
Saat tiba di pelabuhan Guan Du yang terletak di antara Luo Yang dan Chen Liu.
Wu Song sangat terkejut melihat perkemahan besar Pasukan Pimpinan Jendral Wu masih ada di dekat Guan Du.
Apa yang terjadi pikir Wu Song dalam hati, dia segera melayang turun di depan perkemahan utama milik jendral Wu.
Begitu Wu Song muncul dia langsung di kepung ratusan Pasukan penjaga di bawah pimpinan seorang komandan pasukan.
Wu Song tanpa banyak bicara langsung mengeluarkan token pemberian Shi Ma Yi.
Melihat lambang itu, komandan pasukan langsung menjatuhkan diri berlutut, diikuti oleh seluruh pasukan pimpinannya.
Wu Song melangkah memasuki perkemahan sambil berkata,
"Kalian semua bangunlah,! lanjutkan tugas kalian..!"
Mendengar ucapan Wu Song mereka semua baru berani berdiri mengikuti komandan mereka.
Jendral Wu yang terlihat sedang duduk memegang kepalanya menatap peta, sangat terkejut saat menyadari yang datang mengunjunginya adalah Wu Song.
Dia segera berdiri dari duduknya, kemudian berlutut di hadapan Wu Song dan berkata,
"Maafkan ketidakmampuan hamba dalam memimpin tuan muda Wu Song."
"Aku tidak bisa menjalankan tugas ku dengan baik ini salah ku, hukum saja aku..tuan muda Wu.."
ucap Jendral Wu sambil berlutut dengan kepala tertunduk.
Wu Song menyentuh bahu Jendral Wu dan membangunkannya, sambil berkata,
"Jendral Wu ada kesulitan apa mari kita bicarakan dengan tenang, tak perlu seperti ini."
Jendral Wu Setelah berdiri mengajak Wu Song melihat peta dan menunjuk dermaga Guan Du.
sambil berkata,
"Tuan muda Wu Song, dermaga ini di kuasai oleh pasukan Rajawali Merah dibawah komandan jendral Yang."
"Mereka adalah sisa dari pasukan Rajawali Merah yang berjumlah 5000 personil, sengaja di tempat kan di dermaga Guan Du."
"Sebelum kejadian pembantaian menghebohkan di kota Chen Liu terjadi."
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Kekuatan mereka meski hanya 5000 personil, tapi bila ingin melakukan pertempuran kekerasan, kita akan kehilangan 500.000 Pasukan."
Jendral Wu mengangguk membenarkan dan berkata,
__ADS_1
"Oleh karena itu aku hanya bisa memancing dan menghujani mereka dengan anak panah lewat pertempuran jarak jauh."
"Tapi mereka sangat cerdik setelah kehilangan 1000 personil dalam pertempuran tersebut."
"Mereka memilih bertahan dan membuat pelindung di dalam dermaga.
Sehingga panah kami tidak bisa menjangkau mereka."
"Hal inilah yang membuat aku kesulitan menjalankan tugas ku."
Wu Song mengangguk dan berkata,
"Besok pagi siapkan 4000 personil ikut dengan ku lindungi lubang telinga mereka dengan kapas, tunggu kode dari ku."
"Begitu kode ku lepaskan, segera menyerbu kedalam Dermaga untuk meringkus Pasukan Rajawali Merah."
"Sekarang jangan banyak berpikir istirahatlah dengan baik, urusan Guan Du besok pagi serahkan pada ku."
Jendral Wu mengangguk gembira, dia sudah mendengar kabar dari Jendral Kam, bagaimana sakti'nya Pendekar Suling Hitam ini.
Besok dia bisa menyaksikan dengan matanya sendiri, untuk membuktikan cerita jendral Kam yang di rasanya melebih-lebihkan.
Keesokan paginya Wu Song berjalan mendekati dermaga Guan Du seorang diri, sedangkan ke 4000 personilnya, bersiaga di luar wilayah jarak jangkauan anak panah.
Wu Song berdiri didepan dermaga mengeluarkan suling hitamnya dan meniupnya.
Wu Song juga tidak menghiraukan orang-orang yang bersenjata tombak dan golok sedang berlari menuju kearahnya.
Begitu irama suling ditiupnya, semua pasukan Rajawali Merah baik yang sedang berlari kearahnya maupun yang menembakkan anak panah kearahnya.
Semua nya jatuh berlutut, tidak bisa bergerak, mereka merasa ada kekuatan halus menekan mereka sehingga kesulitan bergerak.
Sedangkan anak panah yang mereka lepaskan kearah Wu Song tidak ada satupun yang dapat menyentuh Wu Song.
Semua nya runtuh jatuh keatas tanah, tertahan oleh energi pelindung yang terpancar dari tubuh Wu Song.
Wu Song segera memberi kode kearah Pasukannya untuk bergerak.
Tidak sampai setengah jam, semua sisa pasukan Rajawali Merah sudah berhasil di ringkus.
Diikat tangannya dan di dorong keluar dari dalam dermaga, oleh pasukan yang Wu Song bawa tanpa bisa melakukan perlawanan.
Jendral Yang yang merupakan komandan pasukan yang telah lama mengikuti Bun Houw.
Juga ikut tertangkap.
Jendral Wu mengatur Pasukan nya untuk mengawal mereka ke Luo Yang, untuk di masukkan ke penjara.
__ADS_1
Untuk menghemat waktu yang lama tertunda, Wu Song memimpin sendiri bersama jendral Wu untuk menahlukkan dermaga Bai Ma.
Yang di kuasai oleh kerajaan khitan (Liau Dong)
Wu Song menggunakan sebuah perahu kecil mendekati dermaga, sambil memainkan irama suling nya.
Hingga seluruh pasukan Liau yang di tempatkan untuk menjaga dermaga tertidur pulas, tidak dapat melakukan perlawanan sama sekali.
Setelah itu Wu Song melepaskan kode agar Pasukan Jendral Wu bergerak menguasai dan mengamankan dermaga Wu.
Tanpa membuang waktu, hari itu juga Wu Song meminta Jendral Wu membawa 100.000 Pasukan pergi memancing Pasukan Liau yang menguasai kota Ye keluar menyambut mereka.
Wu Song sendiri menunggu di bendungan yang dibiarkan tanpa penjagaan sama sekali.
Karena Pasukan bar-bar tidak pernah berpikir kelemahan dari pertahanan kota Ye yang memiliki tembok benteng kota yang tinggi dan tebal.
Ditambah dengan sungai kecil yang mengelilingi kota tersebut, membuat orang sukar untuk menahlukkan benteng tersebut, justru terletak pada bendungan dan sungai yang mengelilingi kota tersebut.
Wu Song duduk santai di dekat bendungan menunggu kode dari Jendral Wu.
Belum juga Jendral Wu sampai di depan gerbang kota melakukan tantangan.
Pasukan kerajaan Liau pimpinan Yelu Chi, langsung keluar dari dalam benteng.
Melakukan pengejaran kearah Pasukan Jendral Wu dalam jumlah 5 kali lipat lebih banyak.
Jendral Wu pura-pura ketakutan memimpin pasukannya melarikan diri keatas sebuah bukit tandus.
Melihat hal itu Yelu Chi sangat gembira dia segera mengejar dan melakukan pengepungan.
Dia ingin membuat pasukan Jendral Wu menyerah kehausan tanpa bisa melakukan perlawanan.
Tapi di luar dugaan, begitu Jendral Wu melepaskan kode, Wu Song di sana menghancurkan bendungan.
Seluruh pasukan Liau, pimpinan Yelu Chi, tersapu air hingga tenggelam semua,
Sebagian besar mati, hanya sebagian kecil yang hidup bertahan di atas papan kereta yang hancur tersapu air.
Yelu Chi juga selamat, tapi dia tertangkap hidup-hidup Oleh Pasukan jendral Wu tanpa dapat melakukan perlawanan yang berarti.
Dengan jatuhnya jendral Yelu Chi dan Pasukannya, ditambah kota Ye di kepung banjir.
Sisa pasukan kerajaan Liau di bawah pimpinan Jendral Yalina yang berjumlah 30.000 personil., membuka pintu gerbang menyerahkan diri, tanpa bisa melakukan perlawanan lagi.
Yalina adalah putri pertama kerajaan Liau dan Yelu Chi adalah suaminya, yang merupakan ksatria terbaik kerajaan Liau.
Dengan tertangkapnya jendral Yelu Chi dan putri Yalina, maka kota Ye bisa di kuasai kembali oleh jendral Wu.
__ADS_1