LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KESADISAN LU FAN


__ADS_3

Seluruh orang yang ada di sana kembali di buat terkejut dengan kemampuan Lu Fan.


Mereka kini mulai tahu, cara Lu Fan bisa muncul tiba-tiba di atas benteng, ternyata Lu Fan datang dari atas sana.


Lu Gan sendiri melesat kearah Souw Chun, Lu Fan ingin menggunakan kecepatan maximal nya.


Sayang nya kedua mahluk yang dia tenteng di tangannya kesulitan bernafas, Lu Fan khawatir mereka berdua meninggal dalam perjalanan.


Maka permainan menjadi tidak asyik lagi, Lu Fan ingin menyaksikan kemarahan dan kesedihan Bun Houw saat menyaksikan keadaan bawahan nya.


Lu Fan ingin Bun Houw merasakan apa yang dia rasakan, agar tahu gimana rasanya kesedihan kekecewaan penyesalan dan kemarahan seperti yang dia alami.


Sebenarnya Lu Fan masih belum sepenuhnya puas, masih ada satu hal yang mengganjal dalam pikirannya.


Bagaimana cara membalas agar Bun Houw merasakan kesedihan yang di rasakan oleh Yi Yi.


Lu Fan masih memikirkannya sambil jalan.


Lu Fan seperti berubah menjadi seseorang yang lain, Lu Fan yang lugu lucu periang dan baik hati.


Kini berubah menjadi Lu Fan yang menyimpan kemarahan dan kebencian yang sangat besar, yang membentuknya menjadi sadis kejam tanpa belas kasihan.


Dengan bakat dan kemampuannya yang mengerikan, perubahan ini bisa membawa bencana besar buat dunia.


Hal inilah yang selalu di khawatirkan oleh Ketiga orang tuanya bila Lu Fan muncul di dunia ramai.


Mereka bertiga menjadi lega, saat tahu Lu Fan ternyata bergaul dekat dengan Lin Lin seorang gadis yang sangat baik.


Mereka semakin lega saat bertemu dengan ayah Lin Lin, Yao Su seorang pria yang sangat bertanggungjawab, dan punya sifat kesabaran dan welas asih yang tinggi.


Di bawah bimbingan nya, benar saja Lu Fan berubah menjadi seorang anak yang penurut baik dan tidak nakal lagi.


Bahkan Lu Fan dengan tekun mendalami ilmu pengobatan mengobati orang banyak tanpa pamrih.


Tapi sungguh tidak terduga perubahan terjadi begitu cepat, kematian Yao Su kembali memicu darah siluman yang liar yang mengalir dalam tubuhnya.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 hari, akhirnya Lu Fan tiba di perkemahan Bun Houw.


Bun Houw yang sedang berkumpul dengan istri dan tamu pentingnya sedang dalam acara makan siang.


Tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang menebarkan ancaman yang membuat Perasaannya sangat tidak nyaman.


Baru saja Bun Houw mau bicara, terdengar suara yang di kerahkan dengan Chi yang sangat tinggi.

__ADS_1


Menggema di dalam kemah mereka,


"Xie Bun Houw hari ini aku datang mengantarkan hadiah untuk mu keluarlah."


Bun Houw terkejut dia sangat mengenal suara ini, pemilik suara ini adalah orang yang selalu hadir dalam mimpi buruknya selama beberapa hari ini.


Selalu membuatnya susah makan dan susah tidur dengan baik.


Bun Houw segera berdiri dari kursinya ditemani oleh semua tamu penting dan putri Shi Ma Yen istrinya mereka berjalan keluar dari dalam kemah.


Sampai di luar kemah, mereka semua terkejut melihat seorang pria Muda gagah dan tampan, sedang melayang diudara berdiri di atas sebuah awan kecil.


Pria tersebut menenteng ribuan karung besar yang diikat menjadi satu dan menenteng dua buah tubuh yang tidak berbentuk lagi.


Selain Bun Houw tidak ada yang mengenali Lu Fan.


Mereka semua menatap heran dan kesal, melihat kesombongan yang di tunjukkan oleh Lu Fan di hadapan mereka.


Lu Gan tidak menganggap semua yang hadir, dimatanya mereka hanya sekumpulan debu tak berguna.


Lu Fan hanya fokus menatap Bun Houw dengan tajam, perlahan-lahan dia berkata,


"Bun Houw siapa wanita yang di samping mu ? mana Yi Yi ?"


Bun Houw sejenak tergetar mendengar pertanyaan Lu Fan yang seakan-akan menusuk luka lama nya yang belum kering.


"Yi Yi tidak bersama ku, aku telah mengecewakannya, semua sala ku."


"Bila kedatangan mu adalah untuk menuntut keadilan bagi Yi Yi, maka aku tidak ada yang mau di katakan lagi."


"Silahkan cabut nyawaku sekarang juga, agar bisa sedikit mengurangi rasa sesal ku."


ucap Bun Houw sambil berjalan menghampiri Lu Fan dengan gagah.


Lu Fan tertawa terbahak-bahak dan berkata,


"Aku tadinya memang sangat ingin mencabut nyawa mu, tapi setelah ku pikir-pikir itu terlalu enak bagi mu."


"Aku akan membuatmu merasakan apa yang namanya kesedihan di tinggal pergi orang terdekat mu."


"Ini terimalah kado dari ku."


ucap Lu Fan sambil melempar karung dan tubuh Alung ,Zhou Xuan, yang sudah tidak berbentuk manusia.

__ADS_1


Bun Houw dengan terkejut cepat-cepat menyambut kedua tubuh itu.


Dan saat melihat apa yang di sambutnya Bun Houw terbelalak ngeri menatap dua sosok yang berada di tangannya.


Ribuan karung yang terikat terjatuh keatas tanah beberapa karung terlepas dari ikatannya sehingga isi karung terlempar ke luar menggelundung beberapa kepala manusia.


Sisa karung yang masih terikat bagian bawahnya mengalir darah segar membasahi tanah disekitarnya.


Sekilas lihat juga mereka yang hadir di sana semua dapat melihat bahwa yang berada di dalam karung ada kumpulan kepala manusia.


Shi Ma Yen menjerit ngeri bersama pelayan setianya melihat apa yang ada di hadapannya.


Bila tidak ditahan oleh pelayan nya, dia pasti sudah jatuh terduduk lemas ketakutan.


Belum selesai kagetnya seberkas sinar merah melesat secepat kilat menembus dada sampai ke punggungnya.


Melihat tuan putri, sekaligus teman baik dari masa kecilnya kini terkulai lemas dalam pelukannya dengan dada punggung dan mulut mengeluarkan darah.


Pelayan tersebut menjerit-jerit histeris memanggil-manggil tuan putrinya agar bangun.


Bun Houw terkejut mendengar jeritan dari pelayan istrinya, dia segera melesat kembali ke sisi Shi Ma Yen.


Berusaha menotok beberapa jalan darah nya untuk menghentikan pendarahan nya, sambil menyalurkan tenaga dalam ketubuh Shi Ma Yen.


Yang terbaring lemas di dalam pelukannya dengan sepasang mata terpejam.


Beberapa saat kemudian, Shi Ma Yen akhirnya bisa membuka kembali matanya.


Dia mengulurkan tangannya memegang pipi Bun Houw yang basah airmata berusaha menghapusnya dan berkata.


"Sayang... jangan... buang-buang... energi mu.. dengan percuma."


"Maaf aku tidak bisa... mendampingi mu lagi.."


"Meski kita tidak bisa... bersama sampai...tua...


tapi aku... tidak pernah ... menyesalinya. "


"Bisa menjadi istri mu dan...mendampingi mu... adalah kebahagiaan terbesar... dalam hidupku."


"Uhuk...uhuk..huk..huk.. Hoeek...!"


Darah mengucur keras dari luka di dada dan di punggung Shi Ma Yen saat dia terbatuk-batuk dan memuntahkan seteguk darah segar.

__ADS_1


"Sudah jangan banyak bicara lagi Yen er, aku akan menyembuhkan luka mu dulu."


ucap Bun Houw panik dan ingin menyalurkan kembali tenaga dalam nya.


__ADS_2