LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
ZHOU BA YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Bumi berguncang hebat, tanah merekah saat jurus pertama di lepaskan.


Saat tinju bertemu Naga Hijau, menimbulkan ledakan tenaga kejut yang menerpa kedua belah pihak.


Debu batu pasir beterbangan, rambut pakaian bahkan kulit wajah semua orang yang ada di sana bergerak-gerak, diterpa angin kencang yang berasal dari tenaga kejut pertemuan cahaya tinju dengan naga hijau.


Cahaya tinju emas raksasa hilang tidak berbekas, dia bukan lawan dari cahaya hijau naga semesta.


Yang terus bergerak menerjang kearah kelima orang sakti yang menjadi lawan Wu Song.


Sambil tertawa-tawa, Zhou Ba yang mencium datangnya bahaya, secara insting dia juga mencabut sebatang pedang hitam.


Yang mengeluarkan aura kegelapan, begitu pedang tercabut, segala aura negatif, seperti roh halus dan jiwa penasaran.


Yang berada di sekitar area tersebut tersedot masuk kedalam tubuh dan pedang hitam itu.


Sambil menyeringai Zhou Ba menebaskan pedang hitamnya menyambut serangan naga siluman Wu Song.


Yang di lepaskan oleh Zhou Ba adalah tebasan pemusnah arwah jurus pertama pedang Penahluk iblis milik dewa pedang.


Tapi tehnik dan cara penggunaannya jauh berbeda, yang di mainkan Zhou meski gerakan mirip.


Tapi Kekuatan yang di hasilkan jauh berbeda, bisa di bilang 10 kali lipat lebih kuat dari tehnik yang di mainkan oleh ayahnya, si Dewa Pedang Zhou Wei.


Hal ini karena Zhou Ba mendapatkan kitab rahasia leluhurnya, di dalam perpustakaan dan mempelajarinya.


Kitab ini adalah kitab dasar dari Fu Mo Cien Sud yang asli ciptaan leluhur mereka Zhou Yu.


Tapi Zhou Yu yang tidak memiliki bakat untuk ditempa menjadi seorang ahli silat.


Dia hanya bisa menciptakan lewat pemikiran yang cerdas.


Tapi tidak bisa mempraktekkan nya, karena keterbatasan fisik.


Dewa pedang yang memiliki bakat besar, berdasarkan rahasia turun temurun yang diturunkan secara lisan.


Tapi sudah jauh melenceng dari aslinya, berhasil menciptakan 10 jurus Fu Mo Cien Sud.


Zhou Ba yang kurang waras malah berhasil mewarisi kitab asli dan jurus-jurus di dalam nya secara murni.


Sehingga dia jauh melampaui kemampuan ayah dan saudara-saudara nya yang lain.


Hanya saja karena otaknya kurang beres, tidak ada yang menyangka dia memiliki kemampuan luar biasa.


Baru saat ayahnya terluka parah oleh Lu Fan, kehilangan hampir seluruh kekuatan nya.


Musuh-musuh ayahnya mulai berdatangan membuat onar.

__ADS_1


Zhou Ba terpaksa muncul tampil menghadapi para pembuat onar, karena adik kedua tewas adik ketiga di Xu San.


Zhou Ba tidak punya pilihan, selain tampil melindungi keluarganya.


Di sini Zhou Wei baru menyadari kemampuan Zhou Ba yang luar biasa.


Dia pun membawa Zhou Ba kembali bergabung, dengan Shi Ma Ong.


Kembali ke pertarungan Wu Song melawan ke 5 musuhnya.


Tebasan Zhou Ba yang terkesan asal-asalan, ternyata mampu menahan serangan jurus pertama Wu Song.


Memanfaatkan situasi ini, Fu San memaksa Wu Song terpental mundur dan memuntahkan seteguk darah.


Fu San menyeringai karena dia berhasil memenangkan adu kekuatan suara melawan Wu Song.


Fu San yang kurang waras, suka bertindak semaunya, dia tidak bergerak menyerang Wu Song.


Dia malah melompat mundur menjauh sambil berkata,


"Selanjutnya giliran kalian, biar aku jadi penonton dan pembantu kalian bila terdesak."


Koai Lau Jen dan Dewa Fuji berdecak kesal, tapi mereka tahu percuma saja, berbantahan dengan orang kurang waras.


Mereka pun melesat kearah Wu Song, Koai Lau Jen dan Dewa Fuji menghilang dari posisinya.


Langsung muncul di kiri-kanan Wu Song.


Sedangkan Dewa Fuji, menggunakan ilmu rahasia miliki, menyerang Wu Song dengan sebuah katana bersinar kemerahan, dengan kecepatan yang sangat menakjubkan.


Wu Song yang mencoba menghindar dengan Wu Ying 72 Pian Pu, tidak berhasil meloloskan diri.


Mereka menempel nya dengan sangat ketat, tanpa memberikan nya kesempatan sedikit pun untuk melepaskan diri dari serangan mereka.


Tubuh Ketiga orang itu muncul dan menghilang berulang ulang di berbagai tempat.


Tapi kedua musuh Wu Song selalu menempelnya dengan sangat ketat.


Akhirnya Wu Song terpaksa melayani mereka dengan pertempuran jarak dekat dengan perpaduan pedang naga siluman dan suling hitam.


Di mana suling hitam memainkan Feng Yun Wen Hua, sedangkan pedang naga siluman memainkan Pa Sien Cien Fa.


Wu Song melapisi kedua macam jurus itu dengan Im Yang Sen Kung.


Hasilnya cuaca disekitar area pertempuran berubah-ubah sebentar dingin sebentar panas.


Kondisi ini cukup mengacaukan, gerakan kedua lawannya.

__ADS_1


Dalam pertempuran jarak dekat Koai Lau Jen menggunakan Cui Sin Cang dipadu dengan Tong Ce Sie Cang ( Tapak Darah Perjaka ) yang mengandung racun ganas.


Sedangkan Dewa Fuji memainkan dua pedang katana sekaligus yang satu panjang yang satu pendek.


Serangannya sangat cepat mematikan dan efektif, sederhana tidak banyak variasi tapi sangat efisien.


Tidak ada unsur keindahan dan tarian seperti permainan ilmu pedang China daratan pada umumnya.


Ketiga orang itu lenyap dalam gulungan sinar yang tercipta oleh kecepatan dan kekuatan putaran senjata mereka.


Koai Lau Jen membentuk gulungan bersinar merah darah.


Dewa Fuji membentuk gulungan sinar merah terang.


Sedangkan Wu Song membentuk gulungan sinar hijau bercampur warna hitam.


Ketiga gulungan saling menekan, tapi terlihat gulungan sinar hijau dan hitam semakin lama semakin besar.


Mendominasi dan menekan kedua gulungan sinar merah yang semakin mengecil dan memudar.


Tiba-tiba Zhou Ba yang dari tadi hanya duduk berjongkok sambil cengar-cengir.


Kini dia sambil menangis dan menjerit-jerit, membawa pedang hitam nya melesat kedalam arena pertempuran menyerang Wu Song.


Sambil berteriak,


"Kembalikan permen ku...! kembalikan permen ku...! jangan rebut permen ku...!"


Wu Song yang sedang berada di atas angin terpaksa menarik kembali tekanannya kepada kedua orang lawannya.


Karena tebasan-tebasan Zhou Ba yang terkesan ngawur, tapi sangat berbahaya.


Di bandingkan dengan kedua orang yang dia hadapi barusan.


Tebasan Zhou Ba jauh lebih kuat dan berbahaya.


Wu Song sangat kerepotan sejak kedatangan Zhou Ba.


Yang mana Wu Song tidak bisa menebak arah serangannya yang tidak normal.


Jurus membaca ilmu silat dan pergerakan lawan Wu Song mati kutu menghadapi ilmu pedang Zhou Ba yang sangat sinting dan tidak teratur.


Beberapa kali pedang Zhou Ba hampir berhasil menusuk lubang pantat Wu Song.


Celana yang Wu Song gunakan robek besar, terkena hawa pedang Zhou Ba.


Wu Song menjadi kurang leluasa bergerak dan sedikit kikuk karena celana nya sobek besar.

__ADS_1


Kini sambil tertawa-tawa Zhou Ba menyerang Wu Song sambil meneriakinya sebagai monyet pantat putih.


Hal ini membuat Wu Song semakin salah tingkah dan semakin kaku pergerakannya.


__ADS_2