LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
SELIR MIMI MENCERITAKAN KISAH HIDUPNYA


__ADS_3

"Terimakasih banyak Awu.. kamu kembali lah untuk mandi makan dan istirahat ."


Wu Song menanggapinya dengan mengangguk dan tersenyum hangat.


"Besok sore jangan lupa datang kesini lagi ya."


"Terimakasih banyak Awu, hari ini aku sangat bahagia."


Sambil mengangguk Wu Song berkata,


"Baik Yang Mulia, Sama-sama Yang Mulia Awu juga ikut merasa senang "


"Senang mengenal dan berteman dengan mu."


"Sama sama Yang mulia."


ucap Wu Song tersenyum.


"Sampai jumpa besok sore.."


ucap selir Mimi sambil tersenyum manis, melambaikan tangannya kepada Wu Song, lalu menutup jendela nya.


Wu Song kemudian membereskan sisa pekerjaan nya baru kembali ke kamar Pelayan miliknya.


Di dalam kamar sambil berbaring, Wu Song berpikir apakah dia akan menimbulkan kekacauan dengan menggunakan Mimi.


Seperti pesan Permaisuri, tapi setelah mengenal sifat Mimi sekilas, Wu Song menjadi ragu.


Akhirnya Wu Song memutuskan melakukan pengamatan lebih lanjut baru memutuskan akan mengikuti rencana permaisuri.


Atau mencari jalan lain, yang penting adalah menyingkirkan dan memecah belah kekuatan dari kerajaan khitan.


Hari demi hari terus berlalu, setiap hari pekerjaan Wu Song tetap sama merawat taman, bermain musik menghibur selir Mimi.


Tak terasa dua Minggu pun berlalu, melalui mata-mata mereka yang tersebar, Permaisuri dan Ching Kuai yang mengetahui keakraban Wu Song dan selir Mimi.


Mereka mulai menekan Wu Song untuk segera bertindak, bahkan permaisuri mengirimkan Yin Yang San sejenis racun perangsang yang sangat kuat, berasal dari bunga Yin Yang yang banyak tumbuh di daerah perbatasan Utara.


Wu Song sendiri menjadi ragu, setelah sekian lama berkenalan dengan selir Mimi, Wu Song mulai mengenali sedikit demi sedikit sifat asli selir Mimi.


Semakin Wu Song mengenali sifat asli selir Mimi Wu Song semakin ragu untuk mencelakainya, menjadikannya sebagai kambing hitam untuk membuat kekacauan di kerajaan khitan.


Sore ini seperti biasanya, Wu Song menemani selir Mimi bermain musik dan bernyanyi bersama.


Tapi berbeda dengan hari-hari sebelumnya, bila selesai bermain musik dan bernyanyi bersama selir Mimi akan menutup jendela beristirahat dan menyuruh Wu Song kembali ke kamarnya.


Malam ini selir Mimi memang tetap menutup jendela, tapi dia menyuruh Wu Song jangan pergi dulu.


Dia menyuruh Wu Song menunggunya di bangku taman.

__ADS_1


Wu Song berpikir di dalam hati, bila selir Mimi sedikit saja memiliki niat mengajaknya melanggar susila dengan alasan menyukainya


Wu Song pasti akan mengikuti rencana permaisuri mengorbankan selir Mimi.


Wu Song duduk di bangku taman dengan perasaan kurang enak.


Wu Song akan merasa kecewa bila selir Mimi juga ternyata sama dengan gadis-gadis lainnya yang selalu jatuh cinta karena ketampanannya.


Dengan posisi selir Mimi sebagai istri orang, ini adalah perbuatan tidak layak yang sangat rendah.


Ini adalah penghianatan atas kebaikan suaminya terhadap dirinya.


Wu Song mencium wangi lembut yang sedang mendekat berasal dari tubuh Selir Mimi.


Melihat kehadiran selir Mimi Wu Song segera bangkit berdiri memberi hormat dan mempersilahkan selir Mimi untuk duduk.


Selir Mimi duduk di bangku tersebut sambil tersenyum berkata,


"Awu kamu jangan terlalu bersikap sungkan pada ku, itu akan membuat suatu jarak pemisah dalam pertemanan kita.."


Wu Song mulai merasakan gelagat tidak enak, dia seperti dapat menebak kemana arah yang diinginkan oleh selir Mimi dengan alasan pertemanan.


Sudah banyak alasan yang pernah Wu Song dengar seperti teman tapi mesra, kakak ketemu gede dan lain sebagainya,bagi Wu Song itu semua adalah alasan klise dan basi.


"Awu kamu kenapa bengong, ayo duduklah aku ingin ngobrol-ngobrol dengan mu malam ini."


ucap Selir Mimi dengan suara lembut sambil menepuk tempat kosong disebelahnya.


Wangi tubuh Selir Mimi yang lembut dan menggoda segera menyeruak masuk kedalam penciuman Wu Song tanpa permisi lagi.


Wangi yang masuk kepenciumannya ini hampir membuat Wu Song terlena.


Selir Mimi tersenyum dan berkata,


"Awu kamu ini kenapa ? kamu terlihat begitu kaku saat bersama wanita."


"Jangan-jangan kamu bukan Kasim ya ?"


ucap selir Mimi bercanda sambil tertawa.


Bagi selir Mimi itu adalah candaan, tapi bagi Wu Song dia sangat terkejut.


Di dalam hati jantungnya Serasa mau terbalik, bila hal ini sampai di ketahui selir Mimi.


Bisa sia-sia waktu dia yang ke buang selama ini, di dalam istana mengumpulkan informasi dan membuat rencana.


Semua bisa kacau berantakan, bila Rahasia dirinya sampai terbongkar.


Sambil berusaha bersikap tenang dan mengurangi sikap kakunya, Wu Song berkata,

__ADS_1


"Yang mulia bisa saja, sekali menjadi Kasim, ya seumur hidup pun tetap adalah seorang Kasim, seorang pria cacat."


"Ahh ..Awu maaf aku telah secara tidak sengaja melukai perasaan mu.."


"Maaf ya ?"


ucap selir Mimi merasa tidak enak hati dan agak sedikit panik.


Wu Song dapat bernafas lega didalam hatinya, ternyata Selir Mimi hanya sedang bercanda dan menggodanya tidak ada maksud lain.


"Tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di maafkan."


"Lupakan saja.."


ucap Wu Song berusaha menghilangkan perasaan tidak enak hati dari Selir Mimi.


Melihat Wu Song tidak tersinggung sama sekali, selir Mimi pun merasa lega.


"Awu kamu jangan kaget, sebenarnya di istana ini aku sangat kesepian."


"Setelah mengenal mu, aku baru merasa punya teman, semakin lama kita bersama aku semakin yakin kamu adalah teman yang bisa ku percaya."


"Jadi malam ini aku akan menceritakan kisah diri ku padamu."


"Bersediakah kamu menjadi teman yang mendengarkan curahan hatiku, Awu..?"


Wu Song cepat-cepat menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Bila Yang mulia percaya kepada Awu, ceritakan saja, Awu janji rahasia ini akan Awu bawa mati bersama Awu."


Selir Mimi menatap Wu Song dengan tatapan penuh rasa haru, dan dia pun berkata,


"Terimakasih Awu.."


"Awu kamu panggil saja aku Mimi tidak perlu ada embel-embel yang mulia, aku kurang nyaman mendengarnya."


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Baik Mimi.."


"Awu aku sebenarnya adalah seorang gadis suku Hui, ayah ku adalah kepala suku Hui."


"Aku sejak kecil sudah punya pasangan, dan kami pun sudah ditunangkan bersama sejak kecil oleh ayahku dengan dia."


"Dia bernama Agoda, ayah Agoda adalah teman akrab ayah ku, makanya kami sudah ditunangkan sejak kecil."


"Sejak kecil pun aku dan Agoda sangat akrab, kami tumbuh besar dan bermain bersama."


"Setelah dewasa kamipun saling mencintai dan bersumpah akan hidup bersama sampai tua."

__ADS_1


"Suatu hari musibah itu pun datang, bangsa khitan yang kuat mulai memperkuat dan memperluas kekuasaan nya."


"Bangsa kami yang kecil bukan tandingannya, sehingga bangsa kami pun dengan mudah ditahlukan nya."


__ADS_2