
Sambil meraung menindih suara seruling Wu Song, mereka mulai menggerakkan tangan mereka untuk menangkap Wu Song.
Tapi Wu Song dengan mudah melayang menghindari tangkapan mereka dengan gesit, kadang meminjam punggung tangan mereka sebagai batu injakan, untuk melayang ketempat lain.
Wu Song memperkuat tenaga tiupan suling nya, kini suara irama suling mulai menusuk gendang telinga kedua mahluk itu.
Mereka meraung kesakitan, Wu Song merubah iramanya menjadi halus lembut, tapi menusuk mempengaruhi jiwa kedua mahluk itu.
Menenangkan dan mempengaruhi pikiran mereka, pergerakan kedua mahluk itu mulai melambat dan kehilangan tenaga.
Mereka akhirnya terduduk dengan kedua mata terpejam seperti sedang tertidur, irama suling Wu Song memiliki kekuatan magis hipnotis.
Wu Song lewat irama lagunya memerintahkan kedua mahluk itu untuk tidur, Setelah melihat kedua mahluk itu tertidur.
Wu Song merangkul Se Se, kemudian menggunakan ilmu ringan tubuhnya menjauhi tempat tersebut.
Dalam 3 kali hilang dan muncul Wu Song telah menghilang dari tempat itu.
Meninggalkan dua mahluk raksasa yang terlihat duduk mendengkur.
Wu Song memasuki hutan semakin dalam, pendengarannya yang tajam mendengar suara gemericik air.
Wu Song berlompatan menuju tempat tersebut, akhirnya terlihat sungai kecil berair jernih dan terlihat banyak ikan di sungai tersebut.
Wu Song tersenyum senang dan berkata,
"Se Se sebentar lagi kita bisa makan enak,"
ucap Wu Song senang.
Se Se Hanya mengangguk dan ikut tersenyum senang.
Wu Song menangkap ikan dan mengisi kantong kulit air minum, sedangkan Se Se membantu mengumpulkan ranting kering.
Setelah mengumpulkan ranting, Se Se membantu Wu Song membersihkan perut dan sisik ikan, membungkusnya dengan daun.
Kemudian membawanya untuk di bakar.
Di api unggun yang sudah di siapkan
Wu Song.
Setelah ikan matang Wu Song dan Se Se makan ikan sambil ngobrol tentang keanehan pulau ini.
Selesai makan Wu Song mengajak Se Se melanjutkan penelusuran mereka terhadap kondisi pulau tersebut.
__ADS_1
Akhirnya mereka tidak bisa melanjutkan dengan jalan kaki, karena terhalang oleh rawa yang luas dan tidak terlihat ujungnya.
Wu Song membuat dua bilah papan kayu yang diikatkan di kakinya, buat jaga-jaga bila kehabisan tenaga tidak bisa terbang lagi.
Dia bisa menggunakan papan kayu ini berjalan di atas air.
Selain bisa menghemat tenaga, dengan bantuan papan itu Wu Song bisa . memulihkan tenaganya kembali.
Karena perjalanan melewati rawa mungkin sangat jauh Wu Song mengendong Se Se di punggungnya.
Se Se senang-senang saja nemplok di punggung suaminya.
Perjalanan di lanjutkan Wu Song dengan berlompatan di atas rawa.
Di rawa terlihat banyak buaya, tapi tidak ada yang mengganggu, mereka hanya diam mengambang seperti sepotong kayu.
Wu Song terus maju berlompatan di atas rawa, dengan ringan seperti seekor capung.
Wu Song tiba-tiba merasakan aura ganas sedang mengintai dirinya dan Se Se, tapi dia belum bisa memastikan posisi mahluk itu.
Yang jelas dia terus mengikuti pergerakan
Wu Song, Wu Song sambil berlompatan memasang sikap waspada.
Ular itu muncul menghalangi jalan Wu Song mendesis-desis, lidahnya keluar masuk dari mulutnya, matanya merah terus menatap ganas kearah Wu Song.
Ular itu mulai menyerang Wu Song dengan membuka mulutnya.
Tapi Wu Song selalu berhasil menghindari serangan kepala ular, yang terus berusaha mencaploknya.
Ular itu setelah beberapa serangan nya gagal, , dia mulai menyemburkan bisanya kearah Wu Song.
Kemudian menggerakkan kelima kepalanya menyerang Wu Song, untuk menutup jalan mundur Wu Song, yang dengan lincah selalu berhasil menghindari serangan ular tersebut.
Kecepatan gerak ular itu sangat menakjubkan, Wu Song terpaksa mengeluarkan sulingnya untuk memotong kepala ular yang mengarah ke dirinya.
Karena tidak sempat di hindarkan.
Tapi sungguh aneh di potong satu tubuhnya dua.
Kini kepala ular menjadi enam dan terus mengincar Wu Song.
Wu Song memberikan penutup telinga ke Ying Ying, dia mulai meniup sulingnya sambil berterbangan di atas kepala ular-ular itu.
Alunan irama suling Wu Song membuat ular itu menari-nari jinak dan tidak menyerang Wu Song lagi.
__ADS_1
Perlahan-lahan Wu Song melewati hadangan ular itu dan menjauhi lokasi tersebut.
Setelah pergi jauh dan memastikan ular itu tidak mengejarnya Wu Song meneruskan perjalanan nya.
Rawa masih sangat luas belum terlihat tepian nya, setelah melakukan perjalanan selama dua hari tanpa istirahat, untuk makan hanya mengandalkan biji bunga teratai, yang tumbuh di rawa-rawa tersebut.
Akhirnya Wu Song mulai melihat tepian rawa, yang di kelilingi oleh bunga teratai.
Memasuki wilayah pinggiran rawa, semakin lama semakin jernih airnya.
Akhirnya bukan rawa lagi tapi sebuah kolam teratai yang airnya sangat jernih sampai bisa lihat dasar kolam.
Wu Song tiba-tiba melihat rombongan wanita yang sedang mandi, dan bercanda dengan riang gembira ditepian kolam tanpa busana.
Wajah Wu Song langsung merah, kemudian dia membelokkan langkahnya ingin mencari tepian lain.
Se Se yang berada di gendongan Wu Song juga melihat hal itu, dia segera menutup mata Wu Song, dengan telapak tangannya yang lembut.
Tapi kedatangan Wu Song telah terlihat oleh salah satu gadis yang sedang mandi, dia berteriak dalam bahasa yang tidak di mengerti oleh Wu Song dan Se Se.
Wu Song bergerak secepat mungkin menjauhi tempat tersebut.
Tapi para gadis yang sedang mandi itu kini tertawa gembira dan berteriak-teriak dalam bahasa mereka.
Kemudian mereka malah keluar dari dalam air tanpa berbusana, berloncatan dengan ringan di atas air mengejar Wu Song, sambil berteriak-teriak dengan bahasa mereka.
Wu Song sangat terkejut ketika pendengarannya menangkap suara angin berdesir di belakangnya, dan bunyi kecipak air menunjukkan pengejarnya sedang berlari diatas air mengejar dirinya.
Wu Song mengerahkan ilmu ringan tubuhnya, tubuhnya tiba-tiba lenyap, dan muncul lagi sudah berada di tepi kolam berusaha melarikan diri menjauhi mereka.
Wu Song bukan takut tapi risih melihat pemandangan yang tidak pantas tersebut.
Tapi para pengejarnya tidak menyerah, mereka malah melepaskan sinyal minta pertolongan dengan kembang api.
Dalam sesaat Wu Song jalannya telah di hadang oleh ratusan wanita muda dan cantik-cantik dengan busana minim.
Dimana mereka hanya mengenakan penutup dari kulit binatang di bagian bawah perut dan dada saja.
Sisanya di biarkan terbuka tanpa tertutup apapun.
Mereka semua tersenyum sambil menunjuk-nunjuk Wu Song, seperti ini adalah pertama kalinya mereka melihat mahluk yang berbeda jenis dengan mereka.
Wu Song dengan canggung menurunkan
Se Se disisinya, Wu Song membalikkan badannya agar tidak melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1