LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENDATANGI KOTA WAN


__ADS_3

Shi Ma Yan menatap Wu Song penuh permohonan.


Wu Song mengedipiinya memberi kode agar dia bersabar.


Shi Ma Sian dengan gaya elegan dia mengambil sepotong pangsit rebus kering mencicipi nya.


Begitu pangsit tersebut masuk kedalam mulutnya yang kecil, dia memejamkan sepasang matanya yang indah.


Kini yang terlihat hanya bulu matanya yang indah bergerak-gerak, dan Kepalanya mengangguk-angguk.


Kemudian dia mengambil sendok sup dan mencoba Sup pangsit kuah didepan nya.


Dia meniup pelan beberapa kali, sehingga bau wangi sup menerpa ke wajah kakaknya.


Shi Ma Yan menatap sampai menelan ludah nya, melihat hal itu Wu Song menjadi kasihan.


Ketika Shi Ma Sian menutup matanya saat mencicipi rasa sup nya, dengan gerakan cepat Wu Song mengambilkan masing-masing sepotong pangsit.


Meletakkan di mangkuk Shi Ma Yan, yang langsung berseri-seri.


Dia langsung memakannya karena buru-buru dia tidak meniupnya dulu.


Sehingga ketika isi pangsit yang mengandung sedikit air dan minyak panas, mengenai lidahnya dia terlihat kepanasan sambil membuka mulutnya.


Terlihat seperti ikan koki minta makan, Wu Song hanya tersenyum melihat kelakuan kaisar muda ini.


Shi Ma Yan memberikan tanda jempol ke arah Wu Song tanda bahwa pangsitnya enak, meski kepanasan tapi dia masih bisa merasakan kelezatan kulit dan isi pangsit tersebut.


Shi Ma Sian cemberut melihat tingkah kakaknya yang kembali mencuri makanan nya.


Sambil tersenyum lembut Shi Ma Sian berkata,


"Song ke ke pangsit dan mie buatan mu sangat lezat, bisakah kamu mengajari ku cara memasaknya ?"


Wu Song tersenyum dan berkata,


"Sekarang tidak bisa, tapi aku janji kapan ada waktu aku pasti kembali kemari mengajari mu."


"Sekarang aku harus segera pergi ke kota Wan untuk menyelesaikan tugas ku."


"Kamu makan pelan-pelan saja, terimakasih atas masakannya tadi, masakan mu sangat enak."


"Aku seumur hidup baru pertama kali merasakan masakan seenak itu, terimakasih aku pamit dulu."


"Yang mulia aku permisi..!"


ucapan belum selesai orang Wu Song sudah menghilang dari hadapan mereka berdua.


Shi Ma Yan tidak kaget karena dia sudah mengetahui kesaktian Wu Song yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Berbeda dengan Shi Ma Sian dia sangat terkejut saat Wu Song bisa menghilang begitu saja.


"Kakak apakah Song ke ke bukan manusia ?"


tanya Shi Ma Sian sambil menatap kakaknya.


Shi Ma Yan tertawa dan berkata,


"Kalau dia bukan manusia ? lalu dia apa, hantu ?"


Shi Ma Sian kembali jengkel melihat kakaknya bukan nya menjelaskan pertanyaan nya, malah meledek dan menertawainya.


Shi Ma Sian langsung membawa makanan di depannya dan ingin pergi dengan bibir cemberut.


"Ehh..! tunggu dulu, baiklah kakak akan jelaskan ok, taruh dulu makanannya."


"Makanan itu terlalu banyak, sebagai gadis kamu gak boleh makan banyak-banyak tar kalau jadi gendut gak ada yang mau sama kamu."


ucap Shi Ma Yan berusaha membujuk adiknya.


"Biarin..itu bukan urusan mu...!!"


ucap Shi Ma Sian jengkel, tapi dia sudah menaruh kembali makanan ditangannya tadi.


Melihat hal ini Shi Ma Yan tersenyum lebar, dia tahu kata-katanya barusan sudah termakan oleh adiknya.


Hanya saja dia gengsi mengakuinya, Shi Ma Yan cepat-cepat berkata,


Shi Ma Sian mengangguk lega, kemudian dia mencoba dua biji pangsit dan minum dua teguk sup nya.


Setelah itu dia berkata,


"Melihat wajah kakak aku jadi tidak berselera, aku kembali ke istana ku dulu, permisi."


Kemudian dia pun berjalan pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Shi Ma Yan tersenyum penuh kemenangan, tanpa basa-basi lagi, semua pangsit dan mie buatan Wu Song berpindah ke perutnya.


Dia kini terlihat duduk berselonjor di sandaran kursi, kekenyangan sampai perutnya agak meruncing kedepan seperti ibu hamil 6 bulan.


Wu Song sendiri sambil terbang menuju kota Wan, dia menggunakan telepati menghubungi gurunya dan Lu Fan meminta bantuan mereka


Membantu mengusir kerajaan Goguryeo dan mengusir bangsa khitan.


Baik gurunya Lu Sun maupun Lu Fan mereka menyanggupinya, Lu Sun berangkat membawa Xue Yen, sedang kan Lu Fan bergerak sendirian.


Siau Ching yang kemampuannya tidak setinggi Xue Yen tidak ikut, dia menjaga Lu Ping dan Se Se yang perutnya semakin hari semakin besar.


Lu Sun tidak terlalu khawatir dengan lembah, karena di situ selain Siau Ching masih ada guru Xiang Lung dan Giok Yen.

__ADS_1


Selain itu masih ada mahluk mengerikan yang bersemayam di sana, menjalani hukumannya.


Bahkan kaisar langit para dewa dan Arahat pun sungkan kepadanya.


Wu Song tiba di kota Wan, melihat penjagaan kota Wan yang ketat dan rapi, Wu Song semakin kagum dengan kepemimpinan Yue Fei.


Tapi bagaimanapun hari ini Wu Song harus tahlukan kota Wan dan mengambilnya kembali dari tangan Pasukan Rajawali Merah.


Wu Song mengeluarkan suling hitamnya dan mulai meniupnya sambil melayang di atas benteng kota.


Awalnya tidak ada yang menyadari kedatangan nya, tapi begitu irama alunan suara sulingnya yang merdu keluar.


Semua penjaga benteng sangat terkejut, dalam hitungan detik, mereka semua terjatuh, tidak bisa berdiri.


Kedua kaki mereka kehilangan tenaga, sesaat kemudian mereka pun pingsan.


Tapi Pasukan Rajawali Merah masih sanggup berdiri dan berusaha bertahan.


Tapi mereka tidak sanggup bergerak, seluruh wajah dan tubuh mereka basah keringat.


Wajah mereka pucat, tapi mereka masih berusaha mati-matian bertahan.


Akhirnya mereka semua juga satu persatu mulai jatuh berlutut.


Tidak kuat menahan tekanan suara suling yang semakin lama semakin dahsyat.


Terdengar pekik kemarahan seekor burung Phoenix Api perwujudan Sin Yi yang menerjang kearah Wu Song, disusul dengan sesosok bayangan yang menyerang Wu Song dengan pukulan 18 Tapak Penahluk Naga, yang disertai Tenaga Im Yang Sen Kung.


Tapi mereka berdua terpental sebelum bisa mendekati Wu Song yang di lindungi hawa lembut penuh kedamaian yang berasal dari tubuhnya.


Saat Sin Yi ingin kembali menyerang Wu Song Yue Fei menahannya dan berkata,


"Sayang dia tuan penolong kita...jangan sembarangan kita bukan lawannya.!"


Sin Yi menunda serangannya, mencoba melihat wajah Wu Song yang mengeluarkan cahaya menyilaukan mata.


Seperti matahari, sehingga wajah aslinya sulit dikenali.


Wu Song menghentikan tiupan sulingnya, lalu mendarat ringan didepan Yue Fei dan Sin Yi sambil tersenyum berkata,


"Apa kabar kalian,..? maaf kita bertemu dalam keadaan seperti ini.."


"Kabar kami sangat baik, terimakasih banyak,


ini semua berkat kebaikan anda, sehingga kami bisa hidup berbahagia bersama."


ucap Yue Fei penuh hormat.


"Maaf aku datang mengganggu ketenangan kalian, tujuan kedatangan ku adalah mengambil alih benteng ini.."

__ADS_1


ucap Wu Song tenang.


__ADS_2