LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PEMBICARAAN SERIUS WU SONG DAN UTARI


__ADS_3

Wu Song tidak langsung menuju ke kamar melainkan duduk di taman dengan santai , sambil mendengarkan suara Utari yang sedang cecowetan di kamar seperti monyet berisik.


Sesuai perkiraan Wu Song Lu Ping tidak merespon sama sekali, akhirnya Utari dengan uring-uringan dan bibir cemberut wajah merah keluar dari kamar berjalan meninggalkan kamar Lu Ping.


Wu Song sengaja bersembunyi di balik pohon saat mendengar Utari akan keluar dari kamar Lu Ping.


Wu Song tidak mau Utari melihat dirinya, merasa kehilangan muka dan semakin kesal dengan nya.


Setelah Utari pergi, Lu Ping yang berpendengaran tajam dan sudah menyadari Lu Sun sedang berada di taman.


langsung keluar dari kamar menghampiri Wu Song dan bertanya,


"Apa sih yang di bahas putri gila itu, datang-datang langsung teriak-teriak dan marah-marah gak keruan.?"


Wu Song dengan tersenyum menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedikitpun benar saja Lu Ping tidak marah.


Dia malah mendengarkan sambil tertawa-tawa dan menggelayut manja dalam pelukan suaminya.


Lu Ping malah ikut berkomentar,


"Mengerikan ya nasib gadis itu, harus menikah dengan 5 pria sekaligus."


"Gak kebayang deh gimana perasaan nya saat harus berganti-ganti suami seperti itu."


ucap Lu Ping yang merasa kasihan.


"Supaya bisa merasakan nya kamu harus mencobanya." ucap Wu Song sambil tertawa.


Lu Ping langsung mempelototinya dan berkata,


"Muka gila kamu pikir istri mu ini cewek apaan, kalau ditempat kita cewek seperti itu bisa di masukkan kedalam kerangkeng babi dan ditenggelamkan ke sungai."


Lu Ping dan Wu Song mengobrol dan bercanda dengan santai sampai menjelang malam, Wu Song baru pergi ke dapur menyiapkan makanan kesukaan Lu Ping dan Utari.


Setelah menyajikannya buat Lu Ping, Wu Song pun buru-buru membawa masakan nya ke kamar Utari.


Saat Wu Song mengetuk pintu dan masuk Utari meski masih sedikit cemberut tapi dia sudah tidak begitu kesal lagi.


Apalagi melihat Wu Song datang membawa banyak masakan kesukaan nya, dia yang sedang lapar pun makan dengan lahap.


Setelah melihat Utari sudah benar-benar tidak marah lagi, Wu Song baru menjelaskan kepada Utari kenapa dia bersikap ramah kepada Drupadi.


Wu Song menjelaskan semua alasannya dan memberikan pengertian kepada Utari betapa menyedihkannya nasib Drupadi itu.

__ADS_1


Utari akhirnya bisa menerima penjelasan Wu Song dengan pikiran tenang dan tidak kesal lagi.


Setelah melakukan beberapa pembicaraan ringan yang di hiasi canda tawa.


Wu Song kemudian membawa Utari duduk di taman depan kamarnya dan Wu Song pun berkata,


"Adik Utari besok pagi aku dan istriku akan melanjutkan perjalanan kami kembali ke negeri asal kami."


Utari sangat terkejut mendengarnya dan dia menatap Wu Song dengan sedih.


dan berkata,


" Kakak Song tidak bisa kah kamu merubah keputusan mu dan tetap tinggal di sini bersama ku ?"


Wu Song menggelengkan kepalanya dan menatap Utari serius dan berkata,


"Tidak bisa Utari aku tidak bisa lakukan hal itu maafkan aku, ku mohon mengertilah."


"Hidup di sini aku akan seperti ikan yang di jauhkan dari air."


Utari terlihat tertunduk dan berkata,


"Kakak Song aku ingin ikut dengan mu dan Lu Ping bertualang ke negeri kalian."


"Itu juga tidak bisa, kamu hanya akan membuat ayah dan ibu mu khawatir dan bersedih terutama ibu mu."


"Apa kamu tidak kasihan dengan nya, ? usia nya sudah cukup tua bila karena hal ini dia sakit-sakitan dan meninggal, kamu akan berdosa besar Utari."


"Hal lainnya adalah aku dan Lu Ping setelah kembali ke negeri kami pasti akan menghadapi berbagai pertempuran besar kecil, bila kamu ikut kami itu akan sangat membahayakan nyawa mu"


"Karena kamu tidak paham ilmu silat sama sekali."


"Aku bisa belajar dari mu dalam perjalanan."


ucap Utari semangat.


"Belajar ilmu silat diperlukan bakat dan tulang yang cocok dan itu memerlukan waktu proses yang panjang dan lama."


"Lagipula musuh yang akan kami hadapi adalah kelas berat semua, bahkan Lu Ping yang sudah sangat ahli sekalipun masih harus terlempar ke dalam jurang dan Sampai kesini."


ucap Wu Song memberikan penjelasan.


"Lalu aku harus bagaimana ? ini tidak bisa itu tidak boleh, kakak Song aku tidak mau berpisah dari mu."

__ADS_1


"Aku tidak bisa hidup tanpa diri mu."


ucap Utari mulai menangis pilu, Wu Song jadi serba salah dan tidak tahu harus berkata apa.


Dia hanya membelai kepala Utari dengan lembut.


Sesaat kemudian Wu Song melihat Utari mulai agak tenang dia baru melanjutkan kata-katanya,


"Utari terus terang saja, aku cuma mencintai istriku Lu Ping seorang, kamu harus mengerti aku tidak bisa menyakiti hati nya."


"Tentu saja aku juga tidak mau menyakiti hati mu, makanya aku selalu berusaha agar kamu tidak sedih dan bisa menerima kenyataan bahwa aku cuma menganggap mu seperti adik ku sendiri saja."


"Dan aku harap kamu bisa merubah rasa cinta pria dan wanita menjadi rasa cinta kakak beradik.'


ucap Wu Song sambil menatap Utari dengan serius.


Utari menggeleng kan Kepalanya dan berkata,


"Aku tidak bisa kakak Song, aku bukannya tidak mencobanya, aku sudah mencobanya."


"Semakin aku ingin melupakan mu, aku hanya akan semakin terpuruk lebih dalam dan semakin merindukan mu."


"Mungkin hanya dengan kematian lah aku bisa lepas dari semua perasaan menyiksa ini, kakak Song."


Wu Song terdiam tidak tahu mau berkata apa lagi.


Tiba-tiba Utari mengangkat wajahnya yang berlinang airmata menatap Wu Song dengan penuh harap berkata,


"Kakak Song bagaimana kalau kamu berikan kepada ku seorang keturunan, mungkin dengan melihat anak tersebut aku bisa mengobati kerinduan ku lewat dirinya."


"Selain itu aku juga akan berjuang untuk hidup dan merawat anak hasil buah cinta kita sampai besar."


Wu Song menggelengkan kepalanya dengan keras dan berkata,


"Tidak boleh aku mana boleh melakukan perbuatan kejam dan nista itu pada mu."


"Bagaimana anak dan kamu akan menghadapi masa depan bila melahirkan anak tanpa ayah."


"Itu sangat kejam dan tidak bertanggung jawab aku tidak bisa dan tidak boleh melakukan nya."


"Utari kamu harus buang jauh-jauh pikiran itu, berpikir lah secara terbuka, kamu begitu cantik aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan bisa menemukan pria yang mencintai mu dengan tulus."


"Sebaliknya kamu pun akan mencintai nya dengan tulus, sehingga kamu bisa memberikan milik mu yang paling berharga untuknya.

__ADS_1


Sehingga hidup mu bisa dipenuhi dengan kebahagiaan, bukan kesedihan dan penyesalan serta kekecewaan akibat kesenangan kecil yang hanya sesaat.


__ADS_2