LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERTEMU SELIR MIMI


__ADS_3

Wu Song tidak banyak membantah dia mengikuti seorang Kasim cilik yang mengantarnya menunggu dan beristirahat di sebuah kamar yang mewah dan bersih.


Wu Song di dalam hati berpikir, kamar buat tamu saja semewah ini, bagaimana dengan kamar pribadinya.


Rase tua ini sungguh tidak mudah.


Wu Song tidak memiliki pilihan lain, selain menanti dengan sabar di kamar yang disiapkan untuk dirinya.


Makanan enak mewah dan berbagai macam camilan diantar oleh Kasim cilik ke kamar nya.


Wu Song di dalam hati berpikir,


kenapa aku merasa seperti seekor sapi yang di kasih makan sekencang-kencangnya baru disembelih.


Wu Song akhirnya menepis pikirannya sendiri, buat apa berpikir terlalu jauh nikmati saja.


Kalaupun aku benar di jebak sekalipun, dengan kemampuan ku.


Siapa yang bisa menghentikan ku melarikan diri.


Wu Song terlihat mulai menikmati apapun pelayanan yang di berikan kepadanya, tanpa banyak pikir lagi.


Wu Song kemudian menghabiskan waktunya dengan tiduran sambil berkultivasi.


Dia tidak berani konsen full berkultivasi, di mana saat konsen full berkultivasi, tubuhnya bisa melayang di udara dan mengeluarkan cahaya bergambar Patkwa disekitarnya.


Jadi dengan berbaring sambil mengatur nafas dia tidak terlalu menarik perhatian, orang yang diam-diam mengamatinya, hanya mengira dirinya sedang tidur.


Dengan berkultivasi tidak terasa kentongan ke tiga pun terdengar sayup-sayup.


Wu Song menghentikan kultivasi bersiap-siap menunggu pengaturan dari Ching Kuai agar dia bisa masuk dan berbaur kedalam istana.


Begitu pintu kamarnya di ketok, Wu Song pun membuka pintu kamar, tanpa banyak cakap dia mengikuti Kasim Cilik yang membawanya menuju halaman rumah .


Di mana terlihat sebuah kereta kuda yang sedang menanti kedatangannya, Wu Song langsung masuk kedalam kereta kuda tersebut.


Di dalam kereta kuda ada seorang Kasim cilik lainnya, yang menyediakan seperangkat pakaian Kasim buat Wu Song.


Kasim cilik itu meminta Wu Song mengenakan pakaian yang sudah di siapkan itu.


Tanpa banyak cakap Wu Song langsung memakainya.

__ADS_1


Sehingga kini muncullah dua orang Kasim yang satu dewasa yang satu lagi masih kanak-kanak.


Kereta membawa Wu Song menuju pintu gerbang istana, di sana terlihat Ching Kuai sedang berdiri menanti kedatangan mereka.


Setelah kereta tiba di gerbang istana, Wu Song pun mengikuti Kasim cilik itu turun dari kereta, Ching Kuai memberi kode agar Kasim cilik kembali kerumahnya, sedangkan Wu Song di minta mengikutinya dari belakang, Wu Song berjalan dengan kepala tertunduk memasuki istana.


Karena ada Kasim Ching Kuai yang hadir diantara mereka, Wu Song bisa masuk kedalam istana dengan lancar.


Setelah melewati 3 gerbang istana, tiba di gerbang ke 4 Ching Kuai mengajak Wu Song mengambil jalan memutar lewat pintu samping.


Yang langsung membawa Wu Song menuju bagian istana belakang.


Sambil berjalan Wu Song tertawa sendiri dalam hati, apa respon kedua istrinya bila tahu dia sekarang sedang menjadi Kasim untuk menggoda selir raja.


Dan bagaimana respon Si Ma Ling dan Si Ma Sian bila tahu pria yang mereka suka kini sedang menjadi Kasim penggoda.


Ching Kuai membawa Wu Song menuju sebuah ruangan yang luas, di ruangan yang luas tersebut ditempat yang agak tinggi terlihat seorang wanita berusia 40 tahun.


Mengenakan pakaian kebesaran negeri Liau lengkap dengan segala perhiasan mewahnya.


Meski sudah berumur tapi wanita itu masih terlihat sangat cantik dan anggun.


Hanya saja tentu tidak bisa dibandingkan dengan kedua mertuanya yang awet muda itu.


Wu Song mengikuti Ching Kuai berlutut dan menyembah kepada wanita itu.


Wanita itu adalah Permaisuri Siauw, dia berasal dari keluarga bangsawan yang sejajar dengan keluarga Yelu di kerajaan Liau/khitan.


"Ini hanya berdasarkan firasat hamba yang mulia permaisuri, tidak ada salahnya mencoba."


"Kalaupun tidak berhasil juga tidak akan menjadi masalah besar."


"Karena tugasnya adalah menggodanya, bukan memaksanya."


Permaisuri terlihat berpikir sejenak kemudian berkata,


"Baiklah kalau begitu coba kamu atur dan tempat kan dia ke sisi Mimi."


"Siap yang mulia permaisuri, hamba akan segerai melaksanakannya dengan sebaik-baiknya."


ucap Ching Kuai sambil memberi hormat.

__ADS_1


"Baiklah kalian boleh pergi sekarang."


ucap Permaisuri sambil melambaikan tangannya memberi kode agar kedua orang itu pergi dari hadapannya.


Wu Song hanya diam dan mengikuti apa yang Ching Kuai lakukan.


Setelah mereka pergi, Permaisuri terlihat sedang berpikir, Dia kini tidak punya pilihan selain secepatnya menyingkirkan Mimi, putri cantik dari suku Hui itu.


Bila terlambat bergerak, yang berbahaya bukan hanya posisinya saja, bahkan posisi putranya sebagai putra mahkota pun bisa ikut terancam.


Demi putranya dia harus berusaha dengan segala cara membantu putranya mempertahankan posisi putra mahkota.


Ching Kuai mengatur Wu Song bekerja sebagai tukang kebun yang mengurusi tanaman Selir Mimi yang sangat menyukai bunga dan tanaman.


Kebetulan Wu Song yang pernah tinggal di lembah selaksa obat, dia memiliki sedikit pengetahuan tentang tanaman dan berbagai macam tumbuh-tumbuhan.


Sehingga dia tidak mengalami kesulitan dalam menjalankan tugas nya.


Selama tiga hari bekerja Wu Song belum pernah bertemu sekalipun dengan selir Mimi.


Dia malah beberapa kali bertemu raja Khitan Sanggha yang selalu di kawal oleh 4 orang sakti.


Jadi Wu Song meski tidak bertemu dengan selir Mimi, tapi dia bisa bertemu langsung dengan beberapa lawan yang menjadi targetnya.


"Hal Itupun sudah termasuk sangat baik, sehingga dia bisa mendapatkan informasi penting tentang raja Sanggha dan keempat pengawalnya


Dalam waktu tiga hari itu tidak ada waktu yang di sia-siakan oleh Wu Song, diam-diam dia terus mencari informasi tentang kekuatan pasukan khitan, terutama informasi mengenai ke 4 orang pelindung raja yang sakti itu dan kebiasaan mereka.


Karena baik raja maupun ke 4 pelindung itu sering mendatangi ketempat kediaman selir Mimi.


Maka bukan hal sulit bagi Wu Song untuk mencari informasi tentang mereka dari rekan-rekan Pelayan lainnya, yang sudah lebih duluan kerja di kediaman selir Mimi.


Sore itu ketika sedang menyiram tanaman di taman bunga di depan kamar selir Mimi.


Secara tidak sengaja Wu Song melihat selir yang memang sangat cantik itu.


Terlihat sedang duduk termenung seorang diri dengan wajah sedih.


Wu Song tidak tahu apa yang sedang menjadi pikiran putri itu, tapi Wu Song yakin ini kesempatan bagus untuk menarik perhatian selir Mimi kepada dirinya.


Wu Song menghentikan menyiram tanaman, mengeluarkan sulingnya meniup sebuah lagu sedih, yang menceritakan keluh kesah seorang pria yang ditinggalkan oleh kekasih hatinya, pergi menikahi pria lain.

__ADS_1


Padahal pria dan gadis itu adalah pasangan dari kecil hingga dewasa selalu bersama-sama.


__ADS_2