LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
KEAHLIAN MASAK BUN HOUW,


__ADS_3

Wu Song menyikut lengan Lu Fan yang berotot, sambil menegur.


"Bocah nakal, kamu jangan berkata sembarangan lihat ulah mu membuat Yi Yi menjadi malu dan ketakutan seperti itu."


Ku beritahu Ya kamu tidak boleh sembarangan mengumbar janji cinta cinta suka sayang dan ingin menikahinya.


Juga tidak boleh menjadikan hal itu untuk candaan, apa kamu mengerti,?" tegur Wu Song sambil menatap Lu Fan serius.


Wu Song menarik Lu Fan duduk disampingnya dan perlahan-lahan berkata,


"Bila suatu hari kamu berpetualang sendirian didunia ramai kamu harus ingat baik-baik pesanku tadi kamu mengerti..?"


Lu Fan menatap Wu Song dengan bingung dan bertanya,


"Kenapa kakak Song...? kenapa tidak boleh."


Wu Song menatap Lu Fan dengan serius kemudian menjelaskan,


"Fan Er kamu pikirannya masih anak kecil, tapi tubuh mu terlihat sudah dewasa.


Sehingga gadis-gadis yang kamu ajak bercanda mereka akan mengira kamu serius."


"Dan bila mereka tahu kamu tidak serius cuma bercanda kamu akan melukai hati dan perasaan mereka, yang menaruh harapan besar pada dirimu."


"Kamu tidak sadar, kamu kini telah tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan, kamu mewarisi struktur tubuh dari guru yang gagah.'


"Sedangkan wajahmu kamu mewarisi wajah ibu Siau Ching yang cantik. Selain itu kamu juga mewarisi sepasang mata tajam dan alis tebal berbentuk golok dari Guru.


Kamu termasuk pria yang sangat tampan."


"Ditambah lagi dengan kesaktian mu, akan banyak gadis yang akan jatuh hati pada mu tanpa kamu menggodanya, apalagi bila kamu menggoda mereka sembarangan. Itu akan menimbulkan masalah besar bagimu."


Setelah mendengar penjelasan Wu Song, Lu Fan yang cerdas, sedikit banyak mulai mengerti.


Tiba-tiba Lu Fan menatap Wu Song dan tersenyum nakal berkata,


"Kak Wu Song begitu memperhatikan ketampanan ku sampai begitu detil, jangan bilang besok bukan kakak yang akan kak Wu Song nikahi. Tapi aku." ucap Lu Fan dengan mimik lucu sambil menunjuk hidungnya sendiri dan tersenyum cengengesan.


"ADUHHH...!"


Lu Fan mengaduh sambil meringis kesakitan dan memegang kepala belakang nya yang barusan habis ditampar oleh Lu Ping kakaknya dengan sangat keras.


Lu Fan menatap kakaknya dengan tidak puas, tapi Lu Ping memelototi nya sambil mengangkat tangannya seperti akan memberinya tamparan sekali lagi.


Lu Fan langsung tertunduk tidak berani menatap kakaknya.

__ADS_1


Kemudian berdiri berjalan kearah dapur sambil berkata,


"Kak Wu Song aku tidak habis pikir apanya yang menarik dari gadis galak ini, hingga bisa suka padanya, kalau aku di hadiahi aja aku tidak mau gadis yang seperti ini."


Setelah berkata dia cepat-cepat pergi, sebuah sepatu melayang kearahnya tapi hanya mengenai tempat kosong.


Karena Lu Fan sudah kabur jauh.


Wu Song hanya tersenyum melihat tingkah dan ucapan Lu Fan yang tidak pernah serius.


Wu Song melihat Lu Ping kehilangan sebelah sepatunya karena digunakan menimpuk adiknya tadi.


Wu Song berdiri, kemudian sedikit berjongkok dan membungkuk kedepan. memberi kode pada Lu Ping untuk naik kepunggung nya.


Lu Ping wajahnya sedikit merah karena malu, karena sejak kecil sampai besar selain ayahnya dia belum pernah digendong lelaki manapun.


Hanya saja pria didepannya ini boleh dibilang adalah suaminya, jadi dengan sedikit malu-malu Lu Ping naik juga kepunggung Wu Song. dan melingkarkan sepasang tangannya yang putih halus lembut dan wangi menggantung dileher Wu Song.


Wu Song merasa punggungnya ditempel sepasang benda kenyal lembut dan empuk.


ditambah pemandangan dan wangi tangan Lu Ping yang melingkar di bawah lehernya.


Kejantanan nya langsung merespon.


Jantungnya berdegup kencang tidak karuan, pikiran nya melantur kemana-mana tanpa sadar dia berkata,


"Sayang dada mu sangat besar dan lembut."


Begitu terucap Wu Song pun sadar, di dalam hati mengutuk tingkahnya yang konyol dan cabul.


Wajah Lu Ping menjadi merah tapi dia tidak melepaskan rangkulannya malah dia menempelkan pipinya yang panas ke bahu Wu Song dengan manja.


Wu Song sedikit lega Lu Ping tidak mempermasalahkan ucapan konyolnya tadi.


Wu Song berjalan sambil menggendong Lu Ping dipunggungnya menuju kearah sepatu Lu Ping.


Setelah Wu Song mengambil sepatu, Lu Ping berbisik manja. Song Ke ke aku tidak ingin turun.


"Baik.." jawab Wu Song singkat sambil berjalan kearah dapur.


Setelah berada dekat dapur Wu Song terkejut mencium bau masakan yang begitu wangi.


Bahkan masakan di restoran dan rumah makan besar juga tidak sewangi ini.


Wu Song melihat Lu Fan duduk dimeja dapur, sedang makan dengan lahap menggunakan kedua tangan nya seakan-akan lupa dengan keadaan sekitarnya.

__ADS_1


Lu Fan memang mewarisi sifat Lu Sun yang sangat doyan makan enak.


Porsi makannya juga sangat banyak mendekati tidak normal.


Bun Houw terlihat sedang sibuk memasak, berbagai jenis bumbu dapur dan bahan masakan berjejer rapi.


"Fan Fan kalau kamu terus makan disana, makanan disini tidak akan sampai-sampai kedepan." ucap Bun Houw sambil terus sibuk memasak.


Lu Fan tertawa "kalau tidak cukup ya kita habiskan saja disini, gitu aja kok repot." jawabnya ringan tanpa beban.


Bun Houw hanya bisa menggelengkan kepalanya tak berdaya.


Wu Song dan Lu Ping sampai menelan ludah melihat masakan Bun Houw yang sedang dimakan oleh Lu Fan.


Lu Fan mengangkat kepalanya sedikit melihat kearah Wu Song berdua,


"Kalian berdua tidak usah kesini, pergi bermesraan aja jauh-jauh sana.


Bermesraan kan bisa bikin perut kenyang."


Kalau tidak berada dalam gendongan Lu Sun, rasanya Lu Ping ingin kembali menampar kepala bocah kurang ajar itu.


Wu Song tidak memperdulikan ledekan Lu Fan, dia pelan-pelan menurunkan Lu Ping, kemudian berjongkok memakaikan sepatu kekasihnya.


Setelah itu baru berjalan kearah Bun Houw bertanya,


"Ada yang bisa saya bantu adik Bun ?"


"Kakak Song disana ada 2 ikan lagi yang belum ku bersihkan tolong bantu aku." ucap Bun Houw sambil terus memasak.


"Fan Fan tolong tangkap 5 ekor ikan lagi tampaknya gak cukup ikan kita."


Lu Fan mengangguk sehabis Cuci tangan dia menggunakan Cin Tou Yun pergi menangkap ikan.


Hanya dalam waktu sekejap saja Lu Fan sudah kembali membawa 5 ekor ikan lele putih raksasa yang dia tangkap didalam gua tempat hukuman guru Xiang Lung dulu.


Bun Houw terkejut melihat hasil tangkapan Lu Fan, tapi dia senang dia bisa mengolah lebih banyak macam masakan lagi untuk dibawa kedepan.


Lu Sun didalam pondok Xue Yen sedang bermesraan dengan kedua Istrinya, tiba-tiba mencium bau masakan yang wanginya sampai kekamar mereka.


Segera bergegas mengajak kedua Istrinya mencari asal wangi masakan yang sampai kekamar mereka.


Wangi masakan itu akhirnya membawa Lu Sun dan kedua Istrinya sampai di dapur.


Mereka bertiga terbelalak melihat kemahiran Bun Houw dalam memasak.

__ADS_1


__ADS_2