LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENUNGGU DI TAMAN ISTANA


__ADS_3

Wu Song jadi teringat janjinya kepada Shi Ma Ling akan membantunya membereskan masalah Shi Ma Ong dan Bun Houw sampai tuntas.


Wu Song menghela nafas panjang, kemudian berkata,


"Maaf adik Yan, eh salah yang mulia kaisar.."


"Aku..."


Shi Ma Yan mengangkat tangannya menyetop ucapan Lu Sun dan berkata,


"Kakak Song orang lain memanggil ku yang mulia, aku tidak masalah."


"Tapi kamu beda, kalau kamu menyebut ku yang mulia, berarti kamu tidak mau menjadi kakak ku lagi.."


ucap Shi Ma Yan terlihat kecewa.


Wu Song tersenyum dan berkata,


"Baiklah kecuali dalam sidang formal, bila di luar itu aku akan tetap memanggil mu adik Yan."


"Tapi kamu tidak boleh menyesal, kalau suatu hari aku menegur mu, karena aku menganggap kamu adik ku."


ucap Wu Song bercanda.


Shi Ma Yan yang pada dasarnya jenaka mirip Lu Fan, langsung tersenyum lebar dan berkata,


"Aku mana berani menolak teguran dari suami bibi ku.."


Wu Song terkejut cepat-cepat menggoyang kan kedua tangannya didepan dan berkata,


"Kamu jangan sembarangan, diantara kami tidak ada apa-apa."


"Kalau terdengar orang lain dan menjadi salah paham bisa gawat.."


Shi Ma Yan tetap tertawa dan berkata,


"Kalau bukan menganggap mu sebagai menantu, dengan sikap kakek ku itu, mana mungkin dia berikan Token kekuasaan, gulungan titah penting, dan pusaka pedang penguasa."


Lu Sun sesaat terdiam sulit menjawab, memang dalam pertemuan dia dengan Shi Ma Yi kemaren.


Selain menanyakan keseriusan nya terhadap Ling er, dia juga secara khusus menitipkan Ling er kepada Wu Song.


Tapi Wu Song menolaknya dan menjelaskan dia sudah punya istri.


Dia tidak mungkin mengambil istri lagi, dan merusak kebahagiaan Ling er.

__ADS_1


Melihat keseriusan ucapan nya, akhirnya Shi Ma Yi, mengalihkan topik meminta bantuannya, dan menyerahkan ke tiga pusaka itu untuk dia simpan.


Shi Ma Yan kembali tertawa dan berkata.


"Tuh benar kan paman ipar...ha...ha...ha..!"


Wu Song pura-pura akan menjitak nya untuk menutupi rasa canggungnya sambil berkata,


"Dasar kamu anak nakal.. sudah cepat kembali ke ruang sidang, seluruh menteri sedang menunggu mu di sana.!"


"Aku akan menunggu mu di taman halaman belakang.. pergilah..!"


Shi Ma Yan sambil menahan senyum dia mengangguk membalikkan badan kembali keruang sidang.


Wu Song pun terbang menuju halaman belakang istana, di mana di sana terdapat sebuah kolam ikan yang luas dan sebuah tempat peristirahatan.


Wu Song bisa bergerak bebas dengan token Shi Ma Yi, tidak ada yang berani melarangnya, kemanapun.


Bahkan bila dia genit ingin jalan-jalan di bagian belakang istana, dimana ada komplek untuk para putri kerajaan dan komplek istri dan selir kaisar, tidak akan ada yang berani melarangnya.


Tapi Wu Song mana punya keberanian pergi kesana, yang diisi oleh wanita-wanita yang haus kasih sayang.


Bila berani masuk kesana, dengan ketampanan dan kegagahannya, istana belakang pasti geger besar.


Wu Song yang sedang kesepian dan rindu kepada Lu Ping dan khawatir serta merasa bersalah dengan Se Se.


Wu Song tidak tahu judulnya hanya tahu musiknya saja dan syairnya saja.


yang menceritakan tentang pemuda gembala yang sedang bersedih merindukan kekasihnya yang pergi meninggalkannya tanpa pamit.


Alunan irama suling Wu Song yang merdu dan lembut seakan-akan bisa membetot Sukma yang mendengarnya.


Alunan suara tersebut begitu menyedihkan bagi yang mendengarnya, sampai air mata pun jatuh tanpa sebab yang jelas.


Alunan musik itu terbawa angin, akhirnya sampai ke kompleks istana belakang.


Komplek para istri kaisar tentu mendengar lagu menyedihkan tersebut, tapi mereka tidak bisa keluar dari kompleks tersebut.


Sehingga masing-masing hanya bisa menangis sedih di dalam kamar seorang diri, ditemani rasa sepi, saat malam tiba kesepian ini akan semakin menyiksa diri mereka.


Tapi ini tidak berlaku bagi komplek para putri kaisar, mereka bisa lebih bebas bergerak, asal tidak keluar dari istana.


Wu Song tiba-tiba mendengar suara kecapi yang di petik dengan sangat indah mengiringi suara sulingnya.


Sehingga irama lagu menjadi semakin indah dan enak di dengar, karena perpaduan kedua alat musik yang saling mendukung dengan kompak.

__ADS_1


Membuat irama yang di mainkan semakin sempurna.


Wu Song tanpa sadar menoleh kearah asal suara kecapi merdu tersebut.


Seorang gadis yang cantik luar biasa berumur antara 19 sampai 20 tahun, sedang berjalan kearah Wu Song, sambil menggendong kecapi dan memainkannya dengan jari-jari lentik miliknya.


Sepasang matanya sangat cantik seperti mata burung Hong (Sejenis burung langka dari kahyangan)


Terlindungi oleh sepasang alis mata yang panjang hitam seperti di lukis sangat indah mempesona.


Ditambah dengan bulu matanya yang panjang dan lentik membuatnya semakin sempurna.


Hidungnya kecil mancung dengan cuping hidung yang kecil tipis putih kemerahan.


Bibirnya merah kecil berbentuk seperti gendewa sangat Sexy dan imut.


Wajahnya berbentuk bulat telur dengan dagunya yang runcing, kulit wajahnya sangat mulus putih sedikit kemerahan, tanpa menggunakan bedak ataupun riasan sama sekali sangat alami.


Lehernya putih jenjang, gaun putih nya yang lembut dan tipis, menampilkan lekuk-lekuk tubuhnya yang indah sempurna.


Kulit leher dan lengannya yang tidak tertutup, menampilkan kulit yang sangat mulus putih kemerahan sangat sempurna.


Wu Song yang biasanya selalu bersikap dingin kepada wanita, kecuali Lu Ping dan Ceng Ceng, mau tidak mau sekali ini dia berdiri mematung menatap gadis tersebut dan terpesona olehnya.


Wu Song harus mengakui di dalam hati gadis ini luar biasa cantik, Ceng Ceng dan Lu Ping pun tidak bisa menandinginya.


Begitu juga dengan gadis itu, begitu Wu Song menoleh melihatnya, petikan kecapinya pun ikut terhenti.


Dia langsung terpesona oleh ketampanan dan kegagahan Wu Song, dia tidak menyangka, peniup suling yang sangat menarik perhatiannya.


Ternyata seorang pemuda yang begitu gagah dan tampan menebarkan pesona lembut berwibawa yang sangat menggetarkan hati dan perasaannya..


Wu Song akhirnya sadar dari keterpesonaannya, adalah sikap yang sangat tidak sopan.


Wu Song berdehem kecil menetralkan suasana.


Gadis itupun sama setelah Wu Song berdehem kecil, dia pun tersadar dan segera menundukkan kepalanya.


Sambil menggerling kearah Wu Song dengan wajah merah merona, menahan rasa malu yang sulit dilukiskan.


Wu Song tidak terlalu berani menatap gadis yang memiliki daya tarik yang sangat kuat.


Wu Song setelah berdehem kecil sekali lagi, baru berkata,


"Maafkan saya tuan putri, bila kehadiran saya di sini mengganggu mu."

__ADS_1


(Lagunya berjudul khe khe tho Hai search di yuo tube)


__ADS_2