LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PENCEMAR NAMA BAIK WU SONG TEWAS,


__ADS_3

Dengan ringannya Wu Song yang di susul Lu Ping dibelakangnya, mendarat di atap sebuah bangunan besar disebelah timur.


Wu Song yang bermata tajam melihat sebuah bayangan memakai caping menggendong sesuatu dipundaknya, bergerak cepat ke arah selatan.


Wu Song memberi kode pada Lu Ping dengan menunjuk kearah selatan, kemudian dia langsung terbang kearah arah tersebut.


Lu Ping bergerak cepat menyusul Wu Song, Wu Song tidak berani bergerak terlalu cepat pertama khawatir Lu Ping tertinggal.


Kedua Wu Song takut memukul rumput mengejutkan ular, alias terburu-buru bertindak sehingga kehilangan target.


Meski jaraknya cukup jauh, tapi Wu Song bisa melihat dengan jelas bayangan pria bercaping itu.


Wu Song mengenalinya sebagai pria yang duduk di restoran tempo hari dan hanya minum sendirian itu.


Wu Song sangat berhati-hati dalam mengikuti bayangan di depannya, Wu Song selalu mendarat ditempat yang gelap dan tak terlihat.


Sehingga yang diikuti tidak menyadarinya, pria bercaping itu berdiri diatas jembatan celingukan melihat apakah ada yang melihatnya.


Setelah memastikan tidak ada yang melihatnya, pria tersebut yang menggendong sebuah karung besar.


Melompat ke bawah jembatan, dan menghilang dalam kegelapan.


Lu Ping sudah menyusul dan mendarat di samping Wu Song, Wu Song membernya kode agar jangan bersuara.


Lalu bergerak kearah kearah kolong jembatan yang gelap, dari tempat tersebut Wu Song mengintai gerak-gerik yang di lakukan oleh manusia bercaping.


Di sebelah lain tempat yang lebih jauh dari Wu Song tampak sepasang mata, menatap tajam kearah pria bercaping itu.


Sepasang mata itu tidak berkedip menatap dengan penuh kebencian dan dipenuhi nafsu membunuh.


Wu Song tidak menyadarinya karena penguntit Wu Song itu bergerak di belakang Lu Ping.


Dan dia dengan cerdik selalu mendarat bersamaan dengan Lu Ping.


Sehingga bisa mengecoh Wu Song yang sedang fokus dengan pria bercaping di depan sana.


Pria bercaping itu menurunkan karung besar yang di pikulnya, kemudian membuka tali pengikat karung besar itu.


Setelah itu perlahan-lahan dia mengeluarkan isi karung satu persatu, yang ternyata adalah 3 sosok tubuh wanita dalam keadaan lemas tertotok jalan darahnya.


Setelah Wu Song mempertajam penglihatannya, dia terkejut ternyata ketiga gadis itu adalah Jiang Nan San Ni Sia yang pernah dia tolong dari tangan Ouwyang Kok

__ADS_1


Wu Song lebih berhati-hati sekarang, karena bila orang itu sanggup menangkap Jiang Nan San Ni Sia kemungkinan kemampuannya tidak dibawah Ouwyang Kok.


Wu Song melihat pria itu melepaskan pakaian Li Se Se satu persatu dan dibuangnya kearah semak-semak di dekatnya.


Pria itu sambil melepas pakaian Li Se Se dia berkata dalam bahasa lokal yang agak cadel seperti bukan asli penduduk lokal.


Pria itu berkata,


"Kau adalah yang paling muda dan paling imut aku akan memulainya dari mu dulu.


Baru menikmati tubuh kedua saudara mu yang lebih matang."


Terdengar suara Li Se Se "AU..AU...AUH..!" sambil mengelengkan kepalanya wajahnya ketakutan penuh air mata.


Lu Ping sudah tidak sabar ingin bergerak, tapi pundaknya di tahan oleh Wu Song.


Lu Ping menatap kearah Wu Song dengan marah, tapi Wu Song membernya kode agar sabar dan tenang dulu.


Pria itu kembali berkata dengan nada cadel,


"Aku hari ini akan memberimu kepuasan yang tidak pernah bisa kamu lupakan."


Meski Pria itu melepaskan capingnya dia memakai penutup wajah, sehingga hanya terlihat sepasang matanya yang seperti serigala kelaparan melihat kelinci.


Li Se Se sendiri dalam posisi terlentang tak berdaya tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang putih dan mulus.


Li Se Se semakin terbelalak ketakutan, dia langsung menutup sepasang matanya yang indah tidak berani melihat pemandangan di depannya, yang seumur hidup tidak pernah di lihatnya.


Sambil tertawa pria itu mencabut pedangnya dan berkata,


"Aku akan memberikan tanda padamu, agar bila suatu hari nanti kita bertemu, aku tidak lupa kau adalah bekas ku." ucapnya sambil tertawa-tawa.


Begitu pria itu selesai memberi tanda kearah tangan Li Se Se, dua sosok bayangan berkelebat keluar dari persembunyiannya.


Wu Song menerjang kearah pria itu, sedangkan Lu Ping menutupi tubuh Li Se Se dengan pakaian Li Se Se.


Yang dilempar kearah semak-semak didekat persembunyian Wu Song dan Lu Ping tadi.


Pria itu sedikit kalang kabut menghadapi serangan Wu Song dalam posisi tanpa busana.


Tapi sesaat kemudian dia mulai bisa menghadapi serangan Wu Song dengan tenang.

__ADS_1


Gerakannya cepat kuat dan tangkas, serangan nya pun aneh.


Pedangnya yang memiliki ganggang panjang bisa di genggam dengan dua tangan.


Lebih banyak mengandung tebasan seperti permainan golok.


Terkadang di imbangi dengan tendangan-tendangan berantai yang tidak mirip tendangan silat lokal.


Meski begitu Wu Song yang memiliki ilmu penahan silat dasar dari kitab kekosongan dan tidak memiliki kemampuan.


Bisa menebak semua arah serangannya dengan mudah.


Wu Song menghadapi serangan kearahnya dengan tenang menghindar sambil bertanya,


"Siapa kamu? mengapa kamu melakukan perbuatan tidak bermoral ini dan menyakiti para gadis baik-baik?"


Sambil tetap menyerang Wu Song dengan sengit, pria itu berkata,


"Kami datang baik-baik kalian menodai istriku, beramai-ramai sampai dia bunuh diri menebus aib di negri ini."


"Aku Kim Ji Song bersumpah akan membalasnya dengan menodai semua gadis cantik di negri ini untuk membalas perbuatan kalian." ucap pria itu marah dan menyerang Wu Song dengan lebih sengit lagi.


Dalam satu kesempatan Wu Song berhasil menotok jalan darah di dada kanan pria itu.


Sehingga pria itu berdiri mematung dengan kedua tangan terangkat keatas menggenggam pedangnya.


Tiba-tiba sebuah bayangan melesat keluar dari balik semak-semak dan menusuk pria itu dari belakang.


Pedangnya langsung menembus dari belakang sampai ujungnya muncul didepan dada kiri pria itu.


Pria itu menatap tak percaya ujung pedang yang menyembul keluar dari dada kirinya, mulutnya menyemburkan darah kemudian dari hidung mata dan lubang telinganya mengeluarkan darah.


Karena jantungnya telah pecah tertembus pedang yang menusuk dari punggungnya menembus dada.


Kepala pria itu kemudian terkulai kebawah nyawanya langsung melayang.


Wu Song sebenarnya ingin mencegah tapi semua sudah terlambat pria itu terlanjur mati.


Akhirnya Wu Song menghela nafas panjang menatap tajam gadis yang menusuk pria itu dengan pedangnya dari belakang.


"Kamu mengapa melakukan ini? tahukah kamu tindakan mu ini membuatku tidak bisa membawanya untuk membersihkan nama baik ku," ucap Wu Song penuh penyesalan dan tidak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2