LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENGHADANG PASUKAN PENJAGA KOTA,


__ADS_3

Lu Fan berpikir cepat, ini pasti ada hubungannya dengan si gendut sialan tadi pagi.


Pantesan tadi pagi Lin Lin buru-buru mengusir ku setelah si gendut pergi, Kelihatannya gadis itu tidak ingin aku celaka dan terlibat dalam urusan tadi pagi.


Aku sungguh bodoh tidak memahami maksud baiknya, malah pergi meninggalkan mereka.


Aku harus pergi menolong mereka, dan memberikan pelajaran pada walikota disini.


Pikir Lu Fan.


Lu Fan segera berpaling kearah pelayan didepannya dan bertanya,


Beritahu aku dimana letak balai kota,? tanya Lu Fan panik.


Pelayan itu masih menatap bengong kaki meja kayu yang melesak 30 centi kedalam lantai yang terbuat dari batu keras.


Anehnya lagi baik meja maupun kakinya tidak ada yang rusak sama sekali.


Kayu jelek itu bisa menembus lantai batu yang keras seperti tahu saja, ini sungguh tidak masuk akal.


"Jangan pedulikan lantai itu lagi, nanti aku pulang kesini pasti akan mengganti semuanya."


"Kamu tenang saja, sekarang cepat katakan dimana letak balai kota ?" tanya Lu Fan mengulang sambil menggoyang bahu pelayan didepannya.


Pelayan itu dengan tatapan bodoh menunjuk kearah selatan.


Begitu melihat arah yang ditunjuk pelayan itu, Lu Fan langsung berkelebat meninggalkan tempat itu.


Sisa si pelayan yang semakin terbelalak ketakutan, karena Lu Fan seperti bisa menghilang.


Pelayan tersebut hanya bisa melongo dengan tubuh gemetaran.


Ketika Pemilik kedai yang masih merupakan pamannya menepuk bahunya sambil memanggilnya.


Dia baru tersadar, perlahan-lahan dia menceritakan semua yang dilihatnya barusan kepada pamannya.


Awalnya pamannya tidak percaya menganggap dia berbicara berlebihan.


Tapi begitu melihat kaki meja yang ditunjuk oleh keponakannya, dia mau gak mau harus percaya.


Pemilik kedai cepat-cepat menyuruh ponakannya agar menyimpan semua makanan Lu Fan yang belum sempat dia makam.


Agar bila pemuda itu kembali lagi, dia bisa melanjutkan makannya lagi di kedai mereka.


Lu Fan dalam sekejab telah dapat menyusul rombongan pasukan penjaga kota, dimana dia melihat Paman Yao dan Lin Lin sedang diseret oleh pasukan penjaga kota dalam keadaan tangan terborgol.

__ADS_1


Diantara para pasukan Lu Fan melihat ada si gendut yang berjalan santai disebelah Lin Lin.


Terlihat dia seperti sedang menggoda Lin Lin dengan kata-kata nya.


Karena wajah Lin Lin terlihat merah dan kesal setiap si gendut berbicara, bahkan si gendut beberapa kali menjulurkan tangannya dengan mesum hendak meraba pantat Lin Lin.


Lin Lin berusaha menghindar dengan risih dan memakinya sambil melotot.


Hati Lu Fan sangat pedih dan marah melihat kondisi Lin Lin dan ayahnya saat ini.


Lu fan sedang berpikir bagaimana cara dia menolong Lin Lin dan Paman Yao tanpa mereka tahu itu dirinya.


Lu Fan tiba-tiba melihat ada banyak macam topeng, dijual oleh pedagang topeng dipinggir jalan.


Lu Fan asal membeli sebuah topeng kemudian dia memakainya dan langsung bergerak menghadang pasukan pengawas kota.


Lu Fan langsung berteriak,


"Tunggu...! lepaskan mereka....!"


Lu Fan berdiri menghadang para pasukan itu


Sepasang kaki sedikit terpentang tangan kanan dipingang tangan kiri lurus kedepan memberi tanda berhenti kepada para pasukan penjaga kota.


Para pasukan bersiaga dengan tombak dari perisai mereka.


Para pasukan membentuk blokade pertahanan berbaris dengan rapi.


Sekelompok pasukan terdiri dari 5 orang perlahan-lahan bergerak maju kearah Lu Fan.


Setelah dalam jarak satu meter serentak mereka memberi tusukan tombak kearah Lu Fan.


Lin Lin terus memperhatikan pria yang menghadang perjalanan mereka menuju balaikota.


Dia seperti merasa kenal dengan suara dan bentuk tubuh pria itu, tapi dia tidak yakin karena wajah orang itu tidak terlihat dan tertutup topeng.


Dengan penasaran Lin Lin terus menatap pria itu, ketika melihat 5 orang pasukan kota yang membawa perisai dan Tombak maju mendekati pria itu.


Lin Lin sedikit khawatir, ketika melihat ke 5 prajurit serentak mengangkat tombak dan menusuk kearah pria itu.


Tanpa sadar Lin Lin berteriak,


"AWASSS...!!" sambil menutup matanya dengan kedua tangan yang masih terikat erat.


Ketika Lin Lin mencoba membuka matanya, dia terkejut yang terkapar bukan pria itu.

__ADS_1


Tapi 5 prajurit yang hendak menyerang pria itu, semuanya terbaring dilantai merintih-rintih kesakitan.


Tombak dan perisai mereka terbang entah kemana.


Lin Lin dan ayahnya terbelalak tak percaya melihat keadaan didepan mereka itu.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan ke5 prajurit yang kini terkapar merintih-rintih itu?


Ketika melihat 5 tombak menusuk kearahnya, Lu Fan dengan reflek mengibaskan tangannya sambil mengerahkan Wu Xiang Sen Kung (Tenaga Sakti Tanpa Wujud) dan Wu Xiang Cien Fa (Pedang Tanpa Wujud ).


5prajurit itu mana kuat menghadapi kekuatan seperti itu.


Tombak mereka yang membentur Wu Xiang Sen Kung terpental dan patah menjadi 3 berhamburan kemana-mana.


Sedangkan perisai mereka pecah berantakan terkena Wu Xiang Cien Fa bahkan dari perut sampai ke dada mereka mengalami luka sayatan pedang yang cukup lebar.


Sehingga mereka merintih-rintih kesakitan tidak mampu berdiri lagi.


Melihat kondisi 5 prajurit yang terkapar di depannya Lu Fan baru sadar ternyata ilmu warisan dari ayahnya yang konyol itu.


Bukan ilmu sembarangan, didunia luar ternyata memiliki kekuatan sangat dahsyat.


Lu Fan berpikir dia harus berhati-hati dalam penggunaan ilmu-ilmu nya dia tidak boleh menganggap musuhnya sebagai teman latihan seperti saat berlatih dengan Wu Song Bun Houw, maupun tua Bangka konyol itu.


pikir Lu Fan didalam hati.


Melihat kelima anak buahnya, hanya sekali kibas, langsung terkapar. Perwira pimpinan pasukan penjaga kota itu, menyadari lawan didepan mereka bukan lawan sembarangan.


Dia segera memberi kode agar seluruh pasukannya bergerak maju mengepung dan menyerang pria bertopeng yang menghadang mereka.


Lu Fan teringat salah satu ilmu Wu Kung dari 32 pukulan pemusnah Dewa dan Iblis.


bernama Heng Sau Cien Cun.(Menyapu Barisan Ribuan Tentara)


Dari namanya sepertinya sangat cocok dengan situasinya saat ini.


Lin Lin merasa ngeri melihat Pasukan yang jumlahnya mencapai 50 orang bergerak maju menyerang pria bertopeng yang ingin menolong dia dan ayahnya.


Dia merasa khawatir dengan nasib pria bertopeng itu.


Lu Fan dengan tenang melesat menghilang dari tempatnya berdiri tadi dan langsung merampas sebuah tombak dari salah satu prajurit yang ingin menyerangnya


Dan langsung mencoba jurus Heng Sau Cien Cun (Menyapu Barisan Ribuan Tentara)


Hasilnya sungguh diluar prediksi Lu Fan 50 prajurit itu baru terkena angin kibasan nya terpental melayang diudara kemudian terjatuh keatas tanah merintih-rintih tidak bisa bangun lagi.

__ADS_1


Perwira pimpinan pasukan penjaga kota, terbelalak pucat ketakutan tubuhnya gemetar tidak dapat digerakkan saking ketakutan.


Seumur hidup dia tidak pernah melihat ada orang yang memiliki kemampuan mengerikan seperti ini.


__ADS_2