LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENGATUR STRATEGI,


__ADS_3

Lu Sun dan Xue Yen langsung menghampiri kearah jendela melihat apa yang terjadi.


Mereka berdua sedikit terkejut melihat Lu Fan sedang berjongkok dengan sebelah kakinya sambil memegang dadanya kirinya.


Dari sudut bibirnya terlihat ada bekas rembesan darah, sepertinya Lu Fan terluka.


Di hadapan Lu Fan terlihat pemuda tampan bernama Juseon pangeran kerajaan Silla.


Dia memakai mantel bulu dan topi bulu sehingga terlihat sangat gagah.


Di sekeliling arena pertempuran terlihat kepungan Pasukan Goguryeo yang mungkin mencapai 100.000 orang seluruh area itu dipenuhi tentara.


Tidak terlihat ada rakyat biasa di sana, terutama rakyat Han yang miskin mereka sudah memilih menyembunyikan diri menghindari keributan.


Xue Yen dan Lu Sun saling pandang mereka berdua mengangguk tanda sepakat.


Lu Sun bergerak kearah Lu Fan melepaskan aura Naga miliknya, sehingga Pasukan pengepung di sebelah kanan.


Sebagian yang berada di barisan paling depan jatuh pingsan, sebagian lagi dibarisan tengah jatuh terduduk, sedangkan bagian paling terakhir tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


Lu Sun menyambar Lu Fan kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.


Sedangkan Xue Yen muncul menghadang pengejaran dari sebelah kiri langsung melepaskan pukulan es abadi Kearah Juseon dan Pasukan yang berada di belakangnya.


Setelah itu Xue Yen melesat pergi dari tempat tersebut dengan Ilmu meringankan tubuh berjalan diudara.


Menyusul kearah Lu Sun yang menunggunya dengan Jim Tou Yun.


Mereka bertiga kemudian menghilang dari tempat tersebut dengan Jin Tou Yun, yang bisa terbang secepat kilat.


Pangeran Juseon mengerahkan kekuatan pelindungnya yang mengeluarkan cahaya kemerahan dari dalam tanah melindungi seluruh tubuhnya.


Nasib malang menimpa Pasukan di belakangnya, mereka semua mati membeku menjadi patung es.


Putri Kim yang berada paling belakang dengan ilmu ringan tubuhnya, dia sempat melompat mundur menghindari hawa dingin yang dilepaskan oleh Xue Yen.


Tapi dia tetap berdiri menggigil dengan wajah pucat.


Melihat keadaan dibelakang nya, Juseon berdecak kesal.


Dia melesat menghampiri putri Kim menyentuh bahu nya dan berkata,


"Kakak ipar kamu tidak apa-apa ?"


Putri Kim mengangguk, dia merasa tubuhnya jauh lebih hangat sekarang.


Putri Kim baru sekarang menyadari ternyata adik iparnya yang masih muda dan tidak pernah serius memiliki kesaktian yang mengagumkan.


Tadinya pemuda ini akan di jodohkan dengan nya, tapi dia menolaknya, karena di hatinya sudah terisi Xie Bun Houw.


Sehingga pemuda ini kemudian dijodohkan dengan adiknya yang baru berusia 17 tahun.

__ADS_1


Setelah dipertemukan kedua orang itu malah cocok dan menikahlah kedua pasangan muda-mudi itu.


Kini mereka berangkat ke China menempati hampir sebagian wilayah timur laut, Kaisar Kim Douk hanya membawa putri Kim dan menantunya saja.


Sementara itu ditempat lain Lu Sun bertiga hampir memasuki Wilayah perbatasan Xia Pi, di mana Pasukan Naga Hitam di bawah pimpinan Song Chin dan ke 6 saudaranya sudah berkemah di sana.


Bila dilihat dari perkemahan mereka dapat ditafsir kekuatan yang di bawa Song Chin tidak kurang dari 500.000 personil.


Lu Fan terlihat masih duduk bermeditasi, mengeluarkan sisa racun Hua Kung San dan memulihkan luka dalam yang dideritanya.


Lu Sun dan Xue Yen tidak banyak tanya, mereka membiarkan Lu Fan mengobati lukanya sendiri.


Meski sangat penasaran Lu Fan bisa di lukai oleh Pemuda itu, mereka tetap menunggu sampai Lu Fan benar-benar pulih baru memberikan penjelasan kepada mereka.


Lu Fan membuka kembali matanya saat mereka tiba di atas perkemahan Pasukan Naga Hitam.


Mereka bertiga melayang turun di depan perkemahan utama milik Song Chin.


Mereka bertiga langsung berjalan menuju perkemahan Song Chin.


Para pasukan penjaga langsung berlutut melihat kedatangan Lu Sun.


Mereka memberi hormat kepada Lu Sun sambil berkata,


"Selamat datang Yang Mulia Jendral Naga Hitam semoga yang mulia panjang umur."


Sambil tertawa Lu Sun berkata,


Setelah membangunkan Pasukan penjaga, Song Chin bersama ke 6 saudaranya keluar menyambut kedatangan Lu Sun.


Mereka mempersilahkan Lu Sun Xue Yen dan Lu Fan masuk kedalam perkemahan untuk merundingkan strategi menghadapi pertempuran esok.


Masuk kedalam kemah Lu Sun pun bertanya,


"Fan er apa yang terjadi tadi ? kenapa kamu bisa terluka ?"


Lu Fan berdecak kesal, dan berkata,


"manusia rendah itu menaruh racun dalam makanan dan minuman ku.."


"Karena tidak berhasil melumpuhkan ku dengan beberapa komandan pasukan Goguryeo."


"Pemuda licik itu akhirnya muncul dari bertarung dengan ku, karena aku terlalu menganggap remeh padanya."


"Akhirnya aku terluka oleh tendangan ajaibnya, yang bersilat dengan cara jungkir balik."


Ketujuh bawahan Lu Sun sangat terkejut mendengar bahwa musuh yang akan mereka hadapi ternyata memiliki orang sakti.


"Sekali ini Sui San benar, untung kita tidak bergerak gegabah bila tidak tentu kita bisa membawa saudara-saudara kita ke jalan buntu."


ucap Song Chin.

__ADS_1


Lu Sun mengangguk dan berkata,


"Makanya aku dari dulu selalu katakan pada kalian kenalilah musuh seperti anda mengenali diri mu sendiri, maka 100 kemenangan dalam pertempuran akan menjadi milik mu."


"Mereka berani datang kesini berhadapan dengan kita, meski sudah mendengar tentang kita, berarti mereka punya keyakinan bisa mengalahkan kita."


"Makanya aku lebih memilih pergi menyelidikinya dari pada langsung menyerangnya."


"Mereka besok pagi akan berangkat untuk menyerang kita, kita punya tiga hari untuk bersiap-siap menyambut mereka."


"Mari kita perhatikan peta, sekarang.."


Mereka bersepuluh kini terlihat mengelilingi sebuah meja yang berisi miniatur peta Wilayah Xia Pi dan sekitarnya.


Setelah memperhatikan sekilas Lu Sun menunjuk sebuah lembah dan berkata,


"Pancing dan arahkan mereka kesini."


"Lalu hujani mereka dengan ini."


ucap Lu Sun sambil mengeluarkan sebiji Pai Lei Tan dari gelangnya.


"Cara penggunaannya sangat mudah tinggal di putar penutupnya ini kemudian lemparkan."


"Bila tidak ingin menggunakannya putar dan tutup kembali penutup ini."


ucap Lu Sun memberikan contoh dan penjelasan.


Melihat ke tujuh bawahan nya telah mengerti, Lu Sun melanjutkan berkata,


"Yuda Lin Cong kalian ambil jalan air lumpuhkan semua kapal mereka yang ada di dermaga Chang Yang dan Lin Ji."


"Yuda kamu ambil Lin Ji, Lin Cong kamu ambil Chang Yang."


"Masing-masing bawa 25.000 Pasukan yang ahli bermain air."


"San Sui kamu bawa 50 .000 Pasukan senior, menghadang di sini."


"Hanya boleh kalah tidak boleh menang, giring mereka ke sini."


ucap Lu Sun sambil menunjuk lembah.


"Chin Yang Chin Hao kalian masing-masing bawa 50.000 Pasukan senior hadang mereka di sini dan di sini."


"Hanya boleh kalah tidak boleh menang giring mereka kesini."


Paman Hao menatap Lu Sun dengan tidak puas dan berkata,


"Adik Sun kakak mu ini sudah terlalu tua ya ? sengaja kamu simpan sebagai barang antik.."


"

__ADS_1


"


__ADS_2