LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
RAJA ANGGA DATANG MENEMUI WU SONG,


__ADS_3

"Kakak Song harus masakan ini untuk ku setiap hari ya ?"


Wu Song mengangguk sambil tersenyum berkata,


"tentu kalau kamu menyukai nya, aku akan sering memasaknya untuk mu."


"Tapi bila terlalu sering nantinya kamu bosan lagi ?"


Utari tersenyum manis dan menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak akan seumur hidup aku juga tidak akan pernah bosan."


Utari menyadari dia telah salah bicara, Wajahnya sedikit merah dan berkata,


"Maaf kakak Song aku..."


ucapnya dengan kepala tertunduk lesu.


Wu Song tersenyum dan membelai rambut Utari yang sedikit jatuh menutupi wajahnya dan berkata,


"Tidak apa-apa tenang saja, ayo di makan lagi."


Ucapan Wu Song yang penuh pengertian membuat hati Utari Kembali terharu.


Utari mengangkat wajahnya sambil tersenyum dia membuka bibirnya menerima suapan dari Wu Song.


Mulutnya berusaha tersenyum tapi dari matanya mengalir dua butir air bening.


Wu Song menaruh mangkuk sup pangsitnya di atas meja, lalu menggunakan jarinya dengan lembut menghapus air mata Utari dan berkata,


"Utari jangan menangis lagi, sudah cukup banyak airmata mu yang jatuh.'


"Apa kamu merasa masakan ku tidak cukup asin sehingga harus di bantu dengan airmata mu.?"


Utari tertawa mendengarnya dan berkata,


"Tentu tidak kakak Song, aku hanya sangat terharu dengan kesabaran pengertian dan kebaikan mu padaku."


Para dayang yang menyaksikan nya dari jauh ada beberapa tidak tahan mereka membuang muka dan menghapus air mata mereka.


Yang lainnya menatap dengan penuh kagum kepada Wu Song.


Menurut pikiran mereka pria yang begini sempurna pantas saja tuan putri mereka mati-matian jatuh cinta padanya.


Mereka menjadi sedikit iri dengan Lu Ping dan Utari yang bisa mendapatkan perhatian lelaki sempurna itu.


Baik sastra silat wajah tubuh perilaku semua sangat baik dan sempurna.


Sejak hari itu mereka mulai bisa mendengar suara tertawa merdu tuan putri mereka lagi.


Melalui perawatan secara telaten selama dua Minggu perlahan-lahan kondisi Utari mulai pulih, begitu juga dengan Lu Ping dia menjadi semakin sehat dan gemuk dengan kedua pipi kemerah-merahan.


Memasuki Minggu ke tiga putri Utari benar-benar sudah pulih kembali dan sudah kembali normal.

__ADS_1


Bisa tertawa-tawa dengan ceria lagi, Sang Ratu adalah yang paling gembira dan bahagia.


Sang Ratu sangat berterimakasih dan menghormati Wu Song, yang bukan hanya membantu negerinya tapi kini menyelamatkan nyawa permata hidupnya yang paling berharga.


Baru saja Utari sembuh, Raja Wirata dan Pangeran Utara terburu-buru datang menemui Wu Song dan menyampaikan bahwa,


Raja Angga datang seorang diri menunggu di depan benteng meminta bertemu dengan Wu Song.


Wu Song yang mendengar hal itu tanpa membuang waktu setelah berpamit dengan Lu Ping.


Dia langsung berangkat menuju benteng, dalam sekejap Wu Song telah mendarat di depan raja Angga.


"Anda mencari ku Raja Angga ?"


tanya Wu Song sambil tersenyum lembut.


Raja Angga tertawa dan berkata,


"Benar sekali, pertama aku kagum dan kangen ingin berteman dan mengobrol lebih banyak dengan anda."


"Kedua tuan ku Duryodana juga ingin bertemu dan ngobrol-ngobrol dengan mu."


Wu Song mengangguk dan memberi kode kepada Raja Angga mempersilahkan nya untuk berjalan duluan.


Tapi Raja Angga sambil tertawa merangkul bahu Wu Song mengajak nya berjalan berdampingan menuju kereta kuda nya.


Lalu mereka pun berangkat menuju perkemahan di mana Pangeran Mahkota Duryodana sedang menanti kedatangan Wu Song dan Raja' Angga.


Dalam perjalanan Raja Angga bertanya,


Wu Song menjawab santai,


"Aku dan istriku dituduh melakukan sesuatu yang tidak kami lakukan, karena penjelasan kata-kata tidak bisa menyelesaikannya."


"Kami pun di keroyok, istri ku terjatuh kedalam jurang aku mengejarnya dan akhirnya kami sampai ke negara ini."


ucap Wu Song menceritakan secara singkat.


"Lalu bagaimana dengan istri mu ? apakah kamu sudah berhasil menemukan nya ?"


tanya Raja Angga serius.


Wu Song mengangguk dan berkata,


"Sudah, sekarang kami menumpang tinggal di istana raja Wirata.'


"Kami suami istri berasal dari tempat yang disebut daratan tengah, tempat tinggal kami dan kalian di batasi oleh deretan pegunungan yang sangat tinggi bernama Himalaya." ucap Wu Song menjelaskan.


Raja Angga mengangguk dan berkata,


"Aku memang pernah dengar dari guru ku parasurama, kabarnya di sana banyak juga banyak orang sakti."


"Kini kata-katanya terbukti, aku sudah menemukan salah satu darinya."

__ADS_1


ucap Raja Angga sambil tertawa.


Wu Song kemudian melanjutkan penjelasannya,


"Aku bisa membantu kerajaan Wirata, karena dalam perjalanan ku mencari istri ku, aku bertemu dengan Putri Utari anak perempuan Raja Wirata."


"Aku menolong ayah ibu dan kakaknya dari tangan jahat pamannya kacika, sedangkan dia membantuku menemukan istri ku."


ucap Wu Song menyelesaikan ceritanya.


Raja Angga tertawa dan berkata,


"Lalu kamu jatuh cinta dengan putri raja Wirata yang terkenal sangat cantik itu dan sebentar lagi kamu akan menjadi mantunya benar tidak ?"


Wu Song memukul bahu raja Angga dan berkata,


"Ngawur aku sudah punya istri, mana boleh punya pikiran serakah seperti itu."


Lalu Wu Song menatap raja' Angga yang sedang menertawainya dari atas sampai ke bawah.


"Ada apa ?" tanya raja Angga menghentikan tawanya dan menatap Wu Song dengan heran.


Wu Song satu tangan memegang dagunya satunya lagi dilipat di depan dada seperti sedang menafsir kualitas seekor kerbau.


Wu Song sambil tertawa dan berkata,


"Bagaimana bila nanti kamu ikut aku menemui calon istri dan mertua mu ?"


Kini giliran raja Angga yang sewot dan menjitak kepala Wu Song,


tapi Wu Song dengan gesit menghindarinya.


sambil tertawa-tawa.


Raja Angga pun ikut tertawa dan berkata,


"Aku juga tidak bisa, aku juga sudah punya istri dia dirumah mengurus kedua orang tua ku sambil menunggu aku pulang."


"Dia sangat baik dan berbakti, aku mana boleh menyakiti hatinya dan merusak kepercayaan nya pada ku."


Wu Song mengangguk dan menepuk bahu raja Angga yang kekar dan berkata,


"Aku semakin kagum dengan kepribadian mu teman."


Tak lama kemudian mereka berdua pun berjalan melewati para pasukan yang berbaris rapi dan memberi hormat ke Raja'Angga setiap kali dia melewati mereka.


Wu Song kagum dengan kedisiplinan Pasukan didikan raja Angga.


Mereka berdua akhirnya tiba di sebuah kemah besar yang mewah.


Di depan kemah di jaga oleh dua baris Pasukan yang berdiri tegap, setiap baris terdiri dari 10 orang.


Mereka menundukkan kepalanya dengan hormat kearah Raja Angga.

__ADS_1


Wu Song dan Raja Angga Kemudian berjalan memasuki kemah yang megah tersebut.


__ADS_2