
Merasa nyeri di dadanya sudah tidak terasa lagi setiap menarik dan membuang nafas, Bun Houw menghentikan meditasinya.
Bun Houw berjalan mengelilingi segel Formasi yang melindungi batu putih transparan itu.
Ketika sedang asyik mengamati segel formasi sambil berjalan Bun Houw tidak sengaja tersandung sesuatu.
Dia kemudian memperhatikan benda yang membuatnya tersandung barusan, Bun Houw berjongkok untuk melihat lebih dekat dan teliti.
Ternyata batu yang membuatnya tersandung barusan berbentuk lempengan persegi empat.
Setelah Bun Houw membersihkan lumut dan tanah yang menutupi lempengan batu persegi empat itu ternyata terdapat tulisan kuno.
Bun Houw pernah belajar dari Wu Song, sehingga dia dapat membacanya dengan lancar.
Isi tulisan kuno di lempengan batu itu adalah,
Bagi yang kebetulan berjodoh, dan menemukan tempat ini.
Di harapkan menjauhi batu putih transparan.
Karena di dalam batu tersegel mahluk yang sangat berbahaya.
Yang mempunyai kemampuan memusnahkan Tiga Alam.
Jauhi tempat ini, dan jangan sekali-kali membuka segel formasi dewa ini.
Apalagi sampai menghancurkan batu putih transparan.
Mengeluarkan batu hijau berbentuk janin yang mengurung roh mahluk berbahaya itu.
Di bagian bawah nya ada tulisan yang lebih kecil dan lebih banyak menceritakan secara terperinci malapetaka dan bencana yang terjadi .
Isi dari tulisan kuno itu adalah,
3 juta tahun yang lalu ketika Bumi dan Langit baru terbentuk oleh Dewa Besar Pan Gu, sebuah batu meteor dari angkasa raya yang hampa menembus lapisan langit dan menghantam ke Bumi.
Menciptakan sebuah kawah besar, batu meteor raksasa itu seminggu kemudian meledak.
Dari dalam batu meteor raksasa yang meledak itu muncul sesosok mahluk yang mirip manusia memiliki kaki tangan kepala lengkap.
Yang berbeda adalah mahluk tersebut memiliki sepasang tanduk dikepalanya seluruh kulit tubuhnya berwarna hijau dan bersisik seperti kulit naga.
__ADS_1
Dan dia memiliki ekor seperti ekor buaya, mulutnya juga memiliki sepasang taring panjang seperti taring harimau jaman purba.
Dia juga memiliki sepasang sayap yang lebar dan besar. seperti sayap burung jaman purba.
Mahluk itu membutuhkan energi kehidupan mahluk hidup yang tercipta dari bagian tubuh Dewa Pan Gu untuk bertahan hidup.
Roh Dewa Pan Gu yang bersemayam di Nirwana Giok dan berganti nama menjadi Yu Se Thian Cun merasa gelisah dan tidak tenang.
Dia mencoba melihat kondisi di tiga alam yang dia ciptakan, yaitu alam dewa, manusia dan akherat.
Hasilnya membuat dia terkejut melihat kekacauan di alam manusia yang ditimbulkan oleh mahluk bertanduk itu.
Dia segera menghubungi kedua saudaranya Ling Bao Thian Cun dan Thai Sang Lao Cin yang tinggal di Nirwana lapis dua dan tiga.
Kemudian mereka bertiga turun ke alam manusia mencari dan menghadapi mahluk yang meresahkan alam manusia.
Setelah menemukan mahluk itu butuh waktu sepuluh tahun bagi tiga Dewa Besar itu untuk memusnahkan mahluk tersebut.
Tapi yang berhasil dimusnahkan oleh Tiga Dewa Besar itu hanyalah badan kasar dari mahluk itu sedang badan halusnya atau Roh nya tidak berhasil di musnahkan oleh ketiga Dewa Besar itu.
Sehingga mereka menyegelnya dalam batu Giok transparan itu.
Batu yang berbentuk janin itu adalah Roh mahluk itu yang tersegel di dalam batu transparan.
Tapi Bun Houw juga menyadari kemampuan dirinya, mana mungkin dia memiliki kemampuan membuka Segel Formasi milik 3 Dewa Besar uang sakti.
Bun Houw hanya memetik beberapa buah aneh itu kemudian meninggalkan gua tersebut.
Setelah kembali ke tepi kolam hitam, Bun Houw mengenakan pakaiannya kembali lalu pulang ke Pondok tempat tinggalnya.
Sampai didepan pondok saat itu hari sudah menjelang pagi, Bun Houw melihat Yi Yi duduk didepan pondoknya meringkuk kedinginan tertidur disitu.
Bun Houw menebak, Yi Yi pasti sangat mengkhawatirkannya sehingga duduk di depan pondok menunggu kepulangan dirinya sepanjang malam.
Hat Bun Houw dipenuhi rasa haru, dia segera berjalan mendekati Yi Yi pelan-pelan menggendongnya menuju Pondok bibi Siau Ching.
Bun Houw menggendong Yi Yi masuk kedalam kamarnya, meletakkan pelan-pelan tubuh Yi Yi yang masih tertidur pulas karena kelelahan dan kecapekan karena harus berlatih dan menunggu dirinya didepan pondok penuh kekhawatiran tanpa istirahat .
Setelah menyelimuti tubuh Yi Yi, Bun Houw segera menuju dapur menyiapkan sarapan pagi buat Yi Yi.
Dan langsung mengantarnya ke kamar Yi Yi.
__ADS_1
Setelah itu dia menyimpan buah aneh dan mutiara buaya dikamarnya, baru dia kembali lagi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk Guru dan keluarganya.
Setelah semua selesai Bun Houw baru pergi mandi membersihkan diri, sarapan di dapur.
Kemudian menunggu di halaman depan pondok, sambil berlatih semua ilmu yang sudah dia kuasai agar lebih baik dan sempurna lagi penguasaannya.
Ketika matahari mulai terbit Wu Song pun muncul ditemani istrinya, mereka bergabung dengan Bun Houw untuk berlatih bersama.
Sambil berlatih tanding dengan Bun Houw, Wu Song bertanya,
"Adik Bun kemarin kamu kemana saja seharian tidak kelihatan?"
Bun Houw sambil tersenyum malu-malu menjawab,
"Kamu tidak perlu pergi mencari orang yang kamu cintai, aku kan beda nasib ku lebih jelek aku harus pergi mencari kekasihku dan menunggunya berlatih."
Wu Song tertawa sejenak kemudian melanjutkan bertanya,
"Kalau itu aku sudah tahu, yang ingin kutanyakan adalah sehabis makan siang kamu langsung menghilang kemana?"
"Ooh itu, aku pergi ke Gua dibalik air terjun, berlatih di sana sambil terus makan lele putih sampai lupa waktu untuk pulang."
"Karena lelah berlatih aku tertidur disana menjelang pagi baru pulang." Jawab Bun Houw berdalih.
Wu Song sambil menyerang Bun Houw kembali berkata,
"Pada saat makan malam kemarin, aku menggantikan mu memasak Guru terus mengeluh masakan ku tidak enak, sehingga hampir bertengkar dengan Lu Ping."
'Lain kali kamu tidak boleh meninggalkan tugasmu lagi tanpa pesan, seperti kemaren.
Kecuali kamu menurunkan rahasia ilmu masak mu padaku ." ucap Wu Song sambil tertawa.
Bun Houw menghindari serangan Wu Song kemudian berkata,
"Boleh saja, aku memang sangat membutuhkan asisten bila kamu bersedia menjadi asisten ku. Aku berjanji akan menurunkan semua ilmu masak ku padamu."
"Tapi kamu juga harus ajarkan aku itu menghilang dan membelah diri menjadi 8 milikmu padaku." Bun Houw tidak buang-buang kesempatan emas untuk menagih ilmu yang belum diajarkan Wu Song padanya.
Wu Song tertawa kemudian berkata,
"Adik Song kamu memang maniak ilmu silat, baiklah mulai nanti sore aku akan menurunkan padamu Wu Ying 72 Pian Pu ( 72 langkah tanpa bayangan ) kepadamu."
__ADS_1
"Tapi kamu juga harus lebih banyak mempelajari tulisan sastra kaligrafi, agar jurus Feng Yun Wen Hua (Awan dan Angin Kaligrafi Indah) dapat lebih berkembang dan memiliki lebih banyak variasi." ucap Wu Song sambil menyerang Bun Houw kembali dan memberinya nasehat.
Bun Houw mengangguk sambil memberi serangan balasan kearah bagian bawah tubuh Wu Song.