
Si Bai Cu yang belum menyadari kehadiran Wu Song, dia segera menerkam kearah Wu Song, yang dikiranya adalah salah satu dari kelima gadis cantik yang dia bawa dari rumah Bordil terkenal di kota raja.
Wu Song tentu tidak membiarkan babi gendut menjijikkan yang seluruh tubuhnya penuh dengan keringat yang berbau asem.
Wu Song menyambut kedatangan nya, dengan sebuah tendangan yang tepat mendarat di perutnya.
Sehingga membuat dia jatuh berlutut di depan Wu Song tidak bisa berdiri, dengan nafas putus-putus menahan mules.
Bai Cu kemudian membuka penutup matanya dengan wajah marah ingin berteriak, tapi dia sangat terkejut.
Saat melihat Wu Song yang tidak dia kenal muncul di kamarnya.
Bahkan berani menendang perutnya sampai terasa begitu mules.
Dari rasa terkejut berubah menjadi emosi, dia segera bangun berdiri dan menunjuk muka Wu Song sambil berteriak,
"Siapa kamu bangsat...berani berbuat onar di sini..!?"
"Kamu tahu siapa...!"
Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Wu Song sudah menampar wajahnya hingga jatuh terpelanting.
Dengan wajah bengap berwarna merah biru menghiasi pipinya yang gemuk putih.
"Penga.. !!"
Lagi-lagi sebelum selesai dia mengeluarkan teriakan, untuk memanggil pengawalnya
Wu Song sudah lenyap dari tempat dia berdiri tadi, muncul di hadapan nya dengan tiba-tiba, meninju hidungnya hingga berdarah.
Kini wajahnya sudah babak belur dibuat Wu Song.
Dia mulai diwarnai ketakutan, menyadari kemampuan Wu Song yang jauh berada di atasnya.
"Serahkan cap simbol kekuasaan militer pada ku.."
ucap Wu Song dingin sambil mengulurkan tangannya kearah Bai Cu.
Bai Cu ketakutan langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Harap Pendekar Besar mengampuni nyawa ku."
"Aku akan menuruti semua permintaan tuan Pendekar.."
"Tidak perlu banyak bicara, serahkan stempel militer mu..cepat..!"
Bai Cu merangkak ketakutan, menghampiri ranjang tempat tidur .menekan sebuah tombol kecil.
Sebuah kotak kayu terbuka di bawah tempat tidurnya, dia dengan gugup dan buru-buru mengeluarkan sebuah bungkusan berwarna kuning
Menyerahkannya kepada Wu Song dan berkata
"Ini..ini barang yang tuan Pendekar kehendaki, ambil lah, tapi tolong lepaskan aku."
__ADS_1
Wu Song menatapnya dengan jijik, menyambar bungkusan kain tersebut.
Mengeceknya sebentar, kemudian menotok tubuh Bai Cu hingga tidak bisa bergerak dan bersuara.
Wu Song tersenyum kepada kelima gadis yang kini sedikit takut melihat kelihaian Wu Song.
"Terimakasih.."
ucap Wu Song
Kemudian, menarik rambut Bai Cu menentengnya berkelebat cepat menghilang dari tempat tersebut.
Membiarkan kelima gadis yang masih berdiri bengong terpesona oleh senyum yang Wu Song tinggalkan.
Wu Song sambil melayang diudara berkata dengan suara dingin,
"Tunjukkan kediaman Pai Mao saudara mu itu pada ku..!"
Wu Song menotok tengkuk sigendut Bai Cu, sehingga dia kini bisa menggerakkan anggota tubuhnya lagi.
Dengan wajah ketakutan dan meringis menahan sakit di kulit kepala nya, karena rambutnya ditenteng oleh Wu Song sambil terbang.
Bai Cu buru-buru menunjuk kearah kompleks bangunan istana.
Wu Song pun melesat ke arah yang ditunjuk oleh Bai Cu, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah bangunan besar yang di jaga dengan ketat.
Wu Song dapat bergerak bebas karena dia melayang di atas udara, tersamarkan oleh kegelapan malam.
Jadi tidak ada yang menyadari kehadiran nya, kalau pun ada yang melihat sekilas mereka juga mengira itu bayangan seekor burung besar yang terbang melewati area itu.
tanya Wu Song dingin.
Bai Cu buru-buru menunjuk kesebuah kamar besar yang terang benderang.
Wu Song menggunakan sentilan jari matahari melumpuhkan beberapa penjaga di depan kamar, hingga mereka hanya berdiri mematung tidak bisa bergerak.
Wu Song berjalan santai lewat di depan mereka , sambil menyeret si gendut Bai Cu.
Mendorong pintu memasuki kamar tersebut.
Terdengar suara dari dalam kamar di balik pembatas kamar yang sedikit transparan.
"Siapa di sana..berani datang mengganggu ku malam-malam.!?"
Wu Song yang bermata tajam dapat melihat dengan jelas, Jendral Bai Mao terlihat polos tanpa busana.
Sedang menindih seorang gadis muda yang meringkuk ketakutan sambil menangis tertahan.
Melihat pelecehan yang sedang berlangsung di depan matanya.
Wu Song tanpa banyak basa-basi langsung, menyerang Jendral Bai Mao dengan jari matahari dari jarak jauh.
Sebuah sinar merah melesat secepat kilat, menembus pembatas.
__ADS_1
tepat mengenai jalan darah di tengkuk Jendral Bai Mao.
Sehingga dia langsung terkulai lemas menimpa tubuh gadis kecil di depan nya.
Wu Song menutup matanya berkelebat menarik rambut Bai Mao, menyeretnya meninggalkan gadis yang sedang ditindihnya.
Wu Song menggunakan kakinya menyontek sebuah jubah yang tergeletak dilantai menutupi tubuh gadis itu.
Lalu dia membuka kembali matanya dan menyeret rambut Bai Mao dan Bai Cu meninggalkan tempat tersebut.
Bai Mao yang ketakutan sampai terkencing-kencing memohon ampun kepada Wu Song.
Wu Song menatap tajam Bai Mao membuka totokan nya dan berkata,
"Serahkan stempel kekuasaan militer mu.. cepat...!"
Bai Mao buru-buru menghampiri sebuah lukisan pemandangan, menggeser lukisan tersebut.
Memutar sebuah roda kecil yang terletak di belakang lukisan, tak lama kemudian di Ding disebelah lukisan terbuka otomatis.
"Bai Mao dengan buru-buru mengambil sebuah bungkusan kuning menyerahkan pada Wu Song.
Wu Song mengangguk puas dan menyimpannya kedalam cincinnya.
Kemudian sambil menatap Bai Mao dengan dingin Wu Song berkata,
"Sekarang tunjukkan di mana kamu menahan Pangeran Shi Ma Yan dan Jendral Kam..!"
Bai Mao mengangguk cepat, menunjukkan arah yang harus di ambil oleh Wu Song.
Saat para pasukan pengawal berlarian datang, Wu Song sudah pergi meninggalkan tempat tersebut, membawa Bai Cu dan Bai Mao.
Mengikuti petunjuk di bawah pengarahan Bai Mao, Wu Song akhirnya tiba di kawasan penjara yang di jaga dengan ketat oleh ribuan tentara.
Yang terus melakukan ronda berkeliling tanpa henti.
Wu Song tidak mau banyak membuang waktu, membereskan mereka satu persatu.
Dia langsung muncul di depan mereka, berjalan santai sambil menyeret Bai Cu dan Bai Mao.
Kemunculan Wu Song yang tiba-tiba membuat para pasukan penjaga terkejut, mereka segera maju melakukan pengepungan terhadap Wu Song.
Dengan Tombak terhunus kearah Wu Song,sambil berteriak,
"Penyusup...penyusup...penyusup...!!""
Untuk mengundang rekan-rekan penjaga lainnya.
Wu Song berdiri tenang sengaja menunggu mereka semua berkumpul.
Setelah itu dia baru melepaskan aura lembut dari tubuhnya yang membuat semua yang ada di sana jatuh tertidur pulas.
Termasuk kedua Bai bersaudara, Wu Song kemudian melangkah santai, memasuki sel tahanan mencari-cari Pangeran Shi Ma Yan dan Jendral Kam.
__ADS_1
Wu Song menemukan Penjara Jendral Kam lebih dulu, pria yang bertubuh tinggi besar itu lebih mudah ditemukan.
Jendral Kam sepasang kaki dan tangan nya terikat rantai, dia sedang duduk dilantai bersandarkan tembok.