LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENOLONG SONIA


__ADS_3

Lu Fan membawa Sonia kesebuah kuil kosong,


kemudian membantu Sonia duduk bersila, Lu Fan menggunakan Tenaga saktinya membantu pil nirwana mengobati luka dalam yang diterima oleh Sonia untuk kedua kalinya.


Kondisi saat ini lebih parah dari sebelumnya, kini nafasnya hampir hilang, detak nadi nya pun sudah sangat pelan.


Tapi Lu Fan tetap berusaha sebisa mungkin memberikan pertolongan.


Perlahan-lahan Sonia mulai pulih, nafasnya mulai kembali teratur, melihat wajahnya sudah tidak pucat lagi.


Lu Fan menghentikan aliran tenaga saktinya, kemudian dia membaringkan Sonia untuk tidur.


Melihat kondisi pakaian Sonia, Lu Fan menarik kain korden di kuil itu, dia gunakan untuk menutupi tubuh Sonia secara alakadarnya.


Lu Fan sendiri duduk bermeditasi memulihkan Kekuatan nya yang cukup banyak terbuang saat melawan Pei Feng.


Yang memiliki kesaktian luar biasa dan bisa menandinginya.


Tidak tahu berapa lama Lu Fan telah bermeditasi di sana.


Yang jelas saat dia membuka matanya, dia melihat Sonia sedang menggelayut manja dalam pangkuannya.


Sonia kini sudah merubah kain korden menjadi sebuah pakaian sederhana membalut tubuhnya yang tadinya terbuka.


Dengan lembut Lu Fan menjauhkan Sonia dan berkata,


"Nona kelihatannya anda sudah pulih syukurlah."


"Maaf pertempuran ku dengan pria itu tanpa sengaja malah melukai mu.'


Sonia menggelengkan kepalanya dengan sikap manja berkata,


"Tidak apa-apa biar mati, asal bisa berada dalam pelukan mu aku rela."


"Uhuk..uhuk...uhuk...!"


Lu Fan tersedak air ludahnya sendiri dan terbatuk-batuk dengan wajah merah padam.


Sonia maju mendekati Lu Fan dengan lembut memijit dan menepuk-nepuk punggung Lu Fan.


Sambil berkata,


"Heran sudah sebesar ini, masih bisa tersedak ?"


"padahal tidak sedang makan dan minum."


Meski mulutnya mengomel tapi tangannya tetap dengan lembut dan penuh kasih sayang memijit-mijit punggung Lu Fan.


Lu Fan memaki-maki gadis itu dalam hati, justru karena ulah mu aku tersedak, kalau bukan karena ucapan mu itu mana mungkin aku tersedak.


Tapi tentu Lu Fan tidak berani mengucapkannya, bila di ucapkan itu akan sangat melukai perasaan Sonia.


"Makasih nona aku sudah jauh lebih baik sekarang."


ucap Lu Fan menggeser posisi duduknya menjauhi Sonia.


Sonia menyadari sikap Lu Fan, dia hanya menghela nafas kecewa.


tapi dia tidak berusaha mengejar dan mendekati Lu Fan.


"Nona kemana ke 9 teman mu itu ?"

__ADS_1


tanya Lu Fan.


"Mereka sudah pulang ke Persia."


ucap Sonia singkat tidak terlalu ingin membahas tentang mereka.


"Mengapa nona tidak ikut dengan mereka pulang ?"


"Dengan kondisi ku yang seperti saat ini, menurut mu apa aku masih bisa pulang ?" tanya Sonia balik sambil menatap Lu Fan.


Lu Fan termenung sejenak dan berkata,


"Peraturan itu sungguh tidak masuk akal, lalu kedepan nya apa rencana mu ?"


Sonia menatap Lu Fan dan berkata,


"Aku sudah pernah bilang sebelumnya dan itu tidak akan pernah berubah."


"Aku hanya bisa mengikuti dan menjadi istrimu, atau kamu bunuh saja aku, bila kamu tidak menghendaki aku menjadi beban mu."


"Kini pilihan ada padamu."


Lu Fan menghela nafas panjang dan berkata,


"Nona aku tidak mungkin membunuh mu, tapi aku juga tidak mungkin menikahi mu."


"Aku sangat mencintai istriku, aku tidak mau melukai perasaan nya."


"Ku mohon mengertilah."


ucap Lu Fan sambil menatap Sonia.


"Aku tentu akan berusaha mengerti kemauan mu."


"Tapi siapa yang bisa mengerti akan kesulitan ku."


"Sonia kamu sangat cantik pasti akan banyak pria yang belum punya istri akan menyukai mu."


"Kamu bisa memilih yang paling cocok dengan hati mu dan menikah dengan nya."


ucap Lu Fan pelan-pelan.


Sonia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak bisa seperti itu, yang pertama melihat wajah dan tubuhku adalah kamu, bahkan yang mencium bibir ku dua kali juga kamu."


"Kamu suruh bagaimana aku bisa menerima pria lain menjadi suamiku."


Lu Fan menjadi bingung dan dengan panik dia berkata,


"Tapi aku melakukan semua itu semua karena ingin menolong nyawa mu..aku.."


Sonia memotong ucapan Lu Fan dan berkata,


"Bagaimana aku bisa tidak tahu hal itu, tapi bagaimana pun semua sudah terjadi, kita tidak bisa mengubahnya lagi."


Sambil membuamg nafas sedih Sonia berkata,


"Baiklah kalau kamu sangat ingin pergi, kamu pergilah aku tidak akan memaksa mu lagi."


"Pergilah tinggalkan saja aku di sini."

__ADS_1


Lu Fan sedikit ragu, kemudian dia bertanya.


"Nona kamu serius ?"


"Nama ku bukan nona nama ku Sonia."


"pergilah.."


ucap Sonia kecewa dan sedih.


Lu Fan tersenyum gembira dia segera memberi hormat kepada Sonia dan berkata,


"Terimakasih Sonia, kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah berucap Lu Fan langsung melesat pergi menghilang dari tempat tersebut.


Setelah Lu Fan pergi Sonia berdiri didepan pintu menatap kearah perginya Lu Fan dengan linangan airmata dia berkata,


"Fan ke ke di kehidupan ini kita tidak berjodoh, semoga di kehidupan berikutnya kita bisa bersama."


"Fan ke ke ingatlah nama ku Sonia, ingatlah pernah ada seorang gadis yang sangat mencintai mu."


"Asal kamu ingat, aku akan pergi tanpa penyesalan lagi."


Setelah menyelesaikan kata-katanya, dengan airmata terus menetes jatuh ke atas tanah.


Sonia mengumpulkan rumput dan kayu kering ditumpuk di sekitar dirinya.


Setelah itu dia menyalakan api membakar dirinya sendiri di dalam lautan api yang mulai mengelilinginya


Sonia duduk ditengah-tengah sambil tersenyum dengan sepasang mata terpejam di penuhi linangan airmata yang menetes-netes membasahi kedua pipinya yang putih halus.


Lu Fan yang sedang pergi entah kenapa hatinya merasa tidak tenang, Lu Fan takut hal buruk menimpa gadis lugu itu.


jadi Lu Fan memutuskan kembali ke kuil untuk mengamati secara diam-diam dari jauh.


Tapi alangkah terkejutnya dia saat kembali melihat Sonia duduk di kelilingi kobaran api.


Tanpa banyak pikir lagi, Lu Fan muncul di sisi Sonia kemudian menggendongnya terbang menjauhi kobaran api yang ganas itu.


Sonia yang matanya sedang terpejam merasa tubuhnya kini melayang-layang diudara.


Apakah aku sudah mati, pikirnya.


kemudian dia membuka matanya untuk memastikan.


Sonia sangat terkejut, tapi di sisi lain juga sangat bahagia.


"Fan ke ke ini bukan mimpi menjelang ajal kan ?"


"Gadis bodoh entah apa yang ada di pikiran mu ? aku sungguh tidak mengerti ..."


ucap Lu Fan mengomeli Sonia.


"Sedikit saja aku telat kamu pasti sudah menjadi daging gosong.."


ucap Lu Fan masih mengomeli Sonia.


Tapi Sonia tidak memperdulikan Omelan Lu Fan, dia berbaring dengan bahagia didalam pelukan Lu Fan.


Dia menyandarkan kepalanya di dada Lu Fan seperti seekor kucing manja menunggu di belai oleh tuannya.

__ADS_1


__ADS_2