LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
BERITA KEMENANGAN PASUKAN BUN HOUW,


__ADS_3

Saat Yi Yi pulang kerumah, Nenek Yang sudah membereskan rumah mencuci dan memasak.


Yi Yi sedikit terkejut, rumah dan dapur menjadi begitu rapi. Bahkan seluruh pakaiannya sudah di cuci dan di jemur.


Yi Yi langsung bertanya pada nenek Yang,


"Nek bukankah tubuh mu masih lemah? mengapa kamu mengerjakan itu semua,? bagaimana bila nanti kamu sakit karena terlalu lelah.?"


Nenek Yang tersenyum dan menjawab,


"Nona Yi Yi tenang saja, kami orang desa sudah biasa mengerjakan hal seperti ini setiap hari."


"Jadi tidak bakal kelelahan, lagipula nenek tidak sakit, nenek hanya kehausan dan kelaparan saja."


"Setelah makan minum nenek sudah pulih dan bisa beraktivitas lagi, NonaYi Yi tenang saja." ucap Nenek Yang menjelaskan pada Yi Yi.


Yi Yi mengangguk senang dan berkata,


"Terimakasih banyak nek, aku jadi sedikit lapar mencium wangi masakan nenek."


"Ayo kita makan bersama nek.." ajak Yi Yi sambil berjalan ke dapur.


Saat mencicipinya, Yi Yi merasa masakan Nenek Yang meski berbeda sama Bun Houw tapi masakan mereka sama-sama enak.


Masakan Bun Houw lebih cenderung asin sedangkan masakan nenek Yang cenderung sedikit manis dan gurih.


Yi Yi makan dengan sangat lahap dan tidak berhenti memuji masakan nenek Yang.


Nenek Yang menanggapi dengan tersenyum dan berkata,


"Syukurlah bila nona Yi Yi menyukainya, bagi nenek bisa melihat Nona Yi Yi makan dengan gembira sudah satu ke bahagian tersendiri."


Nenek Yang juga ikut makan menemani Yi Yi, nenek Yang makan lebih banyak nasi ketimbang lauk.


Makannya juga sangat cepat, cuma perlu beberapa menit saja nenek Yang sudah selesai makan.


Dan pergi mencuci piring mangkok dan peralatan makannya, kemudian kembali duduk menemani Yi Yi makan.


Nenek Yang tersenyum senang melihat Yi Yi makan dengan semangat.

__ADS_1


Setelah Yi Yi selesai makan Yi Yi mau mencuci peralatan makan nya, tapi nenek Yang melarangnya.


Dia mengambil alih menyuruh Yi Yi duduk santai di depan sambil makan buah yang sudah dia kupas buat Yi Yi.


Selesai mencuci peralatan makan, nenek Yang duduk disebelah Yi Yi dengan hati-hati dan penuh perhatian dia bertanya tentang kesedihan Yi Yi.


Yi Yi menghentikan makan buahnya dan terlihat termenung dengan wajah menunjukkan kepahitan dan kesedihan mendalam.


Melihat hal ini nenek Yang segera berkata,


"Sudahlah lupakan saja pertanyaan nenek tadi, maaf nenek terlalu banyak mulut dan ingin tahu."


"Tidak di sangka malah membuat nona kembali sedih."


Yi Yi menggelengkan kepalanya dan mulai bercerita tentang semua suka duka, yang dialaminya bersama Bun Houw dari awal sampai akhir kepada Nenek Yang.


Nenek Yang mendengarnya dengan penuh perhatian dan tidak menyela sedikitpun.


Saat Yi Yi bercerita sampai bagian dia saat ini sedang hamil, dan Bun Houw meninggalkan dirinya tanpa mengetahui Yi Yi sedang hamil anaknya.


Ada kemungkinan dalam waktu dekat ini Bun Houw akan menikah dengan putri Si Ma Yen.


Kemudian semua kembali normal, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Semua berlangsung dengan sangat cepat tanpa di sadari oleh Yi Yi yang sedang asyik bercerita.


Yi Yi selain bercerita tentang Bun Houw yang membuatnya bersedih, dia juga bercerita tentang pria bertopeng besi yang menolongnya dengan penuh semangat dan gembira.


Awan mendung di wajahnya bagai tersapu angin dan kembali ceria, saat menceritakan diri pria bertopeng besi yang sangat membuatnya penasaran.


Nenek Yang menanggapinya dengan tersenyum, saat Yi Yi gembira nenek Yang akan ikut tersenyum.


Saat Yi Yi bersedih nenek Yang juga terlihat di selimuti emosi dan kemarahan.


Terlihat jelas nenek Yang sangat menyayangi dan memperhatikan Yi Yi, yang mungkin telah dia anggap seperti keluarga sendiri.


Menjelang sore Nenek Yang yang melihat Yi Yi sedikit capek, memintanya pergi istirahat. dan Nenek Yang yang membereskan jemuran masak untuk makan malam.


Saat menjelang malam, Nenek Yang membangunkan Yi Yi untuk mandi dan dia sudah menyiapkan air panas buat mandi

__ADS_1


Yi Yi.


Selesai Yi Yi mandi merekai baru makan malam bersama, Yi Yi merasa sejak kehadiran nenek Yang kehidupan nya berubah jauh .


Tidak lagi repot juga tidak lagi kesepian, setiap kali dia bersedih nenek Yang pasti akan menghiburnya dengan cerita-cerita lucu.


Di malam hari saat tidur pun dia tidak pernah lagi kesepian seperti dulu, terbangun di tengah malam dan menangis seorang diri sampai pagi yang selalu mengisi hari-harinya kini sudah tidak pernah terjadi lagi.


Karena kini ada Nenek Yang yang selalu menemaninya tidur dan menghiburnya agar tidak bersedih dan kembali tidur lagi sampai pagi.


Yi Yi hidupnya menjadi jauh lebih bahagia dan ceria sekarang, sejak kehadiran nenek Yang di sisinya.


Hari demi hari berlalu dengan cepat tak terasa kini kehamilan Yi Yi sudah memasuki bulan ke 7 dan perutnya mulai semakin membesar.


Untung ada Nenek Yang sehingga Yi Yi tidak perlu repot-repot pergi ke kota menjual hasil kebun dan membeli persediaan makanan lagi.


Semua kini ditangani semua oleh nenek Yang, Yi Yi sangat bersyukur bisa bertemu Nenek Yang yang bagaikan bintang penolong bagi dirinya.


Hari ini Yi Yi ingin pergi membeli perlengkapan untuk bayinya sendiri, sehingga dia ditemani nenek Yang pergi ke kota Chang An.


Di mana barang yang Yi Yi butuhkan lebih lengkap tersedia di sana.


Baru saja memasuki kota Chang An Yi Yi dan Nenek Yang, yang mampir di rumah makan untuk sarapan.


Langsung mendengar cerita dari pelanggan di rumah makan, tentang kesuksesan Pasukan Kerajaan menahlukkan Bangsa Tar Tar dan Bhutan.


Di bawah ke pemimpinan Jendral Sie Bun Houw dan Pangeran Si Ma Ong, selain itu juga beredar gosip setelah melaksanakan pernikahan nya dengan putri Gao Liu atau Si Ma Yen yang akan dilaksanakan 3 hari lagi.


Air Bun Houw akan di nobatkan sebagai panglima tertinggi kerajaan, menggantikan Jendral Xie yang mengundurkan diri.


Gosip-gosip ini langsung membuat Yi Yi berdiri mematung mendengarnya, meski dia tahu Bun Houw cepat lambat pasti akan menikah dengan putri Si Ma Yen.


Tapi entah kenapa saat mendengar hal ini hatinya terasa sangat sakit dan perih.


Airmata nya langsung mengalir deras membasahi wajahnya.


Nenek Yang yang mendengar cerita ini sepasang matanya berkilat menyeramkan menyimpan kemarahan.


Tapi saat melihat kesedihan Yi Yi seluruh amarah nya bagai tersiram air berganti menjadi ke khawatiran.

__ADS_1


Nenek Yang buru-buru mengajak Yi Yi meninggalkan restoran dan pergi mencari pelengkapan buat bayi.


__ADS_2