
Hanya pada bab ke 8, Wu Song harus terlebih dahulu menyempurnakan tenaga sakti 9 matahari dan 9 bulannya sampai level 20. Dipadukan dengan Im Yang Sen Kung level 20 baru dia berhasil membuka nya.
Untuk bab 9 dan 10 Wu Song harus menggunakan kekuatan barunya yaitu ilmu kekekalan Semesta.
Tapi Wu Song tidak berhasil membuka dan mempelajari bab terakhir, yang menuntut dirinya untuk mencapai kekekalan Semesta puncak.
Yaitu harus bisa menghilangkan seluruh kemelekatan duniawi, termasuk perasaan cintanya pada Lu Ping.
Wu Song tidak menyesal cuma berhasil mencapai tahap 9, tahap Naga Siluman menyerap kekuatan alam semesta.
Wu Song kini duduk diam memejamkan matanya melakukan simulasi ke 9 jurus yang berhasil dia kuasai.
Mulai dari jurus pertama sampai jurus ke 9, gerakan nya satu persatu muncul dalam ingatannya.
Setelah berhasil memainkan semua jurus itu secara simulasi dalam pikiran, Wu Song membuka kembali matanya yang kini sinarnya semakin tajam.
Wu Song menyimpan kitab pusaka tersebut kedalam cincinnya, kemudian bangun berdiri dan terbang menuju selatan.
Dalam perjalanan meninggalkan Wilayah pegunungan Himalaya, Wu Song melihat ada benda yang bercahaya.
Berkilauan tertimpa sinar matahari di salah satu puncak pegunungan Himalaya yang sangat luas.
Wu Song yang heran langsung terbang mendekati nya, ternyata cahaya itu datang dari sekuntum bunga Matahari yang mengeluarkan 7 macam warna.
Tanpa pikir panjang Wu Song yang belum mengerti manfaatnya langsung mencabutnya.
Dan memasukkan kedalam cincin, untuk di bawa ke lembah Selaksa obat, untuk di teliti di sana.
Karena melakukan perjalanan dengan terbang dalam waktu 3 hari saja, Wu Song sampai di lembah Selaksa Obat.
Di sepanjang jalan Wu Song tidak bertemu hambatan, karena dia melakukan perjalanan lewat udara.
Wu Song mendarat ringan di depan pondok dewa obat kakek Hua,
"Kakek Hua...! Kakek Hua...! Kakek Hua...!"
"Ada orang dirumah kah?!" teriak Wu Song.
Seorang gadis kecil membuka pintu melihat Wu Song, sejenak terlihat bengong tak percaya kemudian mengucek-ngucek matanya.
Sesaat kemudian dia tersadar ini bukan mimpi, dia pun tersenyum.
Lalu menghambur berlari ke pelukan Wu Song sambil berteriak,
"Kakak Song akhirnya kamu pulang juga."
__ADS_1
"Aku tidak sedang bermimpi kan kakak Song?"
"Tidak adik kecil ini benar aku, kakak Song mu.," ucap Wu Song tersenyum sambil mengelus kepala gadis kecil itu.
"Adik kecil dimana kakek mu dan kakak Lu Ping?" tanya Wu Song lembut.
Gadis kecil itu tersenyum dan berkata,
"Kakek sedang pergi mencari daun obat-obatan, sedangkan kak Lu Ping tidak tinggal di sini."
"Ayo ikut dengan Tin Tin, biar Tin Tin yang mengantar kakak kesana." ucap Tin Tin gembira sambil menarik tangan Wu Song.
Mereka berlarian menuju tepi danau, sampai di sana Wu Song melihat ada sebuah pondok di dirikan di tepi danau.
Sambil berjalan menuju pondok itu, Tin Tin bertanya,
"kakak Song selama ini kemana saja? kakak Lu Ping sangat sedih loh selama kakak Song hilang."
'Oh ya, kakak Song kok tidak melihat kakak Se Se, kemana kakak Se Se?" tanya Tin Tin polos dan lucu.
Wu Song tersenyum melihat ekspresi Tin Tin dan berkata,
"Ceritanya panjang nanti kalau sudah ketemu kak Lu Ping, kakak Song akan menceritakan semuanya."
Sampai di depan pondok, Tin Tin langsung berlari kedalam pondok meninggalkan Wu Song.
Kakak Lu Ping...! kakak Lu Ping...!
kakak Lu Ping...! kamu di mana!? ini saya bawa kakak Song loh.!"
Beberapa saat kemudian Tin Tin keluar dari dalam rumah menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kakak Lu Ping tidak berada dirumah, kakak Lu Ping pasti sedang menangis di tepi danau."
"Ayo kak saya antar kesana." ucap Tin Tin yakin.
Kemudian mereka berdua kembali berjalan lebih mendekat lagi ketepi danau,
Benar saja sesuai dugaan Tin Tin si gadis cilik, Lu Ping sedang duduk termenung melihat kearah tengah danau sambil menangis sedih.
Wu Song yang melihat hal itu hatinya bagai tercabik-cabik, dia tidak berani membayangkan bagaimana Lu Ping selama ini melewati hari-hari nya.
Waktu setahun lebih bukanlah waktu yang singkat, untuk penantian seperti ini,
Untungnya aku berhasil kembali.
__ADS_1
Bila tidak entah bagaimana nasib gadis bodoh ini pikir Wu Song sedih dan terharu.
"Kakak Lu Ping lihat aku bawa siapa datang.!" teriak Tin Tin nyaring dan manja.
Terdengar sahutan suara Lu Ping bercampur tangis,
"Tin Tin kakak sedang ingin sendiri tidak mau di ganggu, kamu pergilah main ketempat lain."
"Oh begitu ya, baiklah."
"Ayo kak Wu Song kita pergi saja, kakak Lu Ping tidak ingin bertemu lagi dengan mu.!" teriak Tin Tin keras-keras dengan nakal mempermainkan Lu Ping.
Lu Ping tentu tidak percaya, dia sudah sering di permainkan oleh bocah itu saat sedang ingin menghabiskan waktu nya sendirian.
"Sudahlah Tin Tin jangan ganggu kakak Ya."
ucap Lu Ping masih tidak mau menoleh.
Tin Tin masih mau berteriak, tapi Wu Song sudah terbang kearah Lu Ping dan mendarat ringan di samping Lu Ping menyentuh bahu Lu Ping dengan lembut dan berkata,
"Ping er ini aku Wu Song, aku sudah kembali sayang."
Lu Ping terkejut mendengar suara suaminya yang sangat dia kenal, sesaat terdiam.
Pelan-pelan menoleh dan berkata,
"Aku tidak sedang bermimpikan ? ini bukan roh mu yang datang untuk menemuiku untuk terakhir kali kan?"
Wu Song tersenyum lembut memegang kedua bahu Lu Ping mengangkatnya berdiri di hadapannya, kemudian menggenggam erat kedua telapak tangan Lu Ping dan berkata,
"Tidak Ping er sayang, ini benar aku suami mu. Aku kembali dan tidak akan pernah meninggalkan mu lagi selama-lamanya."
Lu Ping kini yakin ini Wu Song suaminya yang selama ini dia tunggu-tunggu akhirnya kembali juga.
Lu Ping langsung memeluk Wu Song erat-erat dan menangis bahagia dalam pelukan suaminya.
Wu Song menggendong Lu Ping seperti menggendong bayi besar, menuju Pondok tempat tinggal Lu Ping di ikuti oleh Tin Tin di sampingnya.
Sampai di dalam pondok Wu Song baru menurunkan Lu Ping untuk duduk, kemudian dia baru duduk bersama Tin Tin di hadapan Lu Ping.
Lu Ping tiba-tiba teringat Se Se dia segera bertanya,
"Sayang di mana Se Se, bukannya dia menghilang bersama mu di danau ? kenapa cuma kamu seorang yang pulang, mana Se Se?"
Wu Song menghela nafas panjang dengan agak sedih dia menceritakan semua kejadian yang menimpa dirinya dan Se Se.
__ADS_1
Dan menutup ceritanya dengan mengabarkan Se Se telah terpisah dari nya, tidak tahu kini ada di dimensi mana.
Wu Song juga tidak berdaya dan tidak tahu kemana harus mencarinya.