
Wu Song sengaja menggunakan kereta kuda, agar Lu Ping tidak terlalu lelah dalam menempuh perjalanan.
Melihat banyak pemandangan indah,
Wu Song memanggil Lu Ping,
"Sayang ke depan yuk,! udaranya sedang sejuk pemandangan kiri kanan juga sangat indah, sayang.!"
Lu Ping keluar dari dalam kereta dan ikut duduk disamping Wu Song menikmati udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.
Sebelah kiri jalan terlihat sungai jernih yang di apit oleh gunung dan bukit-bukit hijau.
Sedangkan sebelah kanan jalan banyak sawah dan perkebunan yang di tanam secara bertingkat.
Tiba-tiba dari dalam kereta muncul sebuah kepala lain, kemudian menyusul ikut duduk didepan.
Itu adalah Se Se yang nakal, dia sengaja tidak memilih duduk di sisi Lu Ping.
Tapi dia duduk di sebelah Wu Song membuat tempat duduk didepan yang tidak berapa luas.
Menjadi sempit dan saling berhimpitan, Wu Song jadi terlihat seperti raja minyak dari Arab yang di apit dua wanita cantik di kiri kanan.
Wu Song sangat tidak nyaman, tapi tidak berdaya.
Hanya mengutuki Se Se yang tidak tahu diri dan urat malunya telah lepas.
Agar tidak terlalu berdempetan dengan tubuh Se Se, Wu Song menggeser duduknya merapat ke Lu Ping.
Dengan memeluk Lu Ping sambil mengendarai kuda selain nyaman hangat juga tempat duduk jadi lebih lega.
Lu Ping sendiri setelah mendapat nasehat dari Ibu Siau Ching, dia tidak mau ikut campur memaksa Wu Song berdekatan dengan Se Se lagi.
Dia memilih diam dan membiarkan Wu Song melakukan apa saja yang menurut Wu Song nyaman.
Seperti saat ini Lu Ping menikmati pelukan suaminya sambil menyenderkan kepala di dada Wu Song.
Se Se tidak mau kalah, dia melingkarkan tangannya merangkul lengan Wu Song kearah sisi dadanya.
Wu Song yang merasa lengannya menyentuh daging lembut dan kenyal sangat terkejut badannya seperti tersengat listrik.
Apalagi Se Se memiliki wangi tubuh dan rambut yang sangat khas dan lembut, bisa membuatnya sedikit terlena dan lupa daratan.
Dalam posisi seperti ini, Wu Song tidak bisa menghindar dan menjaga jarak.
Ditambah rangkulan di lengan membuat jantung Wu Song berdegup kencang.
Wu Song cepat-cepat mengibaskan tangannya berusaha melepaskan rangkulan Se Se sambil berkata, dengan ketus.
"Apaan sih... Se Se jaga sikap mu.! atau aku akan menendang mu keluar dari kereta.!"
__ADS_1
Se Se mencemberutkan bibirnya, dan menoleh ke arah lain sambil melipat tangannya didepan dada.
Mendapat teguran seperti itu Se Se agak sakit hati, sehingga dua butir air bening jatuh ke pipinya.
Lu Ping melihat hal itu merasa kasihan dan menyenggol lengan suaminya.
Memberi kode agar Wu Song melihat akibat sikapnya yang ketus tadi.
Wu Song melirik sejenak, Wu Song merasa sedikit tidak enak hati, sikapnya barusan memang agak kasar dan ketus.
Tanpa sengaja telah menyakiti perasaan
Se Se pikir Wu Song dalam hati.
Wu Song segera berkata,
"Maafkan sikap ku yang kasar barusan, Adik Se Se."
Se Se menoleh kearah Wu Song kemudian tersenyum manis sambil menghapus dua butir air bening di pipinya, dia berkata.
"Tidak apa-apa, aku yang salah lupakan saja."
"Tidak seharusnya aku mengganggu mu yang sedang fokus mengendalikan kuda." ucap Se Se menambahkan.
Wu Song tidak berani bicara lagi, takut Se Se menangkap salah.
Dan hubungan mereka akan menjadi semakin runyam kedepannya nanti.
"Song ke ke, aku tiba-tiba ingin mandi."
Wu Song mengangguk dan tersenyum girang, "yuk kita mandi bersama." ucap Wu Song bersemangat.
"Ayuk kita mandi bersama-sama, aku juga ingin ikut mandi." ucap Se Se cepat tanpa malu-malu.
Se Se merasa Wu Song sudah pernah melihat tubuhnya sekali, jadi bukan masalah besar lagi bila melihatnya untuk yang kedua dan seterusnya.
Wu Song tersedak ludah sendiri, langsung batuk-batuk, kemudian berkata.
"Ya udah kalian berdua mandi di sebelah sana, aku di sebelah sini."
Tempat yang ditunjuk oleh Wu Song tertutup beberapa batu besar jadi sangat cocok buat Lu Ping dan Se Se yang ingin mandi.
Wu Song sendiri akan mandi di sebelahnya sambil menangkap ikan untuk makan siang mereka.
Selagi Wu Song asik berenang sambil menangkap ikan, tiba-tiba dari balik batu sebelah sana muncul kepala Se Se yang nakal sambil berkata,
"Song Ke ke Ayuk gabung kesebelah sini, ikan di sebelah sini besar-besar loh."
Wu Song yang terkejut tersedak air sungai dan terbatuk-batuk, Wu Song cepat-cepat menutupi bagian bawah perut nya sehingga ikan yang sudah di tangkap menjadi terlepas.
__ADS_1
Wu Song hanya menghela nafas kesal melihat ikan yang sudah ditangkap dengan susah payah, kini berenang menjauhinya.
Wu Song menoleh kearah Se Se dan mau meneriakinya, Se Se sambil tertawa menjulurkan lidahnya mengejek Wu Song.
Lalu menghilang di balik batu, Wu Song akhirnya memukul air dengan kesal.
Lalu mengulang dari awal lagi, berusaha menangkap ikan di sungai berair jernih tersebut.
Berdasarkan beberapa pengalaman yang lalu, Wu Song memilih tidak mengajak istrinya duduk di depan lagi, ketika kereta sedang berjalan.
Wu Song juga menghindari duduk seorang diri, dia akan selalu menggandeng Lu Ping kemanapun, selain kekamar kecil.
Setelah mengisi perut dengan ikan bakar,
Wu Song dan rombongannya, kembali melanjutkan perjalanan.
Sepanjang perjalanan ada saja akal Se Se untuk menggoda dan membuat Wu Song panik.
Setelah menempuh perjalanan selama 1 Minggu akhirnya Wu Song melihat sebuah batu bertuliskan Lembah Selaksa obat,
Wu Song menghentikan kereta kuda nya menambatnya disitu,
Wu Song khawatir bila masuk menggunakan kereta kuda.
Wu Song takut nanti kuda dan kereta nya malah merusak tanaman obat di dalam lembah.
Yang bisa membangkitkan kemarahan Tabib Dewa.
Dan bila tabib tersebut tersinggung dan menolak mengobati dia dan Lu Ping, maka perjalanan ini akan jadi sia-sia.
Wu Song berjalan paling depan di ikuti oleh Lu Ping dan Se Se.
Baru saja Wu Song mau menginjakkan kakinya kedalam Wilayah Lembah Selaksa Obat.
Dari arah depan muncul seorang kakek berlarian sambil menggendong seorang anak kecil.
Kakek tersebut terlihat panik dan ketakutan terus menoleh kepalanya, kearah belakang.
Seperti ada sesuatu yang sangat menakutkan di belakang sedang mengejar kakek itu.
Wu Song menghentikan langkah kakek tersebut dengan sopan bertanya,
"Kakek ini siapa.? kenapa terlihat begitu ketakutan? sebenarnya apa yang terjadi.?"
Baru Wu Song menyelesaikan pertanyaan nya, dari arah belakang kakek itu terdengar suara tawa menyeramkan.
"HA...HA...HA.. HAAAAA....!!"
"Mau lari kemana kalian berdua...?"
__ADS_1
HA...HA...HA.. HAAAAA...!!"