
Seorang prajurit berbadan kekar menyeruak keluar dari dalam barisan, dia sambil tertawa-tawa mengangkat kedua tangannya keatas, menanggapi sorakan semangat dari rekan-rekannya.
Sambil berlari ringan dia naik keatas mimbar melalui tangga yang di sediakan.
Setelah memberi hormat kepada si Topeng Besi, dia langsung memasang kuda-kuda.
Lalu berlari maju menggunakan kepalan tangannya menyerang Si Topeng Besi.
Si Topeng Besi tetap berdiri santai, hingga tinju itu mendekat, dia berkata.
"Jurus pertama,..!"
Tubuhnya sedikit miring menghindari tinju prajurit tersebut, kemudian dengan sangat cepat dengan menggunakan punggung telapak tangannya.
Dia menghantam leher depan prajurit itu, prajurit berbadan kekar itu langsung terjatuh berlutut sambil memegangi tenggorokannya dengan kedua tangan.
Sesaat kemudian dia langsung terguling, karena kesulitan bernapas.
Si Topeng Besi cepat berjongkok di sisi nya, membantu mengurut dan memberi totokan di bagian punggung dan tengkuknya.
Sehingga dia bisa kembali bernafas, dan mulai bisa bangun.
Setelah melihat kondisinya sudah membaik, si Topeng Besi pun kembali berdiri dan berkata,
"Bagaimana masih sanggup melanjutkan pertarungan ? bila sanggup pilih senjata yang kamu biasa gunakan."
Si Topeng Besi sendiri mengambil sebatang tombak dari rak senjata, berdiri santai menunggu prajurit itu.
Prajurit itu begitu pulih, dia segera bangun memilih sebuah senjata tombak, bersiap melakukan serangan ke dua kalinya.
Sebenarnya dia sudah keder, setelah menghadapi gebrakan pertama tadi.
Tapi karena gengsi dia tetap mengambil senjata, dan ingin mencobanya sekali lagi.
Dia membawa tombaknya yang terarah ke si Topeng Besi, saat masuk dalam jangkauan, dia mulai menusukkan tombaknya kearah dada Si Topeng Besi.
Si Topeng besi memiringkan sedikit badannya dan berkata,
"Jurus pertama..!"
Tombak Si Topeng Besi memukul tangan si prajurit yang memegang tombak, tombak pun terlepas dari pegangannya.
Ujung mata tombak kini menempel di leher prajurit itu, prajurit itu berdiri terpaku tidak berani bergerak.
Si Topeng Besi menarik kembali Tombak nya, sambil melihat kearah kerumunan Pasukan dia berkata,
"Berikutnya siapa lagi..!?"
Dari kerumunan para prajurit muncul seorang pemuda berumur 20 tahunan, sekilas lihat pemuda tersebut sedikit mirip Lu Fan.
Tingginya mencapai 2 meter seluruh tubuhnya penuh dengan otot melingkar-lingkar, wajah dan tatapan matanya terlihat garang.
__ADS_1
Di kalangan Pasukan dia terkenal dengan panggilan Akui ( Si Hantu).
Karena keganasannya di Medan perang dia diberi julukan oleh teman-temannya.
Tenaganya sangat besar, hanya saja otaknya kurang pintar, dia juga buta huruf, jadi sering menjadi olok-olok an oleh temannya.
Melihat yang maju adalah Akui, sorak Sorai dan tepuk tangan dari teman-temannya memenuhi sekitar tempat itu.
Akui berlari keatas mimbar langsung memilih sebatang golok dan sebuah perisai dari rak senjata.
Dia kemudian memukul-mukul perisai dengan punggung goloknya, menatap tajam kearah si topeng besi, dengan suara berat dia berkata,
"Majulah kemari..!"
Si Topeng Besi berjalan santai mendekatinya, saat saling berhadapan si Topeng Besi kembali berteriak,
"Jurus kedua..!"
Tombaknya ditusukkan lurus kearah mata Akui, Akui langsung mengangkat perisainya, menangkis tombak tersebut.
Begitu perisai terangkat menangkis serangan tombak, ternyata serangan tersebut hanya pancingan.
Secepat kilat ujung tombak bagian belakang menghantam dengkul Akui, lalu tombak mengait belakang kaki Akui.
Sehingga tanpa bisa di cegah aku jatuh terjengkang kebelakang.
Si Topeng Besi bergerak maju 2 langkah kedepan dan berteriak
"jurus pertama..!"
Kini diantara para pasukan mulai ragu untuk maju, setelah melihat rekan mereka ditahlukan tidak sampai satu jurus.
Mereka mulai salut dan kagum dengan si Topeng Besi.
Karena diantara para prajurit tidak ada lagi yang berani maju mencari penyakit.
Kini komandan mereka yang maju menggantikan prajurit tadi.
Begitu maju dia mencungkil tombak yang berada di atas lantai dengan kakinya.
Lalu di memutar-mutar tombaknya seperti kitiran, dan memasang ancang-ancang menyerang dengan tombak terarah ke si Topeng Besi.
Dia kemudian sambil berteriak keras, menendang lantai dengan kaki belakangnya, lalu bergerak melayang dengan tombaknya, memberikan beberapa tusukan kearah Si Topeng Besi.
Si Topeng Besi terlihat bersikap tenang, begitu tusukan datang, dia menyapukan tombak nya menangkis dari samping, sambil berteriak,
"Jurus pertama...!"
Gerakannya sama dengan gerakan tadi, hanya setelah menangkis tombak dia tusukan dengan cepat kearah sanggul rambut komandan tersebut.
Komandan itu sangat terkejut, segera membuang diri bersalto kebelakang, tapi sanggulnya sudah terkena tusukan tombak dan terlepas sehingga rambutnya terurai berantakan.
__ADS_1
Komandan itu sangat terkejut, bila Si Topeng Besi tadi menginginkan nyawanya, dengan menusukkan lebih kebawah, bisa jadi kepala atau lehernya sudah termakan tombak itu.
Komandan itu mundur teratur memberi hormat kearah Si Topeng Besi, lalu turun dari mimbar dengan wajah merah menahan malu.
Panglima Sie dan Ketiga Jendral nya, menatap dengan kagum kepada Si Topeng Besi.
Mereka sadar si Topeng Besi tidak menggunakan tenaga sakti maupun ilmu ringan tubuhnya.
Dia hanya bergerak dengan tenaga kasar saja, untuk menunjukkan keefektifan jurus sederhana yang akan dia ajarkan.
"Selanjutnya siapa lagi. ?!"
tanya si Topeng Besi.
Tapi seluruh pasukan kini hanya diam.
Di awali oleh ke 5 komandan mereka yang berlutut memberi hormat kepada Si Topeng Besi.
Semua pasukan pun menyusul berlutut dengan kaki sebelah kearah Si Topeng Besi sambil berkata,
"Kami semua akan mengikuti petunjuk dari tuan Pendekar."
Si Topeng Besi memberi tanda agar mereka semua berdiri dan berkata,
"Ayo berbaris dan bersiaplah kita mulai latihan kita sekarang..!"
"Aku hanya akan mengajarkan kalian 5 jurus saja, tapi bila kalian latih dengan serius, kelak di Medan perang akan sangat berguna."
"Perhatikan baik-baik, kita memulai nya, Si Topeng Besi mulai berteriak "satu...!"
Lalu dia bergerak menunjukkan jurus pertama dengan pelan, dan terus di ulang-ulang.
Semakin lama semakin cepat dan bertenaga.
Kemudian dia mulai berteriak "satu..!"
Seluruh pasukan bergerak sendiri, dia memperhatikan dari atas mimbar, bila ada yang salah dia akan meminta orang tersebut keluar dari barisan.
Kemudian mengumpulkan semua yang gerakan nya masih salah diberi petunjuk ulang sampai gerakannya sempurna.
Si Topeng Besi memberikan pelatihan ini, sambil berganti-ganti tempat, karena jumlah pasukan yang sangat banyak.
Jadi Si Topeng Besi membaginya menjadi 3 kelompok.
Latihan terus berlanjut hingga matahari terbenam, dia baru menyudahi latihan jurus pertama.
Di akhir acara pelatihan, si Topeng Besi, memberi saran kepada mereka
"Kalian tidak boleh berhenti berlatih, jangan pernah bosan,
Karena itu adalah dasar kalian untuk tetap selamat dan memenangkan pertempuran."
__ADS_1
Si Topeng Besi juga memberi mereka semangat dengan berkata.
"Tidak ada yang mustahil di dunia ini, mereka Pasukan Rajawali Merah dan kalian sama saja,i."