LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENANTANG DI DEPAN GERBANG WAN


__ADS_3

Yue Fei tidak membuang waktu lagi, sudah terlalu banyak waktu yang terbuang.


Bila tiba waktunya dia masih belum berhasil menahlukkan kota Wan.


Maka dia akan terjepit dari depan dan belakang oleh pasukan bantuan yang di kirim dari Xu Chang dan Sin Ye.


Bila itu terjadi dia dan Pasukan akan terlibat dalam suatu pertempuran yang sangat beresiko dan berbahaya.


Pertempuran hidup mati, pertempuran seperti ini sangat tidak di sukai oleh Yue Fei bila tidak terpaksa dia akan selalu memilih menghindarinya.


Gaya berperang Yue Fei sangat mirip dengan Jendral besar Jiang Wei murid kesayangan Zhuge Liang.


Yue Fei kini berdiri di depan gerbang sebelah utara kota Wan.


Dia hanya membawa 5000 Pasukan Rajawali Merah untuk mengiringinya, sisanya dibawah pimpinan Sin Yi menunggunya.


Di Wu Kuan sambil memulihkan stamina Pasukan mereka.


Yue Fei yang membawa tawanan perang Jendral He Sin dengan gagah berdiri di sebelah tangan Jendral He Sin yang terikat.


Yue Fei berteriak sambil melihat keatas tembok gerbang Utara,


"Cepat laporkan kepada atasan kalian, aku meminta kalian membuka gerbang dan menyerah."


"Bila tidak aku akan membunuh tawanan in..!"


"Lihat baik-baik tawanan ini, kalian pasti akan mengenalinya."


ucap Yue Fei kemudian menarik rambut belakang jendral He Sin, agar wajahnya mendongak melihat keatas tembok.


Jendral He Sin tersenyum kepada para penjaga benteng.


Pasukan penjaga benteng terlihat ragu terkejut dan panik.


Jendral He Sin mulutnya tersumpal kain tidak bisa bicara.


Tak lama kemudian di atas tembok muncul Jendral tua He Wan yang meski sudah berusia 60 tahun lebih tapi masih terlihat gagah perkasa dalam balutan pakaian perangnya.


He Wan menatap tajam ke arah Yue Fei sesaat kemudian melirik kearah putranya.


Dia mendapat anggukan dari Putranya yang tersenyum menatapnya.


Sebelum Yue Fei sempat bicara, Jendral tua itu sudah menarik gendewanya yang telah terpasang anak panah.


Diarahkan ke Yue Fei Kemudian langsung melesakkan anak panah tersebut kearah Yue Fei.

__ADS_1


Yue Fei hanya menanggapinya dengan tersenyum dingin, tapi dia menjadi terkejut saat panah itu melengkung berbelok kemudian tepat menancap di jantung He Sin yang langsung terkulai jatuh dengan bibir tersenyum puas.


Jendral tua He Wan tampak memejamkan matanya dan menengadah menatap langit.


Dua butir air bening mengalir di sudut matanya yang keriput.


Dia berkata dengan suara lantang dan gagah,


"Selamat jalan putra ku, kamu anak yang membanggakan."


"Sampai ketemu di kehidupan berikutnya."


Yue Fei sangat kaget dengan tindakan patriotik Jendral tua yang gagah dan keras kepala tersebut.


Yue Fei sadar peperangan dahsyat tidak akan terhindarkan, menghadapi Jendral keras kepala seperti ini hanya ada satu jalan.


Yaitu bertempur sampai titik darah penghabisan.


Tapi Yue Fei masih tidak menyerah, dia memacu kudanya kedepan gerbang mengangkat tombaknya tinggi-tinggi.


Anak buahnya yang mengerti maksudnya langsung menabuh genderang perang tantangan.


Dia memandang remeh orang di atas benteng dan berkata,


Ucapan Yue Fei mengundang berbagai reaksi jendral muda maupun komandan pasukan di atas tembok.


Mereka satu persatu maju kedepan mengajukan diri untuk menyambut tantangan yang dilepaskan Yue Fei.


Tapi usulan mereka ditolak semua oleh jendral tua He Wan.


Yue Fei sambil melarikan kudanya berputar-putar, dia melepaskan beberapa batang anak panah nya kearah beberapa bendera kebesaran Kota Wan yang berdiri berkibar-kibar dengan gagah.


Begitu tiang bendera di atas tembok terkena panah Yue Fei, kelima bendera tersebut langsung jatuh kebawah benteng.


Melihat tiang bendera pun diremehkan oleh Yue Fei, Jendral He Wan tidak bisa menahan diri lagi.


Dia memberikan kode agar bawahan nya, secara bergantian mencoba menjatuhkan Manusia pongah yang ada dihadapan mereka.


Yang pertama kali keluar menghampiri Yue Fei adalah seorang komandan berusia 30 an dengan tubuh sedikit gempal agak pendek.


Dia bernama Lie Tek, biasanya dipanggil komandan Lie, orang nya jujur dan pemberani.


Dia bersenjatakan sepasang kapak, memacu kudanya dengan cepat keluar dari pintu gerbang.


Menuju kearah Yue Fei sambil memberikan beberapa tebasan kearah Yue Fei.

__ADS_1


Yue Fei menekan punggung kudanya, kemudian tubuhnya melesat keatas,.


Meninggalkan kudanya untuk menghindar sambil memberikan serangan balasan dengan memberikan beberapa tusukan kearah Lie Tek.


Lie Tek berhasil menghindari serangan tersebut dengan menempelkan tubuhnya di atas punggung kuda.


Yue Fei sengaja membuat pertandingan berjalan seru, padahal bila dia serius dalam satu gebrakan saja, dia sudah pasti akan nenjatuhkan lie Tek.


Setelah melakukan beberapa putaran pertarungan seru, akhirnya Yue Fei berhasil menjatuhkan Lie Tek dari punggung kudanya dengan susah payah.


Yue Fei sambil berteriak gembira tertawa-tawa dengan nafas memburu, memberikan tantangan berikutnya.


Seorang komandan lain yang bernama Ju Tek, pun melarikan kudanya keluar dari benteng setelah mendapatkan anggukan dari Jendral tua HeWan.


He Wan tidak melarang mereka, Dia hanya tidak ingin mental mereka jatuh , karena, tidak diberi kesempatan berhadapan langsung dengan tantangan.


Ju Tek melarikan kudanya mengejar dengan sangat cepat kearah Yue Fei sambil mengacungkan tombak nya kedepan.


Yue memberhentikan kudanya menunggu kedatangan serangan tersebut.


Ju Tek menusukkan tombaknya dengan kuat kearah dada Yue Fei, di bantu dengan kecepatan dorongan dari kudanya.


Yue Fei tidak menyambutnya dengan keras lawan keras, dia memilih menghindar dan menangkisnya dari samping.


Sehingga serangan tersebut pun gagal, Ju Tek setelah memutar kudanya, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi.


Kembali memberikan beberapa serangan tusukan serta menghantamkan tombaknya sekuat tenaga dari atas ke bawah.


Yue Fei menghadapi semuanya dengan tenang, ada yang ditangkis ada yang di hindari.


Serangan terakhir yang menghantamkan tombak dari atas kebawah kearah leher Yue Fei .


Ditangkis olehnya dengan mengangkat tombaknya menahan dengan cara melintangkan toyanya di atas kepala dan bahu.


Beberapa gebrakan berlangsung seru saling serang saling tusuk hindar ,tangkis pun terjadi


Yue Fei yang merasa sudah cukup pertarungan nya, pura-pura jatuh dari atas kuda, kemudian dari arah bawah, dia memukul tangan Ju Tek yang memegang tombak hingga terlepas dari pegangannya.


Lalu dia meloncat dengan bertumpu pada tombaknya memberikan sebuah tendangan yang tepat mendarat di dada Ju Tek hingga membuat Ju Tek terpental dari atas kudanya.


Jatuh dengan posisi terlentang, tidak berdaya, saat Yue Fei menodongkan mata tombak yang runcing didepan lehernya.


Dengan demikian dua komandan pasukan dari kota Wan sudah tertawan oleh Yue Fei.


Yue Fei kembali melompat keatas kudanya, kembali menunjukkan aksinya dengan sombong melontarkan tantangan kearah Jendral tua He Wan.

__ADS_1


__ADS_2