
Wu Song oleh Utari dan para dayang nya di dandan mengenakan pakaian seperti bangsawan kerajaan lengkap dengan perhiasan-perhiasan.
Wu Song awalnya menolak, tapi berkat bujukan dari Utari akhirnya Wu Song menerimanya meski agak risih.
Karena pakaian adat setempat lebih banyak membiarkan tubuhnya terbuka tanpa baju hanya di tutupi dengan berbagai macam perhiasan.
Untungnya tubuh Wu Song yang terlatih cukup berotot dan tidak berlemak, sehingga Wu Song sedikit lebih percaya diri.
Hanya saja tubuh Wu Song yang putih dan berkulit halus, membuat para wanita terus menatapnya seakan-akan ingin menelanjanginya.
Membuat Wu Song sangat tidak nyaman dan risih, tapi dia terpaksa mengikuti permintaan Utari agar lebih memudahkan nya, meminta bantuan dari kerajaan Wirata sepenuh hati membantunya mencari Lu Ping.
Menurut pikiran Wu Song tidak akan terlalu sulit bila mereka semua serius membantunya, karena pakaian dan penampilan Lu Ping e berbeda dengan penduduk lokal tentu akan lebih memudahkan pencarian.
Saat pesta berlangsung Utari sudah tidak berani merangkul tangan Wu Song lagi, karena Wu Song sudah menegurnya dengan keras.
Bahkan Wu Song mengancam akan pergi bila dia tetap bersikap seperti itu, Utari dengan terpaksa menuruti permintaan Wu Song.
Karena di lubuk hati nya yang terdalam dia ingin menahan Wu Song selama mungkin, meski akal sehatnya berkata, Wu Song tidak mungkin bersamanya suatu hari pasti akan pergi meninggalkannya.
Tapi dia tidak mau menerimanya, asal bisa melihat dan berdekatan dengan Wu Song dia sudah cukup bahagia.
Dalam pesta tersebut tubuh Wu Song yang putih mulus membuatnya menjadi pusat perhatian.
Setelah upacara sembahyang, Raj Wirata berpidato sebentar, setelah itu dia berkata,
"Semua kemenangan ku hari ini adalah berkat bantuan saudara Wu Song ini yang berasal dari daratan tengah."
Raja Wirata melambaikan tangannya ke arah Wu Song dan mempersilahkan Wu Song untuk maju kedepan.
Lalu raja Wirata di dampingi putra dan putrinya berdiri dari kursi menuruni tangga menyambut Wu Song memberi hormat dan mengucapkan terimakasih.
Wu Song pun dengan sungkan membalas penghormatan mereka.
Raja Wirata menatap Utara putranya dan berkat,
"Putra ku coba kamu jelaskan secara rinci bagaimana saudara Wu Song ini membantu kemenangan kita."
Utara berdiri gagah dan menceritakan semua yang dia lihat di Medan pertempuran, setelah mengakhiri ceritanya dia menatap kearah Utari adiknya dan berkata,
__ADS_1
"Untuk kemunculan saudara Wu Song sendiri, berkat hubungan baiknya dengan adik ku,
Utari coba kamu ceritakan bagaimana awal pertemuan mu dengan saudara Wu Song.?"
Cerita pun dilanjutkan oleh Utari sampai selesai.
Semua orang memandang penuh kagum kearah Wu Song, terlebih para wanita mereka semakin terpesona dengan Wu Song dan menyimpan rasa iri, atas keberuntungan Utari bisa bertemu dan mendapatkan pertolongan dari pria setampan dan segagah Wu Song.
Wu Song memberi hormat ke semua yang hadir Kemudian berkata,
"Aku tidak lah sehebat yang di ceritakan oleh pangeran Utara, aku bahkan sangat membutuhkan bantuan kalian semua untuk membantuku mencari istri ku yang terpisah dari ku."
"Namanya Lu Ping dan ini gambar wajahnya, aku berharap kalian semua bisa membantuku menyebar dan mencari informasi dimana
keberadaannya kepada ku."
"Untuk itu aku berterima kasih kepada kalian semua."
Raja Wirata setelah mendengar Wu Song sudah beristri dia agak kecewa, padahal sebelumnya melihat Wu Song dan putrinya Utari begitu dekat dia hendak menjodohkan mereka berdua.
Tapi Wu Song sudah berjasa besar terhadapnya, dia harus berusaha membantu Wu Song menemukan istrinya.
Raja Wirata Kemudian berkata dan menatap semua yang hadir.
"Bagi siapa yang pertama datang melapor dia akan mendapatkan 4 peti koin emas sebagai hadiah dari ku."
Semua yang hadir saling pandang dengan terkejut, mendengar hadiah yang sangat fantastis dan menggiurkan tersebut.
Mereka berlomba-lomba menerima lukisan salinan wajah yang dibuat oleh pelukis istana.
Untuk di sebarkan di wilayah mereka nanti, puluhan kepala suku kecil yang hadir dalam pesta perayaan tersebut tapi duduk di luar istana mereka juga mendapatkan kertas lukisan dari dalam istana.
Salah satu kepala suku mengerutkan keningnya saat melihat gambar wajah di lukisan tersebut.
Dia segera berdiri dan mohon menghadap, para penjaga segera masuk kedalam istana menyampaikan permohonan nya.
Mendengar permohonan tersebut raja Wirata langsung meminta pengawalnya agar mengijinkan nya masuk.
Kepala suku kecil itu kini berlutut di depan raja Wirata dan berkata,
__ADS_1
"Maaf yang mulia raja Wirata, orang yang sedang anda cari, gadis yang sedang kamu cari ini kini dia sedang bertamu di desa ku."
Sebelum raja Wirata sempat berkata Lu Sun sudah berdiri di depan kepala suku itu dan membantunya berdiri.
"Paman apakah kamu serius bagaimana kondisinya sekarang ?"
tanya Wu Song gembira bercampur cemas.
Kepala suku yang bernama Agam segera bercerita singkat kepada Wu Song tentang Lu Ping.
Wu Song mendengarkan semua tanpa berkedip setelah kepala suku Agam selesai bercerita Wu Song baru berkata,
"Paman tolong tunjukkan arah menuju desa mu sekarang, ayo kita berangkat sekarang kesana."
Belum sempat Kepala suku Agam menjawab, terlihat seorang prajurit berlari masuk kedalam istana dengan tubuh penuh luka dan berkata,
"Lapor... lapor yang mulia...! raja Angga dan Pasukan nya kini sedang menuju kemari bersama raja Sisupala dari Chedi."
"Masing-masing membawa 500.000 Pasukan kami sudah berusaha menahannya tapi kami bukan lawannya..."
Setelah memberikan laporan prajurit itu pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Raja Wirata terlihat pucat begitu juga Utara reputasi raja Angga ini bukan main-main kabarnya keperkasaan nya tidak di bawah Bhisma yang agung dari kerajaan Kuru.
Dahulu kacika berhasil memukul mundur pasukan raja Angga hanya lewat kecerdikan dan tipuan bukan lewat adu kesaktian.
Kini dia kembali datang bagaimana mereka bisa sanggup menghadapi nya, apalagi kehadirannya bersama-sama dengan Raja Sisupala dengan jumlah pasukan yang begitu banyak mereka tidak akan sanggup menghadapinya.
Kini pandangan Raja Wirata dan putranya Utara jatuh pada Wu Song, berharap Wu Song bersedia membantu mereka mengatasi masalah ini.
Wu Song menghela nafas panjang, kemudian menatap kearah Utari dan berkata,
"Utari bantu aku temukan istri ku bersama paman Agam bawa istriku kemari."
"Pangeran Utara kamu temani aku pergi menemui musuh yang datang menyerang."
Raja Wirata dan Utara kembali bernapas lega setelah mendengar kesanggupan Wu Song untuk membantu mereka.
Putri Utari sedikit kecewa hatinya di dalam hati dia mengutuki Agam yang mengapa begitu cepat datang melapor.
__ADS_1
Kini Utari tidak punya pilihan selain mengangguk menyanggupi permintaan Wu Song.
.