan berkata,

__ADS_1


"Fan er, kamu sungguh mengecewakan aku."


"Melihat kamu yang seperti ini, aku jadi menyesal telah menitipkan Lin Lin pada mu."


"Balas membalas adalah tindakan yang tiada awal dan akhir, bertobatlah, sadarlah Fan er.."


ucap Yao Su menatap Lu Fan dengan kecewa dan sedih.


Lu Fan dengan berlinang airmata menjatuhkan diri berlutut didepan Yao Su sambil melayang.


Perlahan-lahan rambut Lu Fan mulai hitam kembali, sepasang tanduknya lenyap, matanya kembali normal, taringnya juga hilang, warna kulit yang kehijauan bersisik kini kembali normal.


Yao Su maju mendekati Lu Fan menyentuh dan membelai kepala Lu Fan dengan lembut dan berkata,


"Sekarang aku bisa pergi dengan tenang, ada pertemuan tentu ada perpisahan semua adalah normal."


"Jangan terlalu bersedih, jaga Lin Lin jaga dirimu baik-baik, ayah pergi dulu."


Kemudian Yao Su sambil tersenyum bahagia, mulai dari bagian kakinya berubah menjadi butiran cahaya berwarna-warni perlahan-lahan menghilang keatas langit.


Sampai akhirnya seluruh tubuhnya hilang berubah menjadi butiran cahaya berwarna-warni, yang terbang di angkasa, dan akhirnya menghilang di atas langit.


Lu Fan masih berlutut dengan dengan kepala tertunduk dan menangis tersedu-sedu melepaskan kepedihan hatinya.


Tanpa dia sadari Wu Song telah berdiri di sampingnya, menyentuh pelan tengkuk Lu Fan.


Lu Fan pun terkulai lemas tidak sadarkan diri, Wu Song cepat menyambarnya, dan memikul tubuh Lu Fan yang tinggi besar di pundaknya.


Kemudian Wu Song melayang turun berdiri di hadapan Bun Houw dan berkata,


"Bertobatlah, jaga diri mu baik-baik."


"Jangan lagi meneruskan lagi jalan yang salah, sadarlah."


"Bila masih tetap keras kepala dan tidak berubah, pertemuan berikutnya tentu tidak akan seberuntung ini lagi."


Bun Houw terdiam menatap Wu Song, terbaring lemah di atas tanah.


Wu Song mengeluarkan sebuah botol porselen dari cincin penyimpanan nya, kemudian menuang keluar sebutir pil berwarna putih.


Lalu Wu Song menyesalkan sebutir pil nirwana ke mulut Bun Houw.


Setelah itu Wu Song yang memanggul tubuh Lu Fan pun menghilang dari hadapan Bun Houw.

__ADS_1


__ADS_2