LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERPISAHAN TERAKHIR


__ADS_3

Tanpa kesulitan Mimi berhasil masuk ke penjara mengunjungi Raja Sanggha, tidak ada penjaga yang berani banyak tanya ataupun menghalanginya.


Karena Mimi diantar sendiri langsung oleh Wu Song yang sangat di hormati oleh semua pasukan Jin dari atas sampai bawah.


Bahkan seorang prajurit kecil sekalipun tidak ada yang tidak mengenalnya.


Kesuksesan Komandan Lui merebut kota Ping Yuan di mana dia dan seluruh pasukannya tidak memegang senjata .


Tapi harus menghadapi pasukan khitan yang bersenjata.


Semua ini berkat pelatihan cara merebut senjata lawan dengan tangan kosong yang di ajarkan oleh Wu Song.


Hal ini semakin menambah kagum seluruh pasukan jin dari atas sampai ke bawah terhadap Sang Legenda Pendekar Suling Hitam.


Yang namanya tidak kalah Masyur dengan Sang Legenda Jendral Naga Hitam Lu Sun yang pernah terkenal di jaman yang berbeda.


Mimi berdiri mematung menatap Raja Sanggha suami nya yang duduk bersandar ketembok dengan kaki dan tangan terborgol.


Hanya mengenakan baju putih sederhana, yang merupakan pakaian bagian lapis dalam, tidak terlihat lagi jubah kebesarannya yang mewah yang selalu bersih dan rapi.


Bahkan rambutnya kini terlihat terurai berantakan tidak urus.


Jenggot dan kumis nya, biasa terawat kini juga berantakan tak terurus.


Melihat ini hati Mimi sangat terenyuh, melihat kondisi raja Sanggha saat ini Mimi hampir tidak mengenalinya lagi.


Satu-satunya yang tertinggal di diri pria itu, kini adalah senyum hangat dan lembut dari pria itu ketika sedang menatapnya.


Senyum itu masih sama seperti dulu masih tetap hangat dan lembut tidak terlihat ada kekecewaan penyesalan atau kemarahan dan kebencian terhadap dirinya.


Padahal yang membuatnya seperti saat ini adalah Mimi selir kesayangan nya ini.


Yang kini sedang berdiri menatap nya dengan perasaan bersalah dan tangan yang menenteng sebuah kotak makanan terlihat gemetar.


"Mimi kenapa kamu datang kemari ? tempat ini sangat cocok tidak cocok untuk mu.."


ucap raja Sanggha sambil tersenyum lembut.


"Pendekar Wu Song ku mohon bawalah Mimi pergi dari sini, Tolong kembalikan dia ke ayahnya kepala Suku Hui."


"Tolong sampaikan maaf ku ke beliau, aku tidak bisa memenuhi janji ku menjaga putrinya dengan baik."


Wu Song mengangguk kecil dan berkata,


"Setelah mengantar Mimi menemui mu untuk terakhir kalinya, aku memang akan mengantarnya kembali ke ayahnya, kamu boleh tenang.


Wu Song memberi kode agar petugas penjaga pintu penjara segera membuka pintu penjara.

__ADS_1


Petugas itu mengangguk dengan sigap dia membuka pintu penjara itu buat Mimi.


Mimi dengan langkah kaki gemetar melangkah masuk kedalam kamar penjara, menghampiri raja Sanggha duduk di hadapannya sambil menaruh baki berisi makanan kesukaan Raja Sanggha disampingnya.


Dengan tangan gemetar Mimi ingin menyingkap rambut yang menutupi wajah raja Sanggha, tapi tangannya di genggam dengan lembut oleh Raja Sanggha yang mencegahnya.


"Biarlah tetap seperti ini, ini adalah resiko seorang raja ."


"Sukses kamu jadi raja kalah kamu akan tertangkap dan menjadi tahanan."


"Mini terimakasih kamu masih bersedia mengunjungi ku, tapi tempat ini benar-benar tidak layak untuk mu."


"Cepat lah pergi dari sini tidak usah perduli dengan ku."


Mendengar ucapan raja Sanggha hati Mimi bagaikan tersayat sayat, dia sangat terharu dan sedih."


"Dia sudah mencelakainya hingga seperti ini, tapi pria ini masih begitu perduli dengan keselamatannya ."


"Dan tidak terlihat sedikitpun dia menyalahkan dirinya."


Wu Song tidak sanggup melihat pemandangan mengharukan tersebut, dia membalikkan badannya melihat kearah lain.


Tapi meski berdiri memunggungi mereka, tapi dia tidak pernah melepaskan kewaspadaan melindungi Mimi bila ada gerakan raja Sanggha yang ingin mencelakai Mimi.


Tapi kekhawatiran Wu Song hanya berlebih, raja Sanggha sangat menyayangi Mimi melebihi nyawanya sendiri.


Jadi adalah mustahil bagi Raja Sanggha punya niat melukai Mimi.


Mimi tidak bisa menahan diri lagi, dia langsung menubruk kedalam pelukan suaminya dan menangis tersedu-sedu.


"Maafkan aku..maafkan aku...maafkan aku..aku lah yang menghianati dan menjadi penyebab semua ini..Hu..hu..hu..!"


Raja Sanggha memeluk Mimi dengan lembut dan berkata


"Tidak semua ini adalah takdir, tidak ada yang perlu di salahkan."


"Kamu jangan terlalu menyalahkan diri, hidup dengan baik dan bahagia itu sudah merupakan balasan terbaik buat ku..ingat itu.."


Mimi sudah tidak sanggup berkata-kata lagi, hanya airmata yang bercucuran yang menunjukkan betapa menyesal dan merasa bersalah dirinya saat ini.


Sambil berusaha tersenyum dengan tangan gemetar Mimi membuka satu persatu baki makanan yang terdiri dari tiga tingkat.


Lalu dia mulai menyuapi Raja Sanggha dengan airmata bercucuran.


Raja Sanggha makan sambil tersenyum senang, sambil makan dia terus memuji masakan itu sangat lezat.


Mini hanya bisa menanggapinya dengan berusaha tersenyum, tapi airmata tidak pernah berhenti menetes.

__ADS_1


"Yang Mulia apa kamu tidak takut aku menaruh racun dalam makanan mu ?"


tanya Mimi tiba-tiba.


Raja Sanggha tersenyum dan berkata,


"Kalau kamu benar melakukannya, aku malah akan jauh lebih bahagia."


"Sayangnya aku terlalu paham dengan diri mu, bahkan seekor semut sekalipun, kamu tidak tega menyakitinya, apalagi seorang manusia.."


Mendengar ucapan Raja Sanggha, airmata Mimi menetes kedalam mangkuk nasi ditangannya.


Dengan lembut raja Sanggha menghapus airmata Mimi dengan sepasang tangan nya yang terborgol, sehingga sewaktu tangannya terangkat menimbulkan bunyi besi berkerontangan.


"Sudah kamu jangan menangis lagi, nanti makanan ini jadi terlalu asin."


ucap Raja Sanggha menghibur Mimi.


Mini pun mengangguk kemudian dia menyelesaikan suapan terakhirnya.


Raja Sanggha menutup matanya menikmati suapan terakhir tersebut sambil berkata,


"Sayang gulai kambing mu adalah masakan terlezat di dunia."


"Bisa mencicipinya untuk terakhir kalinya lewat suapan dari mu langsung, kini mati pun aku tidak menyesal lagi."


"Bahkan jadi hantu pun aku masih akan selalu merindukan rasa gulai kambing mu ini."


ucap raja Sanggha tertawa gembira.


Tidak terlihat ada kekhawatiran dan ketakutan sama sekali di matanya yang bersinar sinar itu.


Mimi tersenyum kemudian dia mengeluarkan sebuah sisir dari saku bajunya, kemudian dia mulai merapikan rambut raja Sanggha dan menyanggulnya kembali dengan rapi.


Setelah semua itu selesai dia segera membereskan mangkok piring kedalam baki makanan yang dia bawa tadi.


Tanpa berani menatap wajah raja Sanggha, kemudian dia bergegas meninggalkan raja' Sanggha.


Tapi tepat tiba di pintu penjara dia berhenti sejenak dan berkata,


"Aku akan membalas semua kebaikan mu di kehidupan mendatang."


Sambil menghapus airmatanya, kemudian dia menoleh dan memberikan senyuman paling manis yang bisa dia berikan untuk mengantar kepergian Raja Sanggha untuk terakhir kalinya.


Raja Sanggha membalasnya dengan senyuman lembut dan berkata,


"Ingat pesan ku, hiduplah dengan bahagia, jangan ada penyesalan dan rasa bersalah, ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan mu."

__ADS_1


__ADS_2