LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENGANTAR MIMI KEMBALI KE AYAHNYA


__ADS_3

Mimi mengangguk dengan airmata bercucuran kemudian membalikkan kepalanya sambil menahan tangis dia berlari meninggalkan tempat tersebut.


Wu Song berjalan sambil menggelengkan kepalanya, Petugas penjaga penjara cepat menutup dan mengunci kembali pintu penjara.


Begitu Wu Song melangkahkan kakinya keluar dari penjara tersebut menyusul Mimi.


Ketika sampai di depan penjara, Wu Song melihat Mimi sedang berdiri memunggungi penjara sambil menangis tersedu-sedu.


Wu Song berjalan menghampiri Mimi dari belakang kemudian berdiri di sampingnya dan berkata,


"Mimi sekarang saatnya, aku mengantar mu kembali ke ayah mu."


"Jangan terlalu bersedih, ingat pesannya tadi, hiduplah dengan bahagia."


Mimi mengangguk menghapus airmata nya, menghela nafas beberapa kali, menenangkan perasaannya sendiri.


Kemudian berkata,


"Baiklah Song ke ke, ayo kita berangkat sekarang."


Wu Song merangkul pinggang Mimi yang langsing kemudian melesat terbang menuju daerah Utara.


Tidak sampai satu hari, Wu Song sudah memasuki daerah Padang stepa, di mana hamparan rumput pendek berwarna hijau seperti permadani alam yang indah membentang luas.


Mulai terlihat kuda-kuda berkelompok-kelompok sedang merumput dengan bebas.


Ada yang di jaga dan di kawal oleh pemiliknya, tapi ada juga yang di biarkan tanpa penjaga.


Menurut Mimi yang di biarkan bebas tanpa penjagaan, itu biasanya adalah kuda liar yang belum pernah di jinakkan.


Yang tampil paling gagah di barisan tersebut, yang terlihat jelas dari perbawaan dan gerak-geriknya.


Dimana bila dia bergerak yang lain akan mengikutinya, dia tentu adalah pemimpin kelompok kuda itu.


Kuda itulah yang apabila berhasil ditunggangi dan di jinakkan, dia akan menjadi kuda pilihan terbaik yang sangat loyal terhadap majikannya, selain itu kekuatannya tidak perlu diragukan lagi.


Dari penjelasan Mimi Wu Song pun mengerti cara mencari kuda liar berkualitas di Padang stepa tersebut.


Tidak butuh waktu lama mereka mulai menemukan rombongan penggembala domba.


Tidak jauh dari tempat itu mulai terlihat perkemahan Suku Hui, suku kecil yang di pimpin oleh ayah Mimi.


Wu Song membawa Mimi mendarat ditempat yang sepi, baru berjalan menuju perkemahan sukunya.


Ini Wu Song lakukan agar tidak sampai mengejutkan penduduk biasa.

__ADS_1


Yang terkadang masih percaya terhadap hal-hal berbau mistis dan takhayul.


Hal ini nanti akan menyulitkan Mimi dan dirinya untuk memberikan penjelasan kepada mereka.


Ketika pasangan itu berjalan memasuki wilayah perkemahan, banyak orang menatap heran ke arah mereka.


Beberapa orang yang mengenali Mimi langsung mendekati Mimi, mereka ngobrol dengan gembira sambil berjalan menuju perkemahan Ayah Mimi.


Wu Song hanya tersenyum saja dan mengangguk ramah dan sopan terhadap semua orang yang ditemuinya.


Wu Song tidak mengerti apa yang diperbincangkan oleh Mimi dan teman-teman wanitanya yang terlihat cantik-cantik itu.


Karena mereka menggunakan bahasa lokal mereka.


Tapi dari lirikan mata para gadis itu, Wu Song sadar mereka mungkin sedang memperbincangkan dirinya.


Tapi Wu Song percaya Mimi pasti bisa menjelaskan dengan benar ke mereka semua jadi Wu Song bersikap tenang dan berjalan mengikuti di samping Mimi.


Ketika sampai di depan tenda ayahnya, terlihat ayah Mimi sudah berdiri di depan tenda, menyambut Mimi dengan sepasang tangan terbuka, dan matanya terlihat berkaca-kaca, sedang kan mulutnya tersenyum gembira.


Tidak jauh dari ayah Mimi terlihat seorang pemuda tampan dan gagah dia berdiri di belakang Ayah Mimi dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.


Di sampingnya berdiri seorang gadis cantik lainnya yang sedang berbadan dua sedang menggandeng tangan nya dengan mesra.


Pemuda yang siang malam menghiasi mimpinya, yang menjadi penyesalan mendalam bagi Mimi telah pergi meninggalkan dirinya.


Tapi melihat keadaannya kini, kelihatannya dia baik-baik saja dan sudah memiliki kehidupan baru.


Sebaliknya Mimi lah yang kini, terlihat patut di kasihani.


Kini dia mungkin seumur hidup hanya bisa menemani ayahnya saja, dia telah kehilangan masa depan cinta dan segalanya.


Yang ada saat ini mungkin hanya kesepian penyesalan kesedihan dan luka di dalam hatinya yang terdalam.


Dalam hal ini Wu Song hanya bisa turut bersimpati, tapi dia tidak bisa ikut campur, tugasnya hanya sampai di sini.


Untuk perkara selanjutnya, semua hanya bisa diserahkan kepada takdir Mimi sendiri.


Wu Song diajak memasuki kemah ayah Mimi dengan penuh hormat.


Di dalam kemah besar itu, hanya terlihat ayah Mimi, Mimi dan Wu Song.


Mimi menceritakan semuanya kepada ayahnya, tentang nasib raja Sanggha dan khitan saat ini.


Mimi juga menceritakan bagaimana Wu Song menolong dan mengantarkannya Kembali.

__ADS_1


Ayah Mimi berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Wu Song.


Selain itu dia juga berkata,


"Nak Wu Song, bila anda tidak menganggap rendah dan hina putri ku yang kini telah menjadi janda, kehilangan suami juga kehilangan tunangan dan pria yang dulu menjadi kekasihnya."


"Karena Agoda mantan tunangan dan kekasih Mimi kini telah menikah dan isterinya sedang hamil anaknya."


"Sudi lah kiranya nak Wu Song menerima Mimi menjadi pendamping anda, sehingga bila si tua ini pergi suatu hari, hati ku akan lebih tenang karena ada kamu yang menjaganya."


ucap Ayah Mimi panjang lebar dalam bahasa Han yang cukup fasih.


"Ayah...!"


tegur Mimi dengan wajah merah menahan malu.


Wu Song tersenyum kikuk dan berkata dengan agak canggung,


"Tuan Mahmud ketahuilah, hubungan saya dan Mimi hanya teman biasa, aku tidak bisa melangkah lebih jauh karena aku sudah memiliki istri dan anak."


"Ini tidak ada hubungannya dengan status Mimi saat ini sama sekali, ini murni karena saya sudah punya keluarga, tuan Mahmud harap pengertian nya dan maaf atas penolakan ku ini."


Ayah Mimi masih belum menyerah dia berkata,


"Nak Wu Song anda jangan khawatir dengan status mu yang sudah berkeluarga, aku tidak berkeberatan sama sekali meski Mimi harus menjadi ke 2 ke 3 ataupun menjadi yang ke berapapun."


Wu Song menatap kearah Mimi dengan serba salah, dia berharap Mimi bisa membantunya keluar dari situasi canggung ini.


"Ayah masalah ini saya akan jelaskan pelan-pelan dengan ayah nanti, saat ini Song ke ke pasti sudah lelah."


"Lebih baik saya antarkan dia ke tenda tamu untuk beristirahat."


ucap Mimi sambil tersenyum lembut menepuk-nepuk tangan ayahnya.


Akhirnya orang tua itu menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah semua terserah padamu saja."


Wu Song dengan cepat memberi hormat, kemudian buru-buru meninggalkan tenda ayah Mimi.


Dia diantar Mimi menuju sebuah tenda kosong, yang telah disiapkan khusus buat Wu Song.


Dalam perjalanan Wu Song berkata,


"Mimi maaf aku tidak bisa menginap, masih banyak tugas di daratan tengah sedang menanti kedatangan ku."

__ADS_1


__ADS_2