
"Berhenti...!" teriak Wu Song dalam bahasa India yang kaku, sambil mengulur tangan kanannya kedepan memberi kode agar rombongan pasukan berkuda yang mengejar gadis itu menghentikan kuda mereka.
Suara teriakan Wu Song yang menggunakan Chi dan aura keemasan yang terpancar dari tubuhnya.
Membuat kuda yang di kendarai oleh pasukan pengejar terkejut dan mengangkat kedua kaki depan mereka tinggi-tinggi sambil meringkik keras.
Membuat para pasukan pengejar itu terpaksa menghentikan pengejaran mereka dan berusaha menenangkan kuda mereka yang ketakutan.
Setelah kuda mereka tenang mereka pun mulai menunjuk dan memaki-maki Wu Song sambil menggerakkan tangan mereka memberi kode agar Wu Song segera menyingkir.
Wu Song mengerti yang mereka katakan, tapi dia memang tidak ingin menyingkir.
Akhirnya salah seorang pemimpin rombongan tersebut maju kedepan dan berkata,
"Anak muda cepat menyingkir, atau kami akan menganggap mu sebagai pemberontak."
Wu Song tersenyum dengan suara kaku dia berkata,
"Terserah, yang jelas aku tidak akan membiarkan kalian menangkap nya."
Pemimpin rombongan baru tersadar Wu Song ternyata bisa bahasa mereka, ini menunjukkan Wu Song memang sengaja mencari gara-gara dengan mereka.
Pemimpin rombongan segera memberi kode agar 4 orang anak buahnya maju membereskan Wu Song.
Karena kuda yang mereka tunggangi menolak mendekati Wu Song, keempat prajurit itu terpaksa turun dari kuda mereka membawa pedang dan perisai mengepung Wu Song.
Wu Song berdiri santai di tempat seakan-akan tidak perduli dengan pergerakan mereka.
Saat mereka bergerak Wu Song sudah lebih dulu bergerak menotok jalan darah mereka ber4 dengan langkah ajaib di padu jari matahari.
Ke 4 prajurit langsung berdiri kaku seperti patung tak bergerak.
Pimpinan rombongan kembali menyuruh 10 orang pasukan nya maju meringkus Wu Song.
Tapi 10 orang bawahan nya dalam sekejap juga bernasib sama seperti ke4 orang rekan mereka sebelumnya.
Berdiri mematung tak bergerak hanya sepasang mata mereka yang melirik ke kiri dan ke kanan dengan panik.
Pimpinan rombongan mulai terkejut dan sedikit gentar melihat kesaktian Wu Song.
__ADS_1
Tapi bila dia mundur dan pulang melapor ke atasan nya.
Dia sudah pasti dapat hukuman karena memimpin 300 orang Pasukan bersenjata lengkap untuk menangkap seorang putri yang cuma di kawal 5 orang pengawal wanita.
Dia tidak sanggup menyelesaikan tugas yang diberikan kepada nya, apalagi bila dia bercerita bahwa yang menjadi penyebab kegagalan tugasnya adalah seorang pemuda berpenampilan sederhana dari negeri lain.
Hukuman penggal sampai minimal cambukan sudah pasti menunggunya.
Karena tidak punya pilihan lain, pimpinan rombongan mencabut pedangnya memerintahkan semua pasukan yang dipimpin nya maju mengepung dan menyerang Wu Song.
Saat Pedang berhamburan kearah Wu Song, seperti ingin mencincangnya sampai jadi perkedel.
Wu Song lenyap dan muncul lagi terbang diudara dan memainkan sulingnya.
Suara suling Wu Song yang menggebu-gebu membuat jantung mereka menghentak dengan kencang dan cepat.
Akhirnya karena tidak kuat menahannya 287 orang termasuk pemimpin pasukan jatuh berlutut melepaskan pedang dan golok yang mereka pegang dengan tubuh lemas dan wajah pucat memandang Wu Song yang sedang melayang di udara dengan tatapan penuh ketakutan.
Wu Song perlahan-lahan mendarat ringan didepan mereka dan berkata,
"Pergilah dari sini,. sebelum aku berubah pikiran dan menghabisi kalian semua."
Tanpa basa-basi lagi ke 14 orang tersebut langsung memungut senjata mereka meloncat keatas punggung kuda mereka, lalu buru-buru memacu kuda mereka meninggalkan tempat tersebut.
Pimpinan rombongan pasukan, juga bergerak menyusul melompat keatas kuda buru-buru melarikan diri diikuti oleh semua anak buahnya.
Setelah tempat itu menjadi sepi, Wu Song membalikkan badannya berjalan menyusuri aliran sungai secara berlawanan arah.
Wu Song bermaksud menyusuri dulu keatas ke arah hulu, bila tidak bertemu dia baru menyusuri turun ke bawah.
Wu Song tidak terlalu khawatir dengan keselamatan Lu Ping pasca jatuh, karena dia yakin Lu Ping pasti di lindungi oleh baju perisai pemberian nya itu.
Hanya saja Wu Song harus segera menemukan istrinya, takut Lu Ping bertemu musuh berat, dalam kondisi hamil sangat tidak menguntungkan dirinya.
Wu Song menyusuri sungai sambil melihat kearah sungai siapa tahu Lu Ping ada di sana,
terseret arus sungai.
Tapi setelah berjalan 1 kilometer bukan Lu Ping yang dia temukan tapi gadis yang mengendarai kereta tadi lah yang dia temukan.
__ADS_1
Gadis itu tidak pergi seperti sedang menanti kedatangan nya, Wu Song tadinya berpikir gadis itu mungkin telah pergi jauh meninggalkan tempat tersebut.
Wu Song memang tidak berharap gadis itu berterimakasih atau melakukan apapun untuk membalas Budi kepadanya.
Karena dia menolong memang tanpa pamrih apapun, dia menolongnya hanya semata-mata karena teringat istrinya yang sedang dikeroyok orang banyak.
Bila tadi dia bersama Lu Ping belum tentu dia mau terlibat dengan urusan kerajaan perebutan tahta dan kekuasaan yang menurutnya sangat tidak menarik dan sangat bodoh membuang-buang waktu yang berharga.
Gadis itu langsung maju menghampiri Wu Song memberi hormat dan berkata dalam bahasa mereka,
"Kakak yang baik, terimakasih kakak telah menolongku tadi."
"Tapi kakak aku mohon sudilah kiranya kakak membantu ku sampai tuntas."
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata dalam bahasa lokal yang kaku,
"Maaf..aku tidak bisa, aku harus segera mencari istri ku yang hilang dan terpisah dari ku."
Gadis itu menghela nafas dengan kecewa terdiam dan menundukkan kepalanya.
Wu Song tidak tahu apa yang di pikirkan oleh gadis itu dan dia juga tidak ingin tahu, baginya saat ini yang terpenting saat ini adalah segera menemukan Lu Ping.
Gadis itu kemudian perlahan-lahan mengangkat kepalanya menatap Wu Song dan berkata,
"Bagaimana bila aku membantumu mencari istri mu, tapi kamu tolonglah bantu aku dan keluarga ku.?"
Wu Song tidak berkata apa-apa dia hanya terus berjalan menelusuri tepi sungai, dan gadis itu tanpa kenal lelah dan pantang menyerah berjalan mengiringi Wu Song.
Saat ini gadis tersebut memang sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa, ayah ibunya di tahan musuh.
Hanya dia seorang diri yang berhasil melarikan diri, untuk pergi mencari kakaknya.
Tapi meski menemukan kakaknya mereka juga tidak akan sanggup menghadapi musuh mereka yang sakti dan memiliki Pasukan yang sangat banyak.
Kakak nya sendiri yang ada di perbatasan mungkin sedang berjuang melepaskan diri dari kepungan Pasukan musuh.
Jadi harapan satu-satunya saat ini adalah berharap bantuan dari Wu Song, dia tadi tidak benar-benar pergi meninggalkan Wu Song.
Dia meminta salah satu pengawalnya untuk tinggal mengamati keadaan Wu Song di sana.
__ADS_1