
Bun Houw ragu untuk masuk kedalam gua yang gelap, tapi hatinya penasaran.
Bun Houw mendekatkan obor yang dipegangnya kemulut gua, tapi hanya kelihatan batu-batu gunung dan sebuah ruangan luas dan dalam.
Bagian dalam gua tetap tidak terlihat karena sangat gelap, Bun Houw sedikit khawatir ada hewan buas atau siluman yang bersembunyi didalam gua.
Dengan kemampuan nya saat ini, bila bertemu hewan buas atau siluman berusia diatas 500 tahun, dia jelas akan mati konyol.
Setelah berpikir, Bun Houw memutuskan lebih baik mengurus sarang lebah mengambil madu dulu. Kemudian menyerahkan pada Yi Yi, setelah itu baru kembali lagi kesini.
Tidak butuh waktu lama Bun Houw telah mendapatkan sarang lebah dan mengambil madu yang ada didalam sarang lebah itu.
Bun Houw berhasil mengumpulkan 2 botol madu lebah hutan, dan dibawa pulang.
Bun Houw menggunakan sebuah guci bekas arak Hang Zhou, membersihkannya lalu mencampurkan madu dan air putih segar setelah mencicipi dan merasa cukup manis dan segar.
Baru membawanya ke halaman depan pondok Xue Yen, Bun Houw harus menunggu cukup lama.
Setelah matahari naik tinggi Yi Yi baru terlihat keluar dari Pondok Xue Yen sendirian dengan wajah yang agak capek.
Bun Houw yang melihat Yi Yi yang ditunggunya telah keluar dari dalam pondok, langsung berdiri dan berjalan cepat menghampiri Yi Yi.
Begitu melihat Bun Houw ada disana menunggunya dan sekarang sedang berjalan kearahnya,wajah Yi Yi tadi yang terlihat capek langsung hilang.
Yi Yi saat ini tersenyum senang dan bahagia melihat kekasihnya,
Bun Houw ke ke, kamu dari kapan menunggu ku disini? sudah lama ya? hari ini kamu gak latihan?
Bun Houw sambil tersenyum lembut menjawab,
"Tidak lama, pagi tadi guru berhalangan hadir, jadi digantikan Lu Fan.
Aku hari ini libur karena ilmu 18 Tapak Penahluk Naga aku sudah menguasainya, jadi hari ini Lu Fan hanya melatih Wu Song saja."
"Ohh ya kamu pasti haus habis berlatih, ini minuman madu kamu cobain." ucap Bun Houw sambil menyodorkan guci arak Hang Zhou.
Sambil tersenyum lembut dan membelai wajah Bun Houw, Yi Yi menerima minuman madu segar itu.
Setelah meminumnya dia mengacungkan jempol sambil melirik kearah Bun Houw dan dia terus meminumnya tanpa henti.
Karena rasa air madu itu sangat segar dingin dan manis.
__ADS_1
Bun Houw tadi menggunakan sedikit tenaga dinginnya untuk membuat air madu segar buatannya menjadi dingin dan segar.
Kebetulan Yi Yi sedang kepanasan dan haus, mendapatkan minuman segar seperti ini, tentu rasanya luar biasa nikmat.
Bun Houw merangkul bahu Yi Yi mengajaknya kearah tempat dia duduk menunggu tadi, karena di sana lebih adem dan ada angin sepoi-sepoi yang berhembus.
Jadi sangat nyaman dijadikan tempat duduk bersantai.
Setelah duduk Yi Yi menghentikan minumnya, kemudian menatap Bun Houw sambil tersenyum senang dan bahagia dia bertanya,
"Jadi dari kapan Bun Houw ke ke kemari? jangan-jangan Bun Houw ke ke menunggu ku dari pagi tadi ya.?"
Bun Houw mengambil tangan Yi Yi lalu mencium punggung tangannya dan berkata,
"Tidak juga, tadi pagi aku memang langsung pergi ke pondok mu, tapi karena kamu tidak ada.
Aku memperkirakan kamu pasti sedang berlatih di tempat bibi Xue, jadi aku pergi mengitari pondok dan aku melihat mu sedang berlatih di halaman belakang."
"Jadi aku memutuskan pergi kehutan mencari madu untukmu, hasilnya adalah minuman ini." ucap Bun Houw tersenyum sambil menunjuk guci berisi air madu ditangan Yi Yi.
Bun Houw kemudian menatap Yi Yi dengan serius dan menceritakan hasil temuannya ketika sedang mengambil madu hutan.
Yi Yi menatap khawatir sambil menggenggam erat tangan Bun Houw dia berkata dengan khawatir,
"Bun Houw ke ke bagaimana kalau saya ikut denganmu, bertambah satu orang bertambah satu tenaga bila ada bahaya?"
Bun Houw menggenggam balik tangan Yi Yi dengan lembut kemudian berkata,
"Kamu jangan khawatir aku pasti akan berhati-hati, sebaiknya kamu tetap melanjutkan latihan mu agar guru dan bibi Xue tidak curiga dengan kepergian kita."
"Penemuan ku ini, bersifat rahasia selain kamu aku tidak ingin ada yang lain tahu, makanya aku tidak beritahu siapapun selain kamu."
"Baiklah tapi kamu harus berjanji, utamakan keselamatan mu. Bila ada yang tidak beres segera lari, bila sampai besok siang belum pulang aku akan menyusul mu kesana bersama guru." ucap Yi Yi masih terlihat khawatir.
Bun Houw mengangguk lalu mengeluarkan dua botol madu murni dari sakunya dan menaruhnya dipangkuan Yi Yi.
kemudian berkata,
"Yi Yi ini madu murni yang kuambil tadi, kamu simpanlah. Setiap mau pergi berlatih, campurkan dengan air segar secukupnya bawalah ketempat mu berlatih."
"Ini selain bisa menghilangkan haus juga dapat meningkatkan kesehatan tubuhmu." ucap Bun Houw penuh perhatian.
__ADS_1
Yi Yi sangat bahagia dan terharu dengan perhatian yang diberikan Bun Houw, dia langsung memeluk Bun Houw sambil berbisik,
"Bun Houw ke ke aku sangat mencintaimu, kamu jangan pernah meninggalkan aku ya?"
Bun Houw mengangkat dagu Yi Yi agar menatapnya kemudian berkata,
"Aku Bun Houw bisa bertemu dan bersama mu adalah suatu berkah yang diberikan Thian padaku, bila suatu hari aku meninggalkan mu.
Aku akan mati dengan menggemaskan."
Yi Yi hendak mencegah Bun Houw mengeluarkan kata-kata yang tidak baik itu, tapi sudah terlambat.
Yi Yi menegur Bun Houw dengan sedikit cemberut,
"Kenapa harus mengeluarkan kata-kata seperti itu, aku tidak ingin melihat sesuatu yang buruk terjadi padamu."
"Berjanjilah lain kali tidak boleh sembarangan berucap lagi." ucap Yi Yi khawatir dan kesal.
Bun Houw tertawa kemudian berkata,
"Baiklah tuan putriku, aku akan selalu ingat akan pesanmu ini."
Bun Houw kembali meraih tubuh Yi Yi yang ramping kedalam pelukannya.
Sesaat kemudian Bun Houw berbisik,
"Sayang maaf, aku harus kembali ke dapur menyiapkan makan siang."
Bun Houw sedikit tidak enak, tapi dia tidak berdaya dia harus menjalankan tugasnya.
Yi Yi melepaskan pelukan memegang wajah Bun Houw dan berkata dengan lembut,
"Pergilah, dan bawa salinan kitab 9 bulan ini."
Bun Houw menerimanya dan masukkan kedalam saku baju, setelah mencium lembut bibir Yi Yi dia segera berlari menuju kearah dapur.
Setelah menyiapkan makan siang, Bun Houw yang sudah makan duluan setelah pamit dengan Yi Yi dia langsung pergi menuju hutan untuk menyelidiki gua yang dia temukan tadi pagi.
Untuk menghindari serangan dari tempat gelap Bun Houw mengumpulkan ranting dan daun kering kemudian menyalakan api di mulut gua.
Setelah api menyala besar Bun Houw melempar daun-daun basah kedalam kobaran api sehingga mulai timbul banyak asap.
__ADS_1