
Tanah bergetar hebat bangunan kuil Shaolin yang berjarak 3 kilometer dari lokasi pertempuran mengalami goncangan cukup hebat dinding pada retak arca patung banyak yang jatuh dan rusak genteng juga berjatuhan.
Seluruh bangunan kuil mengalami kerusakan cukup parah lantai juga banyak yang retak.
Sementara di lokasi pertempuran meski mengalami guncangan lebih hebat tapi tanah tempat ketiga biksu tua berdiri.
Tidak mengalami guncangan sama sekali tetap stabil ketiga biksu tua itu tetap berdiri dengan kokoh terlindung oleh bayangan Lonceng emas.
Begitu pula tebing dimana gua berada juga terlihat tidak mengalami sesuatu pun, semua dalam kondisi baik-baik saja.
Wu Song yang sedang melayang diudara menebaskan sulingnya dengan jurus Naga Semesta menggetarkan Bumi.
Sebuah sinar kehitaman yang membentuk seekor Naga Hitam yang mengeluarkan suara menggetarkan Jantung.
Meliuk-liuk menghantam Cahaya yang membentuk Lonceng Emas.
Sekali ini hasilnya berbeda aura lembut dari pancaran cahaya emas tidak sanggup lagi menahan Naga Hitam tersebut.
Yang dengan kuatnya menghantam Lonceng emas yang membuatnya bergetar hebat, benturan tersebut menimbulkan ledakan dahsyat di sekitar area pertempuran.
Yang berefek tanah di sekeliling bayangan Lonceng emas anjlok menimbulkan sebuah parit yang lebar dan dalam.
Tubuh ketiga biksu tua tersebut sedikit bergetar, tapi mereka tetap dalam posisinya masing-masing, dan biksu Wu Ming tetap merangkapkan sepasang tangannya didepan dada berdiri kokoh.
Wu Song melontarkan jurus kedua, kini awan hitam bergulung-gulung langit yang sedang gelap menjadi semakin gelap bulan tidak lagi terlihat, kini hanya terlihat petir sambar menyambar di angkasa.
Langit berguncang hebat seberkas sinar hitam dari seruling Wu Song. melesat menembus langit kemudian seekor naga Hitam meluncur cepat kearah lonceng emas.
Terdengar suara benturan yang sangat dahsyat membuat seluruh area pertempuran semakin berantakan .
Saat Cakar Naga Hitam dan Moncongnya menghantam Lonceng emas dengan sangat keras.
Menimbulkan retakan lebar di mana-mana dari badan lonceng emas pelindung.
Ketiga biksu tua wajahnya terlihat pucat, meski senyum lembut tetap menghiasi wajah mereka.
Kini mereka bertiga bertahan di area yang berbentuk kawah,.tanah tempat mereka berpijak kini telah menjadi kawah yang dalam.
Wu Song sebenarnya tidak tega, dan tidak ingin melanjutkan pertarungan lagi, tapi bila tidak masuk ke gua itu tidak menemukan Beng San masalah tidak akan beres.
Istrinya Lu Ping tetap akan dituduh sebagai pembunuh tetua Xu San.
__ADS_1
Maju mundur sulit bagi Wu Song.
Wu Song menahan serangan ketiga nya dan berkata,
"Para guru terhormat ku mohon, biarkanlah aku masuk kedalam gua, menemui Susiok Couw kalian sebentar."
"Mari kita hentikan pertempuran tidak perlu ini."
Ketiga biksu tua membuka matanya dan berkata,
"Bila hari ini harus tewas di tangan pemuda luar biasa seperti anda, kami bertiga cukup puas dan tidak akan menyesal.'
"Wahai keempat ponakan murid ku dengarlah kejadian hari ini , tidak di ijinkan seluruh murid Siauw Lim Si terlibat dendam." ucap biksu Wu Ming mengingatkan biksu Hong San dan ketiga adik seperguruannya.
Wu Song tersenyum pahit terpaksa mengeluarkan jurus ketiga, sulingnya di tebaskan dari atas kebawah.
Terlihat sebuah seruling raksasa yang dilingkari seekor naga menebas dari atas kebawah menghantam Lonceng emas yang kini hancur berantakan.
Biksu Wu Ming Wu Sin dan Wu Se melesat keluar dari dalam kawah, menuju kearah Wu Song.
Dengan sepasang telapak tangan terbuka, yang mengeluarkan cahaya emas lembut.
Di belakang mereka tampak jutaan bayangan Buddha ikut melesat kearah Wu Song membayangi gerakan mereka.
Wu Song mengerahkan jurus Naga Semesta membelah bumi, benturan suling dan telapak tangan terjadi dengan dahsyat di udara.
Bayangan jutaan Budha sirna tubuh ketiga biksu tua menabrak dinding tebing di belakang mereka.
Dan jatuh keatas tanah seperti 3 helai handuk basah terlihat tidak bergerak lagi.
Sedangkan kawah tempat mereka berada kini terbelah dua membentuk garis jurang yang sangat dalam.
Hanya tebing diatas gua yang tetap kokoh, hanya ada sebuah goresan melintang membekas di tebing.tersebit.
Dari dalam melesat sesosok cahaya putih yang menyedot tubuh ketiga biksu tua masuk kedalam gua.
Lalu suasana kembali hening dan tenang, Wu Song sudah turun dan kembali berdiri diatas tanah lalu berjalan dengan santai menuju gua yang terletak di bawah tebing.
Saat Wu Song ingin berjalan masuk, muncul sesosok bayangan bercahaya putih mendorong Wu Song mundur kembali ke posisinya.
Wu Song terpental mundur kembali, di depannya berdiri sesosok biksu tua yang umurnya susah ditebak lagi.
__ADS_1
Alis dan jenggotnya sudah putih semua gigi pun sudah tidak ada, tapi wajahnya bersih bebas keriput, sepeti wajah seorang pria berumur 35 tahun, dengan sedikit rona merah di pipinya tanda dia sangat sehat,
Pakaian nya sederhana,. hanya sebuah jubah biksu berwarna kuning pucat.
Matanya menyinarkan kelembutan dan kehangatan sambil tersenyum dia berkata,
"Anak muda di dalam benar tidak ada orang yang kamu cari, pergilah menjauhlah dari tempat ini."
Wu Song menjadi penasaran apa sebenarnya yang terjadi di dalam sana, kenapa para biksu senior ini terus membujuknya meninggalkan tempat itu.
Wu Song menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku akan meninggalkan tempat ini, tapi anda sebagai susiok.couw Siauw Lim Si, harus membantu ku bertanya pada nya."ucap Wu Song sambil menunjuk Hong San."
"Suruhlah dia agar memberitahukan di mana adiknya Beng San berada?"
Biksu tua menoleh kearah Biksu Hong San dan ketiga adik seperguruannya yang sedang berlutut sambil menempelkan dahi mereka di atas tanah.
"Hong San katakanlah di mana adik mu Beng San berada agar masalah tidak berkepanjangan."
Biksu Hong San mengangkat kepalanya dan berkata Couw Se Hui Neng,
"Adik ku melakukan semua ini demi menjaga nam baik ku, kini keadaan telah seperti ini."
"Aku hanya bisa mundur dari jabatan sebagai ketua Siauw Lim Si dan menerima hukuman, atas semua perbuatan yang mencoreng nama baik Siauw Lim Si."
Biksu Hong San tiba-tiba berteriak,
"Arrrghh...!!"
Lalu dia menotok beberapa bagian tubuhnya dan jatuh terduduk lemas tidak bertenaga.
Dia telah musnahkan seluruh kekuatan dan kemampuan berkultivasnya, kini dia sudah berubah menjadi seorang cacat yang lebih lemah dari manusia biasa.
Ketiga adik seperguruannya tidak sempat mencegahnya, karena tidak menyangka biksu Hong San bisa melakukan hal seperti itu
Mereka bertiga hanya bisa berteriak,
"Suhenggg...! Jangan...!!
"Kenapa Suheng melakukan hal itu.?"
__ADS_1
Biksu Hong San hanya tersenyum belum sempat dia menjawabnya,
Seorang wanita cantik muncul dan langsung memeluknya sambil menangis tersedu-sedu.