
Kini dia terlihat termenung dengan wajah sedih sambil tersenyum menatap permen di tangannya, setelah menghela nafas berulang kali.
Akhirnya dia menyimpan kembali permennya dengan hati-hati kedalam kotak emas, lalu dia berjalan menuju kearah kamar yang sengaja di siapkan oleh Jendral Sie untuknya.
Tidak terasa sudah dua Minggu berlalu, kini semua peralatan dan perlengkapan pesanan Si Topeng Besi telah siap.
Ke 5 jurus yang dia ajarkan kepada seluruh pasukan di Xiang Yang, meski belum sempurna benar, tapi sudah cukup matang dan bisa digunakan untuk memproteksi diri bila dalam bahaya.
Pagi itu di pelabuhan Han Jin terlihat Armada Pasukan tempur yang berjumlah 1 juta orang mulai berangkat menuju kapal yang berjejer rapi ditepi pelabuhan tersebut.
Masing-masing Pasukan sudah berbaris rapi memasuki kapal mereka masing-masing,
Jumlah kapal di perkirakan hampir mencapai 5000 kapal.
Di bagian paling depan terlihat Panglima Sie dan Yi Yi di ikuti oleh ajudan Gao dan ketiga jendral Hei, Bai dan Huang.
Sedangkan Si Topeng Besi yang tidak kelihatan hadir di antara mereka,
ternyata dia duduk bermeditasi di atas sebuah Tiang menara pengawas yang tinggi .
Tidak ada yang tahu kenapa dia memilih duduk di sana.
Padahal selama hampir 2 Minggu selain melatih pasukan, dia selalu terlihat berada didekat Yi Yi dan putranya Thian San.
Untuk keberangkatan mereka menuju Medan perang sehingga Thian San tidak bisa ikut.
Si Topeng Besi lah yang memberi pengertian kepada Thian San, sehingga anak itu bersedia tinggal di rumah dan tidak rewel minta ikut.
Tapi saat tiba di kapal si Topeng Besi langsung memilih duduk menyendiri.
Saat armada tempur sudah mendekati persimpangan jalan menuju pelabuhan Wan Kou dan Ru Xu.
Topeng besi memberi instruksi agar panglima Sie memimpin ke 4 Jendral nya dan seluruh pasukannya untuk menahlukkan pelabuhan Ru Xu dan bertahan di sana menunggu kedatangan nya.
Yi Yi ditugaskan menjaga dan mendampingi ayahnya.
__ADS_1
Sedangkan Si Topeng Besi akan menahlukkan pelabuhan Wan Kou bersama rombongan pasukan persatuan para pendekar yang di pimpin oleh si Topeng Besi.
Pasukan para pendekar yang tidak terlihat satu orang pun saat di dermaga Han Jin di Xiang Yang.
Malah kini tiba-tiba telah menunggu di pertigaan aliran sungai menuju pelabuhan Ru Xu dan Wan Kou.
Si Topeng Besi memerintahkan dua kapal kecil yang hanya di isi masing-masing 5 Pendekar yang membawa bahan pupuk alami di kapal mereka.
Untuk mendekati pelabuhan Wan Kou yang di jaga ketat.
Setelah berada di dekat pelabuhan, mereka pun mulai melempar bahan pupuk alami, yang berupa tinja dan air seni yang di masukkan kedalam kendi-kendi kecil, kearah pelabuhan.
Tindakan mereka mengundang kemarahan para penjaga pelabuhan, yang langsung melakukan pengejaran kepada mereka.
kedua kapal itu melarikan diri berputar-putar di dekat pelabuhan.
Memancing sejumlah kapal Pasukan Rajawali Merah yang ditempatkan sebagai penjaga dermaga mengejar mereka.
Untuk memancing Pasukan Rajawali Merah semakin marah dan mengejar kapal mereka.
Hal ini semakin mengundang kemarahan Pasukan Rajawali Merah yang terus mengejar dan menghujani mereka dengan anak panah.
Karena kedua kapal kecil itu diisi oleh para pendekar yang memiliki kemampuan silat, panah-panah yang ditembakkan oleh mereka tidak ada yang bisa menyentuh mereka.
Kapal itu melarikan diri kedalam kabut, Kapal pengejar yang awalnya ragu, akhirnya ikut masuk kedalam kabut melakukan pengejaran.
Tapi tak lama kemudian dari dalam kabut hanya terlihat puluhan kapal pengejar yang keluar dari balik kabut, tanpa terlihat ada awak penumpang di dalam nya.
Sisa beberapa kapal pengejar yang tidak ikut masuk memutar kapal mereka untuk melarikan diri.
Tapi dari balik kabut muncul 7 berkas energi pedang yang melesat dan menghancurkan sisa kapal pengejar hingga hancur berkeping-keping.
Kemudian keadaan Kembali hening seperti tidak terjadi apa-apa.
Ketika malam hari tiba muncul ribuan lampion berterbangan dari arah sungai menuju pelabuhan.
__ADS_1
Saat lampion berada di atas dermaga, panah berhamburan dari arah sungai, membuat kendi-kendi kecil yang membawa bubuk peledak dan minyak pecah sehingga api pun berkobar-kobar.
Seluruh dermaga dan Pasukan penjaga dermaga malam itu semua habis terbakar tanpa sisa oleh panah api yang dilepaskan oleh Si Topeng Besi dan para bawahannya.
Api berkobar kobar sepanjang malam sampai pagi hari baru padam.
Pasukan para pendekar pimpinan si Topeng Besi yang merangsek masuk melewati dermaga Wan Kou yang sudah hangus terbakar.
Langsung di sambut hujan anak panah dari sisi luar dermaga di mana Pasukan Rajawali Merah bersiaga dan mengepung tempat tersebut.
Tapi Pasukan gabungan para pendekar yang pada dasarnya memiliki kemampuan di atas rata-rata, dengan sangat mudah menangkis dan membalikkan anak panah kearah penyerangnya.
Apalagi di dalam barisan tersebut terdapat beberapa pendekar kelas tinggi, seperti ketua partai pengemis dan beberapa tetua nya, ketua partai Bu Tong , ketua partai Hua San, ketua partai Kong Tong, ketua partai Kun Lun, ketua partai Thian San dan ke 7 tetuanya.
Sedangkan dari aliran hitam partai Hai Sa,.partai Hei Hu, partai Fei Lung, partai Pai Ying, Partai Cing Lung, partai Pian Fu. mereka semua juga ikut datang memberikan bantuan.
Karena menghormati si Topeng Besi, yang pernah melepaskan Budi pertolongan kepada ketua masing-masing partai tersebut.
Hampir semua ketua perguruan besar ikut terlibat, kecuali Shaolin dan Xu San tidak ikut serta.
Pertempuran di tepi sungai itu akhirnya pecah, meskipun masing-masing partai memiliki keunggulan dan formasi sendiri dalam pertempuran.
Tapi mereka tidak bergerak sesuka hati, mereka tetap bergerak mengikuti instruksi dari si Topeng Besi yang melakukan pengamatan dari udara.
Pasukan Rajawali Merah yang ternyata berjumlah cukup banyak sekitar 30.000 orang, yang kesemuanya memiliki ilmu silat bela diri di atas rata-rata, dengan dasar Im Yang Sen Kung.
Mereka juga bertempur dalam bentuk formasi yang saling mendukung satu sama lainnya.
Sehingga mereka adalah satu kesatuan yang cukup kuat dalam menghadapi serangan para pendekar itu.
Pasukan para pendekar yang hanya berjumlah 10.000 orang mengalami sedikit terdesak oleh pasukan Rajawali Merah yang berjumlah jauh lebih banyak.
Melihat hal ini, Si Topeng Besi memerintahkan semuanya membentuk pertahanan yang kuat.
Dia sendiri dari udara mengirim serangan dengan tujuh Pedang miliknya yang melesat kesana sini mencabut nyawa Pasukan Rajawali Merah tanpa ampun.
__ADS_1
Melihat pihaknya mengalami kerugian, para komandan pasukan Rajawali Merah, memerintahkan seluruh pasukannya mundur kembali ke benteng Lu Jiang.