
Yue Fei mendatangi camp tawanan perang menemui beberapa pemimpin pasukan kerajaan Jin.
Ke 4 orang pemimpin pasukan kerajaan Jin kini berdiri dengan kepala tertunduk didepan Yue Fei.
"Kalian berempat aku ingin bertanya kepada kalian."
"Menurut kalian, bila aku melepaskan kalian kembali ke kerajaan Jin, kira-kira kalian akan diterima kembali atau malah akan di hukum.?"
Keempat orang itu serentak mengangkat kepalanya dan berkata,
"Tentu saja bila ada hari seperti itu, kami pasti diterima kembali."
Yue Fei tersenyum tenang dan berkata,
"Kalian yakin..?"
Mereka berempat saling pandang, mereka tidak mengerti arah pertanyaan Yue Fei, tapi mereka tetap mengangguk yakin.
"Baiklah kalau kalian yakin aku tidak akan banyak berkata lagi, sekarang juga aku akan melepaskan kalian."
ucap Yue Fei sambil tetap tersenyum tenang.
Keempat orang itu saling pandang dengan wajah terkejut tapi mereka juga sangat gembira.
Mereka tidak menyangka Yue Fei akan melepaskan mereka begitu saja tanpa syarat.
Melihat sikap mereka Yue Fei kembali berkata,
"Baiklah sekarang juga kalian boleh pergi,... semoga kalian tidak menyesali pilihan kalian hari ini."
Mereka berempat yang tertawa gembira, baru melangkah dua langkah mereka berhenti mendadak.
Kemudian menoleh kearah Yue Fei dan bertanya dengan curiga.
"Apa maksud dengan semoga tidak menyesal ?"
ucap salah satu dari ke 4 orang itu curiga.
Yue Fei menghembuskan nafas panjang, kemudian dengan muka serius berkata,
"Pertama kalian memegang 150.000 Pasukan, meski atasan kalian meninggal, tapi kalian memilih menyerah dengan musuh yang berjumlah 20.000."
"Apa menurut kalian dengan reputasi seperti itu ? kalian masih akan digunakan..?"
"Tapi....tapi... musuh yang kami hadapi...sangat kuat.. tidak menyerah sama dengan bunuh diri."
ucap salah satu dari mereka mencoba beralasan dan membantah.
Yue Fei tersenyum lebar menatapnya dan berkata,
__ADS_1
"Apakah mereka yang menerima penjelasan kalian bisa merasakan yang kalian rasakan.?"
"Apakah mereka mau percaya...?"
"Kamu bilang musuh kuat, apakah kamu sudah mencoba melawan mati-matian ?"
"Satu hal lagi, kalian selama ini adalah pasukan didikan Jendral He, dan tempat kalian pergi di bawah pimpinan Jendral Bai, kira-kira akan kah jendral Bai menerima bawahan rivalnya...?"
ucap Yue Fei tenang tapi menatap mereka berempat dengan serius.
Keempat orang itu menjadi pucat, mereka segera menjatuhkan diri berlutut di depan Yue Fei, kemudian berkata.
"Maafkan kebodohan kami, mohon beri petunjuk kepada kami tuan.."
ucap mereka berempat serentak sambil menatap Yue Fei penuh harap.
Yue Fei membungkuk membangun mereka berempat dan berkata,
"Kalian berempat bangun dulu, semua bisa di bicarakan pelan-pelan."
"Begini bila kalian bisa membujuk seluruh bawahan kalian untuk bergabung membantu kami."
"Maka aku jamin kalian semua "
akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan Pasukan ku."
"Bagaimana..?"
"Terimakasih banyak Jendral besar Yue, Budi besar mu hanya dapat kami bayar dengan taruhan nyawa kami."
Yue Fei tertawa senang dan berkata,
"Bangunlah jangan banyak peradatan saudaraku, kini aku menyerahkan urusan sisanya kepada kalian."
"Aku tunggu kalian di gerbang selatan yang ingin bergabung dengan ku bawa mereka ke gerbang selatan."
"Yang tidak ingin bergabung boleh pergi melalui pintu Utara, Pasukan kami tidak akan menghalangi kepergian mereka."
Akhirnya hampir 90% Pasukan Kerajaan Jin, kini bergabung dengan Yue Fei.
Sisanya melarikan diri lewat gerbang Utara, mereka benar di biarkan pergi tidak di halangi.
Sebagian melarikan diri kehutan-hutan bersembunyi, sebagian lagi kembali ke Luo Yang berharap diterima.
Tapi sialnya, mereka semua di bantai di Hu Lao Kuan yang di jaga oleh pasukan Jendral Bai Cu saudara sepupu selir Bai..
Dianggap mata-mata yang ingin menyusup ke ibukota.
Berita pembantaian itu, tidak lama kemudian sampai ke telinga Pasukan Jendral He Wan, mereka sangat bersyukur telah bergabung dengan Jendral besar seperti Yue Fei.
__ADS_1
Jendral cerdas yang seperti dapat menebak masa depan seperti dewa.
5 Hari kemudian Pasukan bala bantuan dari Xu Chang dan Sin Ye tiba, tapi mereka sangat kecewa melihat Wan kini sudah berganti bendera.
Mereka tidak mungkin melanjutkan dengan mencoba menahlukkan kota Wan.
Karena perbekalan yang mereka hanya terbatas, sedang kan benteng Kota Wan yang kokoh tidak akan semudah itu bisa ditahlukan.
Apalagi bila diperhatikan Pasukan Rajawali Merah yang berjaga di kota Wan mencapai hampir 200.000 orang .
Ini adalah misi mustahil, sehingga mereka dengan lesu bergerak mundur kembali ke kota masing-masing.
Yang mereka tidak ketahui adalah mereka telah di tipu oleh Yue Fei, Pasukan asli Rajawali Merah tidak sampai 20.000 orang.
Yang terlihat banyak adalah pasukan kerajaan Jin yang menyerah dan bergabung menggunakan seragam Pasukan Rajawali Merah.
Perbedaannya mereka hanya mengenakan seragam tanpa jubah.
Pasukan bantuan yang bergerak mundur, tidak ada yang menyangka di saat mereka pergi kedua kota mereka sudah jatuh ke tangan Bun Houw dan Shi Ma Ong yang serentak melakukan penyergapan mendadak.
Karena tidak siap, kalah kualitas dan jumlah tanpa perlawanan berarti kedua kota itu jatuh ke tangan Bun Houw dan Shi Ma Ong.
Pasukan bala bantuan yang kebingungan, kehilangan arah dan tujuan, karena kota asal mereka telah di rebut.
Mereka membuat kemah tidak jauh dari kota asal mereka.
Di saat mereka sedang kebingungan, mereka di datangi oleh beberapa orang pendekar yang dibawah pimpinan si topeng besi.
Mereka disarankan agar bergerak bergabung dengan pasukan Jendral Sie di Xiang Yang.
Sementara itu ditempat lain, Wu Song yang tiba di Luo Yang, malam itu juga dia bergerak dengan gesit menuju kediaman Jendral Bai Cu.
Wu Song terlihat berindap-indap dalam kegelapan malam, mendekam di atas genteng sebuah bangunan besar.
Di sebuah kamar pribadi yang luas terlihat Si Bai Cu yang sesuai namanya terlihat seperti seekor Bab* putih, karena dia sedang tidak memakai baju, hanya memakai celana pendek.
Matanya tertutup kain dia tertawa gembira sambil berusaha menangkap 5 gadis cantik yang berteriak dan tertawa-tawa.
Mereka sedang melakukan permainan kucing menangkap tikus.
Yang tertangkap pakaian nya akan di lepaskan satu persatu.
Jendral Bai Cu yang genit dan gendut terlihat sedang berlari kesana-kemari dengan lemak yang bergelantungan meloncat-loncat saat dia berlari.
Wu Song mengerutkan alisnya, merasa jijik dengan tingkah laku orang tidak berguna ini.
Wu Song, akhirnya melompat turun dari atas genteng berdiri di hadapan Jendral Bai Cu.
Kelima gadis itu yang terkejut hampir menjerit, tapi ketika mereka melihat kode dari Wu Song agar mereka diam.
__ADS_1
Mereka semua mengikuti permintaan Wu Song, karena mereka berlima terpana dengan ketampanan wajah Wu Song.