LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MABUK YANG MEMBAWA KEBAHAGIAAN,


__ADS_3

Setelah Wu Song menyelesaikan lagu tersebut, irama suling pun perlahan-lahan hilang terbawa angin.


Kini danau kembali sunyi, masing-masing orang masih larut dalam pikiran mereka sendiri-sendiri.


Wu Song mengambil seguci arak membuka penutup nya lalu minum langsung dari mulut guci.


Arak mengalir dengan cepat dari mulut tenggorokan menuju perutnya.


Wu Song kini sudah mabuk berat, Dia tertawa keras tapi airmata bercucuran membasahi wajahnya.


Lu Ping yang juga sudah mabuk kini tidur dipangkuan Wu Song setelah lelah menangis tadi.


Wu Song dalam keadaan setengah sadar mendayung perahu nya kepinggir danau, dengan langkah sempoyongan dia menggendong Lu Ping menuju salah satu Penginapan dipinggir danau.


Wu Song merasa kepalanya sangat pusing dia ingin cepat-cepat menemukan Penginapan agar dapat segera berbaring dan tidur.


Dia tidak ingat lagi dengan Penginapan di kota Hang Zhou yang sudah dia pesan dan bayar.


Setelah sampai di penginapan terdekat yang terletak diseberang rumah makan tempat Wu Song memesan arak dan daging tadi pagi.


Wu Song memasuki Penginapan itu membuka sebuah kamar VIP sambil tetap menggendong Lu Ping.


Kemudian mengikuti pelayan yang menunjukkan sebuah kamar cukup mewah, setelah melangkah masuk kedalam kamar.


Wu Song menutup pintu dengan kakinya.


Lalu perlahan-lahan meletakkan Lu Ping diatas kasur.


Kemudian Wu Song membuka pakaian luar nya lalu ikut berbaring di sebelah Lu Ping.


Sementara itu diluar Penginapan mulai hujan rintik-rintik semakin lama semakin besar gemuruh petir dan Sambaran kilat menghiasi angkasa yang gelap.


Sedangkan didalam kamar tidak tahu karena cuaca yang dingin atau karena mabuk Wu Song dan Lu Ping terlihat tidur sambil berangkulan di satu ranjang.


Wu Song didalam tidurnya bermimpi Ceng Ceng datang menemui nya, mereka bercerita bercengkrama dan di akhiri dengan bermesraan. Kemudian bermain cinta sampai kedua nya kelelahan dan tertidur lelap.


Menjelang pagi Ceng Ceng ingin pergi, Wu Song berusaha menahan nya.


Tapi sambil menggelengkan kepalanya Ceng Ceng menatap Wu Song dengan sedih dan berlinang airmata perlahan-lahan berubah menjadi butiran cahaya perlahan-lahan lenyap dari hadapan Wu Song.


Termasuk tangannya yang dalam genggaman Wu Song juga berubah menjadi butiran-butiran cahaya yang akhirnya lenyap dari hadapan Wu Song.


Wu Song kemudian terbangun dari mimpinya, ketika ingin bangun dan membuka mata.


Wu Song merasa kepalanya sangat sakit.


Setelah memejamkan matanya kembali beberapa saat kemudian rasa nyeri itu perlahan-lahan hilang.


Wu Song baru kembali membuka matanya, Wu Song tertegun melihat apa yang terjadi dihadapan nya.

__ADS_1


Lu Ping sedang tertidur pulas disebelah nya yang membuat dia sangat terkejut adalah


Lu Ping terbaring di sebelahnya dalam keadaan tanpa busana.


Wu Song sendiri juga tidak berbusana sama sekali.


Sekilas lihat pakaian mereka berdua yang berceceran di lantai Wu Song juga dapat menebak apa yang sudah terjadi diantara mereka.


Wu Song cepat-cepat menutupi bagian belakang Lu Ping yang terbuka dengan selimut, karena Lu Ping tidur dalam posisi tertelungkup.


Ketika Wu Song menarik selimut menutupi tubuh Lu Ping yang terbuka.


Sekilas Wu Song melihat ada noda darah disekitar lipatan pahanya.


Wu Song tambah yakin dia semalam telah melakukan hal yang sangat tidak patut pada Lu Ping.


Wu Song tidak berani bayangkan apa reaksi Lu Ping padanya saat bangun nanti.


Wu Song pun sadar yang dilakukan nya didalam mimpi bersama Ceng Ceng ternyata adalah Lu Ping bukan Ceng Ceng Istrinya.


Wu Song berusaha tenang tapi jantung nya berdegup kencang.


Mampus aku sekali ini bagaimana dia mau jelaskan pada gurunya.


Terutama ibu gurunya Xue Yen yang terkenal galak dan dingin itu.


Sekali ini aku benar-benar telah membuat masalah besar bahkan matipun aku tidak bisa menebus dosaku.


"Aduh kepala ku kenapa sakit sekali."


Wu Song karena terlalu panik belum sempat berpakaian, dalam panik dia hanya dapat berbagi selimut dengan Lu Ping.


Menutupi bagian penting tubuhnya saja.


Lu Ping Kembali memejamkan matanya, sesaat kemudian setelah rasa sakit dan pusing dikepalanya mereda Lu Ping baru perlahan-lahan membuka matanya.


Begitu membuka matanya dia langsung berteriak terkejut.


"AAAHHH...!! apa yang terjadi ini...!?"


Tapi setelah melihat siapa lelaki yang ada disampingnya dia sedikit bernafas lega.


Wu Song menatap Lu Ping dengan perasaan bersalah dan menyesal ia berkata,


"Maafkan aku Ping Er, aku semalam benar-benar mabuk dan tidak sengaja melakukan nya."


Aku...aku...Wu Song tidak dapat meneruskan kata-katanya karena Lu Ping telah menutup bibirnya dengan kedua jarinya yang lembut dan lentik.


Sambil tersenyum lembut dan menatap Wu Song dengan mesra Lu Ping berkata,

__ADS_1


"Song ke ke jangan merasa menyesal dan bersalah, aku tidak akan menyalahkan Song ke ke sedikitpun."


"Aku rela memberikan semuanya untuk Song ke ke tanpa penyesalan, walaupun nantinya Song ke ke menolak diriku."


Airmata mulai berlinang di sepasang mata Lu Ping yang indah ketika dia mengucapkan kata-kata Wu Song tidak menghendaki dirinya.


Masih sambil tersenyum sedih Lu Ping kembali melanjutkan kata-katanya,


"Karena cinta adalah memberi tidak menuntut dan tidak harus selalu memiliki."


"Aku sadar cinta harus di kehendaki oleh kedua belah pihak bila dipaksakan tidak akan membawa kebahagian."


"Hanya akan membawa penderitaan berkepanjangan bagi pasangan tersebut."


Wu Song cepat-cepat merangkul Lu Ping kedalam pelukannya kemudian berkata,


"Ping Er aku akan bertanggungjawab, aku tidak akan pernah menolak mu.


Aku sangat mencintaimu, sudah lama aku jatuh cinta padamu. Sejak kita di lembah aku sudah jatuh cinta padamu."


"Kita pasti akan hidup berbahagia sampai tua bersama-sama selamanya." ucap Wu Song menambahkan.


Wu Song mengangkat sedikit wajah Lu Ping agar menatap nya kemudian dengan serius dia berkata,


Kita harus segera kembali ke lembah, kemudian menceritakan semuanya pada guru dan Ibu guru.


Aku akan mempertanggungjawabkannya semua nya dan menikahi mu secara resmi.


Lu Ping langsung mencubit pinggang Wu Song dengan gemas sambil berkata,


"Bodoh... kita cukup kembali ke lembah meminta restu ayah ibu, dan mereka pasti akan merestui kita."


"Karena dari awal mereka memang berniat menikahkan kita berdua, cuma saat itu aku malah melakukan tindakan bodoh yang menyakiti hati mu."


"Masalah memalukan seperti ini untuk apa kamu ceritakan pada mereka."


Wu Song terdiam menahan sakit sambil berpikir benar juga kata-kata Lu Ping.


Mereka pulang kan untuk menikah secara resmi, buat apa dia menceritakan hal yang akan membuat malu Lu Ping.


Wu Song kemudian mengangguk sambil berkata,


"Kamu benar sayang, aku akan mengikuti semua rencana mu saja.


Lu Ping langsung tersenyum bahagia dan memperat rangkulannya.


Wu Song dapat merasakan kulit Lu Ping yang lembut halus dan wangi menempel ketat pada dirinya tanpa terhalang busana.


Sehingga kejantanan otomatis berdiri, Lu Ping menyadari itu.

__ADS_1


Sambil tersenyum lembut dan menatap Wu Song dengan mesra Lu Ping bertanya,


"Song ke ke menginginkan nya lagi..?"


__ADS_2