LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KESURAMAN DI LEMBAH ALAM PENEBUS DOSA DEWA BUANGAN,


__ADS_3

Lu Sun bingung menjawabnya,


Bila dijawab dia akan mengusir Wu Song dari lembah dan putus hubungan dengan nya.


Orang-orang ini tidak ada yang sanggup menangkap Wu Song dan mendapatkan keadilan dari Wu Song.


Meski Wu Song benar pelakunya.


Tapi bila dijawab dia akan menghukum Wu Song bagaimana bila salah hukum dan Wu Song hanya korban fitnah.


Kepalanya pusing memikirkan hal ini.


Lu Sun terlihat diam cukup lama, tapi tidak ada yang berani mendesak nya.


Tidak tahu mereka takut dengan Lu Sun atau mereka mengerti posisi Lu Sun saat ini.


Setelah berpikir cukup lama Lu Sun akhirnya berkata,


"Bagaimana bila kalian beri waktu 3 bulan kepada Wu Song untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.?"


"Tapi dalam 3 bulan ini aku harap tidak ada yang mengganggunya membuktikan kebenaran."


"Setelah lewat 3 bulan kalian bebas memburunya dengan cara apapun aku tidak akan turut campur."


"Bila dalam 1 tahun pelaku sebenarnya tidak juga tertangkap, aku lah yang akan menangkap Wu Song untuk memberi keadilan kepada kalian semua." tutup Lu Sun sambil mengedarkan pandangannya ke semua orang yang ada di hadapannya.


Terdengar suara bisik-bisik yang ramai, kemudian kakek tua yang maju mewakili penduduk biasa berkata,


"Aku sependapat dengan Pendekar Naga Hitam.!"


Di susul oleh kakek pimpinan perguruan Bangau Putih ikut maju dan berkata,


"Kami setuju..!"


Akhirnya semua setuju termasuk pria yang mengajukan batas waktu kasus ini.


Setelah semua orang bubar, Lu Sun sudah kehilangan nafsu untuk mencari tabib.


Dia buru-buru pulang ke lembah, Lu Sun setelah sampai di lembah dia langsung ke pondok Xue Yen.


Menyampaikan pada Xue Yen tentang masalah tadi dia temui di mulut lembah.


Xue Yen sangat terkejut mendengarnya dia terbelalak tak percaya sesaat kemudian baru bertanya,


"Lalu langkah apa yang akan kamu ambil ?"


Lu Sun diam sejenak kemudian berkata,


"Sebaiknya kamu tanya sama Yi Yi dalam 3 bulan terakhir ini siapa yang selalu keluar lembah.


"Apakah Bun Houw pernah meninggalkan lembah? kamu juga harus tanya kan itu."


"Aku sekarang mau ketempat Siau Ching dulu, bersikap lah seperti tidak terjadi apa-apa." ucap Lu Sun sambil membelai wajah Xue Yen yang masih terlihat sangat cantik meski sudah berumur 40 lebih.


Lu Sun mencium dahi halus Xue Yen dengan mesra, setelah itu dia membalikkan badannya pergi menuju pondok Siau Ching.


Xue Yen mukanya menjadi merah dan jantungnya menjadi berdebar-debar.

__ADS_1


Meski sudah lama menikah anak pun sudah besar-besar tapi setiap mendapat perhatian mesra Lu Sun suaminya.


Wajahnya akan menjadi merah dan jantungnya akan berdebar-debar seperti masih gadis dulu.


Ini adalah hal langka untuk pasangan yang telah lama menikah, tapi itulah kenyataan yang ada yang bisa tahu hanya yang bersangkutan saja tentunya.


Lu Sun setelah bertemu Siau Ching dia juga menceritakan semuanya seperti reaksi Xue Yen tadi Siau Ching juga sangat terkejut.


Lu Sun juga meminta Siau Ching merahasiakan semua ini, dan meminta Siau Ching mencari tahu dari Lu Ping siapa saja yang selama 3 bulan terakhir ini selalu meninggalkan lembah.


Sekalian mencari tahu apakah akhir-akhir ini, Wu Song ada perubahan sikap atau Wu Song sering diam-diam meninggalkan lembah.


Setelah itu Lu Sun pergi menemui Bun Houw yang sering berlatih seorang diri ditengah hutan.


Bun Houw yang sekarang bukan Bun Houw yang dulu lagi pendengarannya sangat tajam dari radius beberapa kilo pun dia sudah menyadari ada yang datang mendekati hutan.


Bun Houw segera menghentikan ilmu Im Yang Sen Kung yang dia gunakan untuk menyerap khasiat buah Anek dan pengendalian tehnik 9 matahari dan 9 bulan.


Bun Houw berdiri pura-pura sedang serius berlatih Hang Lung Se Pa Cang ( 18 Tapak Penahluk Naga ).


Lu Sun setelah sampai tersenyum bangga melihat kematangan penguasa 18 Tapak Penahluk Naga tidak berada dibawahnya dan Lu Fan.


Melihat gurunya datang Lu Fan menghentikan latihannya dan berjalan kearah Lu Sun memberi hormat dan berkata,


"Selamat siang guru, ada hal penting apa guru sampai repot-repot datang kesini.?"


Lu Sun tersenyum dan berkata,


Tidak ada hal terlalu penting, hanya ingin ngobrol-ngobrol saja denganmu sekalian melihat kemajuan mu dalam latihan."


Setelah itu dia sendiri duduk di atas tanah di hadapan Lu Sun dalam posisi bersila siap menerima pesan-pesan dari Lu Sun.


Setelah berbasa-basi sebentar, Lu Sun mulai tanya pada Bin Houw,


"Bun Er dalam 3 bulan terakhir ini apakah kamu ada meninggalkan lembah?"


Bun Houw mengerutkan alisnya, dan langsung menjawab.


"Bun Houw selama 3 bulan ini setiap hari ada disini berlatih dan memasak di dapur.


Jadi Bun Houw tidak ada waktu untuk main-main keluar lembah."


Benar juga pikir Lu Sun, Bum Houw tidak mungkin meninggalkan lembah karena terikat dengan tugas masaknya pagi siang dan malam.


Sebaliknya Bun Houw yang cerdas sedang berpikir apa yang terjadi diluar lembah. Sehingga guru sampai datang kehutan ini hanya khusush untuk mencarinya.


Lu Sun kembali bertanya,


"Bagaimana dengan Lu Fan dan Wu Song apakah kamu mengetahui nya?"


"Aku tidak begitu yakin guru, karena aku setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu ku di sini."


"Yang aku tahu akhir-akhir ini Wu Song yang sering keluar lembah, karena aku menyuruhnya pergi membeli bumbu dapur,"


"Bagaimana dengan Lu Fan?" tanya Lu Sun.


Bun Houw kembali menjawab, dengan polos.

__ADS_1


"Aku kurang tahu guru, tapi akhir-akhir ini aku memang jarang bertemu Lu Fan."


Lu Sun mengangguk angguk kemudian mengalihkan pembicaraan ke ilmu yang dilatih Bun Houw.


Sekedar basa-basi setelah itu dia pun meninggalkan hutan dan Kembali kepondoknya.


Setelah semalaman berunding dengan kedua istrinya Lu Sun pagi-pagi itu berencana setelah habis sarapan pagi.


Dia akan memanggil Lu Fan dan Wu Song datang menghadap ke pondoknya.


Kebetulan pagi itu Lu Fan terlihat ada di lembah, padahal biasanya pagi-pagi dia sudah menghilang entah kemana.


Lu Gan terlihat murung, kurang bersemangat, dan pendiam.


Ini sangat aneh bagi yang mengenalnya, karena biasanya dia sangat ceria riang gembira, sangat jahil dan nakal tidak bisa diam.


Perubahan yang sangat kentara ini membuat Lu Sun sedikit curiga jangan-jangan pelakunya adalah Lu Fan anaknya sendiri.


Selesai sarapan Lu Sun langsung memanggil Lu Fan datang menghadap ke pondoknya.


Dengan sikap ogah-ogahan Lu Fan datang ke pondok ayahnya.


Entah apa yang terjadi di dalam pondok,


Awalnya terdengar bentakan Lu Sun.


"Anak kurang ajar mengakulah...!!"


Kemudian terdengar jawaban yang tidak kalah sengitnya.


"Apa Yang Harus Ku Akui Bila Aku Tidak berbuat..!!"


Kembali terdengar bentakan Lu Sun yang menggelegar dari Lu Sun,


"Anak kurang ajar tidak bisakah bicara sopan dan baik-baik...!! aku ini ayah mu bangsat...!!"


Terdengar tawa Lu Fan yang penuh kesedihan menahan tangis dan berteriak,


"Bahkan orang tua ku pun tidak mempercayai ku, apakah aku begitu tidak berharga di mata kalian."


"Sampai selalu dituduh bajingan cabul dan rendah di mana-mana."


"Ayah...!!! beritahukanlah pada dunia akulah pelakunya suruh mereka semua datang menangkap ku...!!"


"Biar ku musnahkan dunia yang hanya mendatang kan kesedihan ini...!!" Ucapnya sedih dan putus asa.


Kembali terdengar bentakan menggelegar Lu Sun,


"Lu fan anak durhaka berani kamu punya pikiran seperti itu."


Kemudian terdengar ledakan pondok hancur berkeping-keping Lu Sun terlihat sedang di tahan oleh Xue Yen yang menangis histeris.


Sedangkan Lu Fan di tahan oleh ibunya yang juga menangis sesenggukan


Kedua ayah dan anak itu sama-sama mengeluarkan aura intimidasi yang menakutkan.


Naga Hitam sampai ketakutan keluar dari sarangnya dan terbang berputar-putar sambil mengeram dahsyat di atas langit.

__ADS_1


__ADS_2