LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PERGELANGAN KAKI TERKILIR,


__ADS_3

Setelah menyaksikan bagaimana secara ajaib Wu Song mengalahkan para pasukan pengejar.


Pengawalnya secepatnya Kembali memberikan laporan ke tuan putrinya tentang kesaktian Wu Song.


Membuat Sang Putri yang tadinya mengkhawatirkan nasib Wu Song, merasa tidak enak hati telah meninggal kan Wu Song sendirian menghadapi bahaya.


Tapi untuk tetap tinggal dan membantu Wu Song, dia juga takut.


Karena bila sampai tertangkap oleh pasukan tersebut nasibnya bakal lebih menyedihkan dari pada kematian itu sendiri.


Mendapatkan laporan dari pengawal tersebut hatinya baru merasa lega, dan semua dilema yang menghimpit hatinya seakan-akan terangkat semua.


Perasaan nya pun menjadi jauh lebih ringan, selain itu entah kenapa dia menjadi penasaran dan ingin mengenal lebih jauh bintang penolong nya ini.


Selain itu dia juga menyimpan harapan besar pemuda itu mau mengulurkan tangannya menolong kedua orang tua dan kakaknya dari tangan penghianat dan penjahat besar yang telah mencelakai keluarganya itu.


Kini tidak ada jalan lain selain pantang menyerah mengikuti Wu Song sampai menemukan istrinya.


Berharap setelah Wu Song menemukan istrinya dia akan mengulurkan tangannya membantu dirinya.


Entah kenapa hati kecilnya sendiri merasa sangat kecewa saat mendengar Wu Song telah mempunyai istri.


Dia sendiri juga tidak tahu kenapa bisa begitu, padahal selama ini dia belum pernah merasakan perasaan apapun terhadap hubungan antara laki-laki dan perempuan.


Sepanjang perjalanan Wu Song tidak banyak bicara hanya terus berjalan dan terus memperhatikan kearah sungai.


Masing-masing larut dalam pikiran mereka sendiri-sendiri.


Wu Song sebenarnya juga kasihan terhadap putri lokal yang bahkan mereka tidak saling berkenalan dan banyak bicara.


Tapi Wu Song memang sedang ada beban tersendiri yang belum terselesaikan, jadi dia tidak mungkin mencampuri urusan orang lain.


Demi menghindari terlibat lebih jauh urusan orang lain, Wu Song terpaksa bersikap acuh dan dingin.


Karena Wu Song memilih menyusuri pinggiran sungai yang jalannya tidak rata, terpaksa kereta putri tersebut di tinggalkan.


Dia harus mengikuti Wu Song menempuh perjalanan dengan jalan kaki, beberapa kali dayangnya menawarkan sang putri naik ke kuda mereka.


Tapi sang putri menolak nya dia memilih berjalan kaki mengikuti Wu Song.


Putri itu mulai merasa lelah dan kedua kakinya sakit-sakitan saat mereka sudah menempuh belasan kilometer dengan berjalan kaki.


Wu Song meski tidak melihat kearah sang putri tapi pendengarannya yang tajam tidak mungkin tidak mendengar nafas sang putri yang memburu.

__ADS_1


Dan langkah kaki nya yang semakin lama semakin berat dan lambat.


Tiba-tiba terdengar jeritan kecil dari arah sang putri,


"Aaihh..!"


Sebelum gadis itu terjatuh Wu Song sudah berada di sisinya menarik lengan dan meraih pinggang putri itu menahannya.


Sehingga putri itu tidak sampai jatuh, putri tersebut menatap Wu Song penuh rasa syukur.


Kedua mata mereka bertemu, putri tersebut tidak bisa mengendalikan diri untuk menatap Wu Song dengan penuh kagum.


Wu Song yang merasakan tatapan Putri tersebut menjadi kikuk.


Setelah mengembalikan posisi sang putri untuk berdiri.


Wu Song dengan grogi ingin melepaskan tangannya yang secara tidak sengaja telah memegang pinggang sang putri yang berkulit halus dan lembut.


Tapi saat Wu Song menarik kembali tangannya,Sang putri menjerit kecil menahan rasa sakit di pergelangan kaki nya yang terkilir.


Akibat terpeleset tadi, sambil menahan sakit di pergelangan kakinya dengan wajah meringis.


Sang putri secara tidak sengaja kembali rebah kedalam pelukan Wu Song, karena tidak ingin melihat putri tersebut terjatuh.


Mereka kembali beradu pandang, sang putri menatap Wu Song dengan mesra dan penuh rasa terimakasih.


Sebaliknya Wu Song menjadi tambah kikuk wajah nya sedikit merah, dia cepat-cepat memalingkan wajahnya.


Melihat kearah para dayang sang putri dan berkata,


"Kalian cepat kemari membantu nya, pergelangan kakinya sepertinya terluka..!"


Para dayang buru-buru menghampiri putri mereka memapahnya dan membantu sang putri untuk duduk.


Entah kenapa di dalam hati nya sang putri merasa kurang senang dengan kedatangan para dayang nya.


Padahal mereka bermaksud baik ingin menolongnya tapi dia malah merasa terganggu dengan kehadiran mereka.


Tanpa di sadari bibir sang putri sedikit cemberut, para dayang yang sudah lama mengikutinya dan sangat mengenal sifat nya.


Mereka dapat merasakan mood putri mereka sedang jelek, sehingga mereka tidak berani sembarangan bicara.


Wu Song melirik pergelangan kaki sang putri sedikit bengkak dan merah.

__ADS_1


Wu Song pun berjongkok di samping kaki sang putri dan berkata,


"Maaf.. aku akan membantumu membenarkan posisi kaki mu, kamu tahan sebentar."


Wu Song jantungnya berdegup kencang saat melihat betis sang putri yang begitu putih dan halus kulitnya.


Pergelangan kaki dan bentuk kaki sang putri juga sangat indah putih kemerah-merahan membuat yang melihat nya.


Tidak mungkin tidak akan terpesona dibuat nya.


Perlahan-lahan Wu Song meraih betis dan pergelangan kaki sang putri yang berkulit halus dan lembut hiasan gelang emas dikakinya membuat kaki sang putri terlihat semakin mempesona.


Wu Song sempat menenangkan diri memejamkan matanya sejenak, untuk membuang pikiran macam-macam nya.


Wu Song di dalam hati harus mengakui Putri di hadapannya ini memang sangat cantik, memiliki ke cantikan yang sangat khas.


Yang tidak di miliki oleh Lu Ping, Ceng Ceng, bahkan Se Se juga tidak memilikinya.


Terutama sepasang mata, bulu mata, dan sepasang alis yang panjang dan lentik.


Sepasang bukit dan pinggul nya yang besar dengan perutnya yang ramping datar.


Selalu berhasil membuat jantung Wu Song berdebar-debar setiap melihatnya.


Wu Song terlihat berusaha fokus kemudian menarik dan mendorong pergelangan kaki sang putri sampai terdengar bunyi "kreekk..!"


Dan jeritan kecil sang putri menahan rasa sakit yang luar biasa.


Setelah membenarkan posisi pergelangan kakinya, Wu Song dengan lembut memijat-mijat melancarkan aliran darah yang sempat terganggu karena terkilir tadi.


Ketika di pijat oleh Wu Song entah kenapa sang putri merasakan sensasi aneh yang selama ini tidak pernah dia rasakan tapi sangat nyaman.


Sampai-sampai dia tidak kuasa menahan diri memejamkan matanya dan mendesah halus.


Wu Song sebagai pria yang sudah berkeluarga tentu paham sekali dengan perubahan yang terjadi pada sang putri.


Wu Song cepat-cepat menghentikan urutan nya, dan buru-buru berdiri berjalan menjauhi sang putri.


Setelah Wu Song menghentikan urutan nya, sang putri pun kembali sadar, lalu mencoba menggerak-gerakkan pergelangan kakinya dan mencoba berjalan .


Ternyata secara ajaib luka terkilir di pergelangan kaki nya telah sembuh total.


Setelah beristirahat beberapa menit, Wu Song kembali melanjutkan perjalanan mencari Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2