
Lu Gan sambil terbang berpikir sendiri, tidak ada jalan lain dia hanya bisa membiarkan Sonia ikut dengan nya berpetualang sampai dia bosan sendiri bersama nya.
Hitung-hitung anggap saja ini adalah hutang dia di kehidupan lampau yang harus dia lunasi saat ini.
Lu Fan akan menjaga dan melindungi Sonia seperti adik perempuan nya sendiri, bila Sonia kelak menemukan pria yang dia cocok.
Maka saat itu lepaslah beban Lu Fan dari Sonia.
Saat ini sementara ya hanya bisa seperti itu, jalan selangkah hitung selangkah, biar waktu dan takdir yang berbicara.
Lu Gan tidak bisa meninggalkan Sonia seorang diri, karena ancaman bunuh diri dari Sonia, selain itu Lu Fan juga merasa berdosa bila hal buruk menimpa Sonia bila dia meninggalkan nya begitu saja seorang diri.
Sonia sangat cantik, pasti akan mengundang berbagai bahaya mendekatinya bila dia berpetualang sendirian.
Lu Fan setelah menempuh perjalanan udara dia mendarat ringan di pelabuhan Lin Ji.
Setelah kejadian nya melawan Pei Feng yang hampir merusak setengah dari kota Bei Hai.
Lu Fan sudah tidak mungkin kembali ketempat itu yang akan membuat warga di sana ketakutan dan tidak tenang melihat keberadaannya.
Selain itu bila nanti kembali bertemu dengan Pei Feng itu akan sangat merepotkan dan akan memperparah kerusakan di kota Bei Hai.
Jadi Lu Fan berencana tidak lagi menunggu kedatangan ayah ibunya, dia akan berangkat sendirian melalui Dermaga Lin Ji.
Mencari sebuah kapal menempuh perjalanan air menuju kota Ping Yuan mencari kakak Iparnya Wu Song, lalu bergabung dengan Wu Song membereskan masalah dengan bangsa khitan.
Kehadiran Lu Fan di Lin Ji langsung di sambut Yuda dengan sangat gembira.
Meski sedikit heran, Lu Fan yang tadinya bersama kedua orang tuanya, kini malah datang sendirian dan membawa seorang gadis asing yang sangat cantik berdiri di belakangnya tanpa bersuara sama sekali.
Tapi semua keheranan ini hanya Yuda telan sendiri, dia tidak berani menanyakan nya kepada Lu Fan.
Lu Fan menyadari keheranan Yuda, dia menarik Yuda pergi menjauh mencari tempat sepi lalu menceritakan secara singkat tentang kedua orang tua nya.
Dan alasannya tidak bisa menunggu kedatangan orang tuanya ke Bei Hai, karena keributannya dengan Pei Feng.
Lu Fan juga menceritakan secara singkat siapa Sonia dan kenapa sonia mengikutinya.
Mendengar cerita dari Lu Fan Yuda mengangguk mengerti, dia tidak berani menggoda Lu Fan.
Selain dia pernah merasakan kesaktian pemuda itu saat pertama bertemu, dia juga belum begitu dekat dengan putra tuannya, tidak mengenal sifat dan karakternya dengan jelas.
Yuda tidak berani bersikap lancang, jadi setelah mendengar semua cerita Lu Fan.
__ADS_1
Dia segera mengantar Lu Fan dan Sonia menuju sebuah kapal besar, lalu memerintahkan pemilik kapal agar mengantar Lu Fan ke dermaga Gao Tang.
Dermaga paling dekat dengan kota Ping Yuan yang menjadi tujuan Lu Fan untuk mencari dan bergabung dengan Wu Song.
Karena Yuda membayar biaya 2 kali lipat, ditambah dia adalah pimpin tertinggi penguasa dermaga itu.
Pemilik kapal tanpa banyak cakap langsung menyiapkan kapalnya dan segera berangkat menuju dermaga Gao Tang.
Lu Fan dan Sonia duduk santai di anjungan kapal.
Lu Gan duduk melamun menatap ke air sungai kuning yang terbelah oleh kapalnya yang sedang melaju membelah arus.
Karena melawan arus kapal tidak bisa bergerak cepat.
Sonia duduk di samping Lu Fan menatap wajah Lu Fan yang tampan dari samping, dia juga ikut melamun dalam diam.
Dia jelas sangat ingin berbicara banyak dengan Lu Fan, tapi dia tahu Lu Fan sedang menghindar darinya.
Bila dia terlalu memaksa, dia takut Lu Fan merasa terganggu dan akan benar-benar pergi meninggalkan dirinya.
Karena hal ini dia tidak berani sembarangan buka suara bila Lu Fan tidak bertanya dan memulai pembicaraan dengan nya.
"Sonia apa tujuan kalian jauh-jauh dari Persia datang ke negeri ini."
Sonia sedikit tersentak, ini adalah suatu kejutan Lu Fan mengajak nya berbicara tentang dirinya..
Sonia menjadi agak grogi setelah berdehem dua kali, dia baru berkata,
"Kami berangkat bersama tapi tugas kami berbeda."
"Aku dan kedua pendamping ku ditugaskan datang ke negeri ini menyebarkan ajaran dan paham aliran api suci."
"Sedangkan 9 tetua diutus untuk mengusut dan mencari kitab pusaka aliran kami yang tercecer di negeri ini."
Lu Fan mengangguk dan berkata,
"Bila aku bisa membantu mu menemukan salinan kitab itu, untuk kamu bawa pulang kembali ke Persia."
"Apakah itu bisa membuat mu terhindar dari dosa, wajah yang terlihat secara tidak sengaja oleh ku itu..?"
Sonia menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Aku hanya bisa kembali bila membawa keturunan wanita dari ku, untuk menggantikan posisi ku sebagai perawan suci."
__ADS_1
"Mengenai kitab itu, itu hanya bisa meringankan hukuman ku saja, tapi tetap tidak bisa menghapus dosa itu."
Lu Fan menghela nafas kecewa, padahal dia tadi sempat berharap dengan barter ilmu Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa.
Mungkin bisa membantu Sonia menyelesaikan permasalahannya dengan alirannya, sehingga Sonia bisa kembali ke negerinya dengan tenang.
Kalau perlu Lu Fan akan mengantarnya pulang dengan Jin Tou Yun yang bisa mempersingkat waktu kepulangan nya.
Tapi ternyata tetap tidak bisa.
"Sonia hukuman yang lebih ringan contohnya seperti apa ?"
tanya Lu Fan ingin tahu.
"Diikat dan di lempari batu oleh semua anggota aliran, setiap anggota memiliki kesempatan melempar satu kali."
"Setelah selesai menjalani hukuman bila masih hidup maka dosanya akan dianggap lunas."
Lu Fan menatap kearah Sonia dan berkata,
"Sonia bagaimana bila kamu memiliki ilmu pelindung tubuh, yang tidak bisa ditembus oleh senjata apapun,? sehingga kamu bisa menyelesaikan hukuman itu dengan mudah."
Lu Fan bermaksud mewariskan ilmu Cing Kang Pu Huai Ce Sen miliknya kepada Sonia untuk menolongnya menjalani hukuman itu dengan selamat.
Sayang nya Sonia kembali menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak bisa, saat akan menjalankan hukuman itu seluruh ilmu dan kesaktian akan dihilangkan oleh kepala kuil."
"Setelah kembali menjadi orang biasa tanpa kesaktian baru bisa jalani hukuman itu."
"Bangsat..!! aliran macam apa yang semena-mena seperti itu ..? keparat...!!"
umpat Lu Fan kesal sambil melayangkan tapaknya kearah sungai.
Kibasan Lu Fan yang asal-asalan menimbulkan angin pukulan yang sangat dahsyat.
Saat membentur air Sungai, air sungai terbelah selama beberapa detik sehingga terlihat dasarnya.
Tapi setelah lewat beberapa detik, air sungai kembali menyatu seakan-akan tidak ada hal yang terjadi.
Para awak kapal yang secara tidak sengaja menyaksikan pemandangan itu, mereka berdiri mematung ketakutan.
halo teman teman, disini ada judul karya baru.. kalau tertarik boleh dibaca. karyanya berjudul Istri Yang Tersakiti, oleh Anggeline. terima kasih atas perhatiannya
__ADS_1