LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN TERTUTUP


__ADS_3

Shi Ma Ling langsung bersujud didepan Shi Ma Yi dan berkata,


"Ananda datang memberi hormat kepada yang mulia, semoga yang mulia panjang umur."


Shi Ma Yi tersenyum gembira dan berkata,


"Bangunlah jangan banyak peradatan, kemarilah ayah lihat, kamu pasti mengalami banyak penderitaan ya di luar sana ?"


Shi Ma Ling dengan manja duduk di sebelah ayahnya dan berkata,


"Ananda tidak apa-apa ayah tidak perlu khawatir."


Shi Ma Yi memegang tangan putrinya dan menepuk-nepuk punggung tangan nya sambil berkata,


"Kamu terlihat lebih kurus, dulu ayah punya kalian berdua menghibur ayah."


"Kini ayah hanya memiliki mu seorang, adik mu hilang tanpa kabar berita, bagaimana ayah bisa tidak khawatir."


Shi Ma Yi menoleh kearah Kasim Lau dan berkata,


"Kasim Lau kamu cepat minta koki siapkan sup bergizi untuk putri ku."


Kasim Lau buru-buru pergi menjalankan perintah.


Shi Ma Ling Kemudian menatap ayahnya dengan serius dan menceritakan semua yang dia lihat dan dengarkan di kota Luo Yang.


Shi Ma Yi menghela nafas panjang dan berkata,


"Ayah sudah tahu semuanya, nanti ayah akan mengaturnya."


"Siapa pemuda yang datang bersama mu itu ?"


tanya Shi Ma Yi


Dengan senyum malu-malu Shi Ma Ling berkata,


"Dia bernama Wu Song, aku sengaja mengundangnya kemari untuk membebaskan Chang An dari tangan Pasukan Rajawali Merah."


"Tapi di luar dugaan saat kami baru tiba, Pasukan Rajawali Merah malah pergi meninggalkan Chang An begitu saja."


"Sebenarnya apa yang terjadi ayah ? kenapa bisa ada hal semudah itu ?"


Sambil tersenyum Shi Ma Yi menggandeng tangan putrinya menuju sebuah peta wilayah kekuasaan dinasti Jin.


Kemudian dia berkata,


"Tidak ada hal semudah itu di dunia ini, semakin hal itu terlihat mudah, semakin besar pula bahaya yang akan tiba."


Shi Ma Yi menunjuk Kota Wan dan berkata,


"Aku yakin mereka akan pindah kesini."


"Saat Kota Wan diserang, bala bantuan tercepat, adalah dari Xu Chang dan Sin Ye."


"Begitu kedua kota ini mengirim kan bantuan, maka menantu ku, suami adik mu Yen Er."

__ADS_1


"Pasti akan menahlukkan kedua kota tersebut memperluas wilayah kekuasaannya."


"Yang nantinya akan memudahkan bagi dia mengepung dan menjatuhkan Luo Yang."


"Luo Yang tidak bisa berharap bantuan dari Changan dan Chen Liu yang sudah porak poranda."


"Maka tanpa kesulitan Luo Yang akan jatuh ke tangan mereka."


Shi Ma Ling terlihat kagum dengan kemampuan prediksi ayahnya, di samping itu dia juga kagum dengan kecerdasan Bun Houw.


Tapi hal ini membuat nya cemas,


"Lalu apa rencana ayah untuk mengatasi masalah ini ?"


tanya Shi Ma Ling cemas.


Shi Ma Yi terdiam sejenak dan berkata,


"Kalau mengandalkan Hui er si bodoh itu, Jin pasti runtuh."


"Harapan ayah adalah bisa segera membebaskan Shi Ma Yan putranya, dan mengangkatnya menggantikan Hui er."


"Dengan demikian baru ada harapan, beberapa Jendral setia, dibantu dengan para pendekar dunia persilatan bersedia membantu kita."


"Yang terutama dan menjadi kunci adalah, bagaimana membujuk Sang Legenda agar mau keluar turun tangan membantu kita."


"Dengan bantuan dari nya, harapan kita akan menjadi lebih besar."


Shi Ma Yi terdiam sejenak dan berkata,


"Apakah yang kamu ajak kemari adalah murid sekaligus menantu dari Sang Legenda yang pernah membuat gempar kota raja itu ?"


Shi Ma Yi tersenyum dan berkata,


"Kamu panggil dia kemari ayah akan bicara empat mata dengan nya."


Shi Ma Ling mengangguk kemudian berjalan cepat kearah pintu memanggil Wu Song untuk masuk.


Setelah Wu Song berjalan memasuki ruangan, Shi Ma Ling berbisik,


"Ayah ku ingin berbicara berdua dengan mu, aku tunggu di luar."


Setelah berkata Shi Ma Ling pun berjalan keluar, kemudian pintu dia tutup dari luar.


Shi Ma Ling duduk di taman yang terletak didepan ruang baca.


Shi Ma Ling terlihat gelisah dan cemas dia terus meremas-remas sepasang tangannya sendiri.


Sekali-sekali dia akan menoleh kearah pintu dengan wajah khawatir.


Dia tidak tahu apa yang di bicarakan oleh ayahnya dan Wu Song di dalam sana.


Cukup lama dia menunggu, tapi yang di tunggu-tunggu tetap belum keluar dari dalam.


Di saat Shi Ma Ling sedang cemas seorang pelayan datang mengantarkan semangkuk sup ginseng buatnya.

__ADS_1


Shi Ma Ling hanya meliriknya sejenak dan berkata,


"Taruh saja nanti saya minum."


Pelayan itu mengangguk hormat Kemudian dia buru-buru mengundurkan diri.


Shi Ma Ling terus menatap kearah pintu dengan cemas.


Akhirnya dia tidak tahan lagi dan berdiri dari tempat duduknya, lalu berjalan dengan terburu-buru kearah pintu.


Kedua Kasim penjaga pintu yang melihat kedatangan Shi Ma Ling, yang seperti akan menerobos masuk.


Mereka sangat takut, tidak berani menegurnya, tapi mereka juga takut dipersalahkan oleh Shi Ma Yi.


Sehingga dengan tubuh gemetar dan kepala tertunduk kedua Kasim muda itu berdiri tepat didepan pintu dengan tubuh gemetaran.


Shi Ma Ling tidak banyak bicara melihat ulah kedua Kasim tersebut.


Dia langsung mendorong mereka berdua minggir, Shi Ma Ling yang sejak kecil selalu berlatih silat.


Tentu memiliki kekuatan yang besar, hanya dengan sekali dorong, kedua Kasim itu langsung terjengkang ke kiri dan kanan.


Mereka tidak berani berteriak atau pun mengaduh, hanya mengeluhkan nasib sial mereka hari ini, didalam hati mereka masing-masing.


Mereka berdua mengurut-urut pinggang dan bokong mereka yang terbentur lantai, sambil meringis seperti monyet mencium bau terasi.


Shi Ma Ling langsung mendorong pintu masuk kedalam.


Tapi dengan kaget dia menemukan ruangan tersebut kosong, tidak ada siapa-siapa.


Dengan perasaan semakin kacau tidak karuan, Shi Ma Ling masuk memeriksa seluruh ruangan tersebut.


Tapi dia tetap tidak menemukan keberadaan ayahnya dan Wu Song.


Shi Ma Ling akhirnya bergegas keluar dari pintu samping.


Di sana Shi Ma Ling melihat ayahnya sedang berdiri santai memberi makan ikan-ikan di kolam.


Dengan wajah merah padam menahan emosi yang hampir meledak dan sepasang mata yang merah seperti mau menangis.


Dia berjalan mendekati Shi Ma Yi, Kemudian dia bertanya


"Ayah di mana Song Ke ke ?"


Shi Ma Yi menoleh menatap putrinya dengan bingung.


Dia sangat heran dengan ekspresi wajah putrinya yang terlihat sangat tidak biasa.


Shi Ma Yi dengan tenang menjawab,


"Dia sudah pergi lama, kenapa apa kalian tidak bertemu ?"


Shi Ma Ling mengerutkan alisnya, menatap ayahnya dengan tajam dan bertanya,


"Apa yang ayah bicarakan dengan nya ?"

__ADS_1


Shi Ma Yi berusaha bersikap tenang dan berkata,


"Tidak banyak ayah hanya minta tolong kepada nya, agar membujuk Bun Houw saudara seperguruan nya."


__ADS_2