
Yi Yi menatap kearah Bun Houw dengan penuh linangan airmata, inilah pria yang tidak pernah bisa dia lupakan selama ini.
Meski terkadang, di kala malam yang sepi dia sering diam-diam menangis dengan sedih,
kecewa dan terkadang sangat membencinya.
Tapi bagaimana pun Yi Yi tetap sangat mencintainya dan tidak pernah bisa melupakannya.
Yi Yi tidak bisa menahan diri untuk bergumam,
"Bun Houw ke ke..."
"Akhirnya kamu datang juga.."
Melihat perubahan ibunya yang aneh, ditambah ibunya terlihat menangis.
Thian Hai pun bertanya,
"Ibu kamu kenapa ?"
Yi Yi menoleh menatap anaknya dan berkata,
"San er selama ini setiap kali kamu menanyakan pada ibu di mana ayah mu."
"Ibu selalu tidak bisa menjawab mu, sekarang kamu lihat dan dengarkan baik-baik."
"Pria yang baru saja datang dan sangat di hormati oleh semua orang, Pria itu lah ayah kandung mu."
Thian San menatap dengan sepasang mata terbelalak tak percaya kearah Xie Bun Houw.
Si Topeng Besi yang melihat dengan jelas semua ekspresi Yi Yi sejak melihat kedatangan Bun Houw.
Dia hanya bisa menghela nafas kecewa dan tersenyum penuh kepedihan.
Apalagi saat pendengaran nya yang tajam mendengar apa yang Yi Yi sampaikan ke Thian San, dia sudah hampir bergerak meninggalkan tempat itu.
Membiarkan Keluarga kecil itu berkumpul kembali dan hidup berbahagia.
Demi kebahagiaan Yi Yi dia tidak ragu untuk mundur, dia juga tidak akan pernah menyesal telah berbuat begitu banyak buat Yi Yi.
Karena yang dia lakukan selama ini, semua tulus tanpa mengharapkan balasan sedikitpun dari Yi Yi.
Tapi di saat dia sudah memutuskan untuk pergi, dia menghentikan niatnya karena mendengar bisikan setan dari Shi Ma Ong kepada Bun Houw.
Dia tidak terima Yi Yi pujaan hatinya direndahkan sedemikian rupa, oleh si bajingan bermulut busuk itu.
__ADS_1
Apalagi saat dia melihat Bun Houw terlihat ragu, dan sikapnya terlihat berubah, kelihatannya mulai termakan ucapan Shi Ma Ong.
Si Topeng Besi tidak bisa menahan diri untuk berkata sambil menunjuk Bun Houw,
"Xie Bun Houw manusia tidak berjantung, kalau kamu mempercayai ucapan beracun bajingan itu, kamu benar-benar tidak layak menerima pengorbanan dan cinta tulus nya kepada mu."
"Kamu layak mati bersama bajingan khitan tidak tahu balas budi itu."
Seluruh tubuh Si Topeng Besi kembali di kelilingi energi pedang pelangi miliknya yang meledak mengikuti emosi nya.
Yi Yi yang berpendengaran tajam tentu juga mendengar semua ucapan Shi Ma Ong dan melihat perubahan ekspresi pria yang selama ini sangat di cintai nya.
Sambil tersenyum sedih penuh kekecewaan, Yi Yi berkata,
"Bun Houw ke ke, kamu boleh tidak mempercayai ku, boleh mencurigai ku, tapi kamu tidak bisa membantah kenyataan Thian San adalah putra mu..!"
"Hari ini aku tidak berharap bisa keluar hidup-hidup dari sini.!"
"Aku hanya berharap dan minta satu hal dari mu, lepaskan San er dan dia yang tidak ada hubungannya dengan permasalahan diantara kita.!"
Bun Houw Kembali terlihat ragu, kali ini Koai Lau Jen yang berkata, dengan tatapan mengejek kearah Bun Houw.
"Ha..ha..ha.. selamat Panglima Xie yang gagah perkasa, mulai besok anda jangan pakai topi merah lagi."
"Kamu lebih pantas mengenakan topi hijau, bila kamu menuruti kata-kata mantan mu yang cantik itu..."
Si Topeng Besi yang mendengar ucapan Koai Lau Jen dengan penuh emosi berteriak,
"Bajingan tua bosan hidup,! tutup mulut kotor mu,! atau aku..."
Belum selesai ucapan si Topeng Besi yang penuh emosi, langsung dipotong oleh Bun Houw yang terbakar api cemburu.
"Kamu yang tutup mulut topeng bangsat..!!"
Sambil tertawa mengejek menatap Si Topeng Besi, Koai Lau Jen Kembali berkata,
" Atau apa ? Kamu bisa apa ? selama selingkuhan dan anak haram mu itu ada di tangan ku kamu bisa apa ?"
Si Topeng Besi benar-benar sangat marah, seluruh tubuhnya bergetar hebat menahan emosi yang meledak-ledak.
Mendengar pujaan hatinya di rendahkan, ingin rasanya dia melompat merobek-robek mulut bangsat tua itu.
Tapi pikiran jernihnya melarang dia melakukan hal itu, dia hanya akan membahayakan nyawa Yi Yi dan Thian San, bila dia menuruti emosi nya.
Setelah sesaat memejamkan matanya, Si Topeng Besi Kembali membuka matanya menatap dengan tenang kearah Shi Ma Ong.
__ADS_1
"Apa yang anda inginkan dariku, katakan saja ? tidak perlu lagi kamu banyak bicara dan merusak nama baiknya."
"Bebaskan ibu dan anak itu aku akan menuruti semua permintaan mu."
Yi Yi yang mendengar hal itu langsung menjerit histeris, sambil menangis dan meronta maju kedepan pagar dia berteriak,
"Tidak...tidak.. tidak... ku mohon tuan pendekar jangan turuti permintaan mereka..!"
"Cepat pergi..! tinggalkan tempat ini..! jangan bahayakan nyawa mu di sini...!"
"Ku mohon...!"
teriak Yi Yi dengan suara lemah, dia terduduk lemas di pinggir pagar pembatas menara, sambil menangis tersedu-sedu dengan airmata bercucuran.
Melihat keadaan ibunya, Thian San juga ikut maju dan menangis di sisi ibunya.
Si Topeng Besi menatap sekilas kearah Yi Yi dan bergumam,
"Jangan sedih sayang, maafkan aku untuk kali ini aku tidak bisa menuruti permintaan mu, maaf.."
Si Topeng Besi kembali menatap kearah Shi Ma Ong dan berkata,
"Cepat katakan..! tunggu apalagi..!"
Shi Ma Ong sambil tertawa licik, berkata.
"Ha..ha..ha..! baiklah lepaskan topeng mu, aku yakin semua orang di sini pasti penasaran dengan wajah di balik topeng mu itu.."
Si Topeng Besi menutup matanya, kemudian dengan perlahan-lahan dia melepaskan Topeng Besi yang menutupi wajahnya.
Munculnya seraut wajah yang sangat tampan, kulit wajah nya yang putih kemerahan terlihat semakin terang karena sepasang alisnya yang hitam tebal melintang seperti golok.
Menaungi sepasang mata yang tajam mencorong seperti mata seekor naga sakti.
hidung yang mancung dengan bibir yang merah alami berbentuk gendewa, ditambah dengan dagu berbelah tengah dan rahang yang keras, menambah kejantanan nya.
Xie Bun Houw terlihat terkejut menatap wajah di depan nya.
Begitu pula dengan Yi Yi yang menatap dengan wajah pucat kearah Si Topeng Besi.
Wajah ini sangat dia kenal, bahkan wajah ini mengingatkan nya, akan wajah teman sepermainannya di waktu mereka masih kecil.
Yi Yi jadi teringat masa kecilnya bersama pria itu, yang selalu dengan setia menjaga dan selalu melindunginya.
Bahkan Yi Yi pernah berkata kepadanya, agar kelak dewasa harus menjadi suaminya.
__ADS_1
Tidak boleh berdekatan dengan gadis lain, hanya boleh berdekatan dengannya saja.
"