
Pedang birunya di gunakan untuk ditancapkan keatas tanah menahan tubuhnya agar tidak jatuh terguling.
Dari sudut bibirnya mengalir darah segar wajahnya pucat, bibirnya membiru.
Lu Fan yang menyaksikan dari udara berteriak khawatir.
"Ibu...! ibu Xue...!!!"
Tubuhnya secepat kilat mendarat di samping Xue Yen kemudian menjejalkan sebutir pil nirwana pemberian Wu Song kemulut ibunya.
Xue Yen memejamkan matanya, dia merasa luka ditubuhnya perlahan-lahan mulai sembuh dengan sendirinya.
Sementara itu Park Won tertawa lantang dan berkata,
"Rasakan jalang...! mampus kamu...!"
Tapi baru berjalan tiga langkah dari ke 108 jalan darah utamanya meledak menyemburkan darah seperti keran bocor.
Lalu tubuhnya ambruk kebelakang tewas dengan sepasang mata terbuka lebar seakan-akan tidak percaya dia bisa mati seperti ini.
Xue Yen duduk bersila memulihkan kondisi nya, sambil memanfaatkan khasiat penyembuh dari pil Nirwana yang luar biasa.
Kini pertandingan tinggal Lu Sun melawan Yoshida yang memiliki ilmu Cermin Surgawi.
Dia selalu berhasil meniru jurus apapun yang Lu Sun gunakan untuk menyerangnya.
Mereka sudah bertempur ratusan bahkan ribuan jurus, tapi keadaannya tetap imbang.
Lu Fan yang terus mengamati pertarungan itu, akhirnya sudah menemukan akal buat menghadapi Yoshida.
Sambil tertawa dia berkata,
"Ayah kamu sudah tua, kalau tidak bisa akui sajalah.!"
"Biar aku menggantikan mu membereskannya.!"
"Kamu bocah durhaka, jaga ibu mu saja ayah masih sanggup menghadapinya.!"
teriak Lu Sun kesal, karena Lu Fan meledeknya sudah tua.
Meski kesal tapi Lu Sun kagum, putranya secepat itu sudah menemukan cara mengalahkan lawannya.
Padahal dia sudah bertarung begitu lama tetap saja tidak ada hasil.
Lu Sun terus bertukar serangan sambil berpikir, kira-kira dengan jurus apa yang cocok untuk menghadapi penru ulung ini.
Lu Sun mulai merubah cara bersilat nya dengan Wu Xiang Sen Kung dimana tubuhnya bisa memanjang dan mengkeret.
Selain itu semua sambungan di tubuhnya bisa bergerak sampai 360° ini suatu hal yang mustahil untuk tubuh biasa.
Kini Yoshida tidak bisa lagi menirunya, perlahan-lahan dia mulai terdesak, apalagi Lu Sun juga menggunakan Xi Xing Ta Fa.
__ADS_1
Menyambut serangan balasan dari Yoshida.
Yoshida mulai terdesak hebat dan main mundur, Dalam sebuah serangan cengkraman kearah kaki Yoshida, lengan Lu Sun terus memanjang seperti seekor ular sedang mencoba menangkap mangsanya.
Meski sudah bergerak mundur, tapi tangan itu terus mengejarnya, tiba-tiba lengan itu mendadak berganti arah mencengkram kearah kedua pahanya.
Karena tiba-tiba gerakan tak terduga itu, paha kanan Yoshida terkena cengkraman Lu Sun yang mengandung ilmu cakar tengkorak putih.
"Arghhh...!"
Yoshida menjerit kesakitan karena seluruh tulang pahanya kini remuk menjadi tepung dibagian sebelah dalamnya.
Tubuh Yoshida menjadi lumbung, karena kini dia hanya tinggal kaki sebelah saja, untuk menopang tubuhnya.
Kondisi ini tidak Lu Sun sia-siakan lagi, lengan bajunya yang kosong bergerak cepat menampar muka Yoshida, kakinya menyusul dengan tendangan kearah dada, disaat pandangan Yoshida tertutup oleh serangan lengan bajunya.
Yoshida berusaha mati-matian menangkis tendangan ke arah dadanya, dan menyapok lengan baju Lu Sun yang hampir mengenai kepala nya.
Tendangan Lu Sun berhasil ketangkis, tapi lengan baju Lu Sun yang di sapoknya malah melilit lengannya, dan menguncinya.
Cakar Lu Sun yang tadi meremukkan pahanya, kini tepat mencengkram kepalanya, sebenarnya Yoshida sudah menarik mundur kepalanya ke belakang.
Tapi lengan Lu Sun bisa terus memanjang dan mengejarnya, akhirnya lima jari Lu Sun tepat menancap di kepala nya.
Seluruh tengkorak berikut isi otaknya pecah hancur berantakan.
"Ahhhh...!"
terdengar jerit ngeri penuh kesakitan dari Yoshida, kemudian jatuh terlentang tak bergerak lagi.
Dengan demikian berakhirlah pertarungan Lu Sun dan rombongannya melawan jagoan dari Goguryeo.
Lu Sun dengan cemas duduk di sisi Xue Yen dan memeriksanya.
"Ayah ibu baik-baik saja, tak perlu di periksa."
"Lihat ayah ini memeriksa atau meraba-raba...?"
Xue Yen membuka matanya, wajahnya menjadi merah mendengar godaan dari anak tirinya.
"Ha..ha..ha..ha..! lihat ayah berhasil, ibu wajahnya sampai merah menahan geli..!"
"Fan er kamu...!"
Xue Yen yang malu menyambar sebutir batu dan menyambit kearahnya.
Lu Fan sambil tertawa menghindarinya dan berkata,
"Aku mau pergi memeriksa ke Bei Hai, sepasang kakek kakek dan nenek nenek yang sedang puber kalian nikmati saja...!"
"Aku malu melihatnya...! Ha..ha..ha..ha..!"
__ADS_1
ucap Lu Fan sambil tertawa-tawa dan kabur menggunakan Jin Tou Yun.
"Bocah kurang ajar..!"
maki Lu Sun dengan wajah merah.
Xue Yen hanya tersenyum melihat kepergian Lu Fan.
Kemudian dengan manja dia merangkul lengan Lu Sun dan berkata,
"Sudah biarkan saja, jangan diambil hati."
"Anak itu memang nakal dan jahil itu adalah sifat bawaannya."
Lu Sun menghela nafas panjang dan berkata,
"Kamu benar sifatnya sangat nakal dan liar, bahkan setelah nikah pun tidak berubah."
"Tapi dia memiliki bakat dan kecerdasan tinggi dalam ilmu silat, saat ini aku pun mungkin bukan tandingannya."
"Tadi aku sempat melihat dia menghancurkan cangkang kura-kura Xuan Wu yang bahkan petir paling kuat sekalipun tidak bisa menghancurkan cangkang itu."
"Tapi anak itu sanggup melakukannya, kurasa diam-diam guru Wu Kung ada mewariskan ilmu rahasia kepadanya."
Xue Yen tersenyum dan berkata,
"Kamu jangan khawatir, Wu Song pasti bisa menjinakkannya."
"Bukankah waktu itu juga Wu Song yang menentengnya pulang ke lembah saat dia sedang mengamuk.?"
Lu Sun mengangguk dan berkata,
"Kamu benar, ayo kita pergi melihat bagaimana pertempuran Song Chin dan lainnya disana."
"Bila tidak masalah kita bisa membawa mereka segera berangkat menuju Ping Yuan berkumpul dengan Wu Song dan Pasukan kerajaan Jin."
ucap Lu Sun sambil menatap Xue Yen.
Xue Yen mengangguk setuju, kemudian mereka berdua melesat kearah Xia Pi, untuk mengecek hasil pertempuran di sana.
Sampai di lokasi sebelum memasuki lembah batu alami, Lu Sun dan Xue Yen turun mendarat dan melakukan pemeriksaan terhadap tumpukan mayat yang bergelimpangan di sana.
"Kelihatannya di sini telah terjadi pertempuran yang sangat mengerikan.."
ucap Lu Sun sambil mengedarkan pandangannya.
Memang mayat Pasukan Goguryeo yang lebih banyak, tapi di sini Pasukan Naga Hitam yang sangat terdidik dan jarang menemui tandingan nya, pun banyak yang gugur.
Ini menunjukkan Pertempuran ditempat ini pasti sangat dahsyat dan mati-matian.
Lu Sun dan Xue Yen bergerak seperti terbang menuju lembah batu alami untuk melihat keadaan di sana.
__ADS_1
Terlihat jejeran bebatuan Gunung alam, kini telah berubah menjadi tumpukan bebatuan yang menggunung.
.