
Jendral Wu buru-buru menarik tangannya melangkah mundur dari berkata,
"Tidak apa-apa, bukan masalah."
"Tuan Wu Song ada di atas kapal ini, silahkan saja aku permisi dulu."
ucap Jendral Wu buru-buru permisi dari tempat itu.
Sifat Lu Fan yang gampang berubah-ubah, membuat Jendral Wu tidak betah berada lama-lama didekatnya.
Jendral Wu pura-pura sok sibuk dan berbaur dengan Pasukannya yang sedang sibuk memindahkan perbekalan dan persenjataan perang mereka.
"Fan er siapa gadis di belakang mu ini ?"
tanya Wu Song saat melihat Lu Fan naik keatas kapal di ikuti oleh seorang gadis cantik yang memiliki kecantikan khas timur tengah.
"Aku istri keduanya..!!"
jawab Sonia nekad sambil tersenyum.
Wu Song terkejut mendengarnya, dia segera menatap Lu Fan.
Tapi Lu Fan terlihat panik dan buru-buru menggoyangkan kedua tangannya kedepan dan berkata,
"Wu Song ke ke jangan percaya dengan nya, kami tidak punya hubungan apa-apa..!"
Wu Song mengerutkan alisnya dan berkata,
"Tidak apa-apa kenapa dia terus mengikuti mu..?"
"Ini ..."
Lu Fan terlihat bingung mau tidak tahu mau menjelaskannya mulai dari mana.
Melihat hal ini dengan cerdik Sonia maju kedepan merangkul tangan Lu Fan dengan mesra dan berkata,
"Fan ke ke sudahlah akui saja terus terang, tidak perlu takut dan malu-malu.."
Lu Fan langsung melepaskan pegangan tangan Sonia dan berkata dengan marah,
"Sonia jangan kelewatan kamu, bercanda mu tidak lucu...!"
"Percaya tidak sekarang juga aku akan menyeret mu ke Persia, dan membasmi aliran mu yang tidak masuk akal itu..!"
Sonia mundur ketakutan dengan bibir cemberut dan menggerutu panjang pendek dalam bahasa yang tidak di mengerti oleh Lu Fan.
Tapi tidak dengan Wu Song, sebagai sastrawan nasional terbaik, tentu dia mengerti sedikit banyak bahasa dari negeri timur jauh itu.
Mendengar gerutuan Sonia Wu Song pun tersenyum lega.
Dia tidak mau Lu Fan nanti terjebak dalam hubungan seperti dirinya dan Se Se yang rumit.
Dan hanya akan menyakiti hati orang yang di cintai nya.
Wu Song menarik Lu Fan sedikit menjauh dan berkata,
"Fan er masalah seperti ini sangat rumit, kamu harus menyelesaikan nya dengan baik-baik."
"Bila tidak kamu akan terjebak dalam masalah besar seperti aku saat ini.."
"Kamu mengerti kan maksud ku ?"
__ADS_1
Lu Fan mengangguk dengan kepala tertunduk tidak berani menatap Wu Song.
"Wu Song ke ke apakah kamu punya solusi agar aku bisa terlepas dari masalah ini ?"
tanya Lu Fan sambil menatap Wu Song penuh harap.
Wu Song menghela nafas panjang dan berkata,
"Bukan aku tidak mau membantu mu, tapi kamu sendiri bisa melihat sendiri."
"Bila aku punya cara tentu aku tidak akan berada dalam situasi punya istri dua, seperti sekarang.."
ucap Wu Song tak berdaya dan terus terang.
Lu Fan pun menjadi lemas dan berkata,
"Wu Song ke ke kamu saja yang jauh lebih segala-galanya di bandingkan aku, tidak berhasil melepaskan belenggu ini."
"Apalagi aku sungguh bikin pusing kepala.."
ucap Lu Fan putus asa.
Saat mereka sedang asyik berbicara, tak terasa kapal mulai berangkat meninggalkan dermaga.
"Fan er sebenarnya apa yang terjadi ?"
tanya Wu Song sambil menatap kearah Lu Fan.
Lu Fan mengajak Wu Song untuk duduk, kemudian dia menceritakan semua kejadian di Bei Hai kepada Wu Song.
Termasuk kenapa Sonia bisa ikut kemanapun dia pergi..
"Fan er saat ini situasi sedikit mendesak, aku harus segera ke Luo Yang menstabilkan situasi di sana."
"Kamu sebaiknya segera pergi hubungi Ayah dan Ibu Xue Yen, agar mulai bergerak menuju Chen Liu bersama Pasukan Naga Hitam."
"Kurasa dalam waktu dekat ini Pasukan Rajawali Merah milik Bun Houw pasti akan segera bergerak."
"Mengenai Sonia kamu bisa tinggalkan kepada ku.."
Lu Fan langsung kembali bersemangat dan berkata,
"Wu Song ke ke kamu serius ? kamu tidak sedang menghibur aku kan ?"
Wu Song tersenyum dan berkata,
"Kapan aku pernah membohongi mu ? tentu aku serius."
Lu Fan tiba-tiba tersenyum nakal dan berkata,
"Wu Song ke ke, kamu sudah ada 2 tidak takut jadi 3, bagaimana bila..."
Sebelum ucapan nya selesai dahinya sudah langsung di sentil oleh Wu Song.
"Aduhhh...!"
jerit Lu Fan..
Tapi kemudian sambil tertawa nakal, dia berkata.
"Baiklah, kalau begitu aku berangkat sekarang."
__ADS_1
"Sampai jumpa..!"
Lu Fan langsung melesat ke udara, menggunakan Jin Tou Yun meninggalkan kapal Wu Song.
Sonia langsung berlari mengejar ke pinggir kapal dan melompat ke sungai sambil berteriak,
"Fan ke ke jangan tinggalkan aku..!!"
Lu Fan tidak menoleh kebelakang sama sekali, bukan dia tidak perduli.
Tapi di sana ada kakak iparnya yang sakti tidak ada yang perlu dia khawatirkan.
Benar saja begitu Sonia melompat kearah sungai, tubuhnya tertahan melayang di udara kemudian tersedot kembali jatuh didepan Wu Song.
Sonia sesaat terkejut, tapi kemudian dia menangis dan menjerit histeris,
"Fan ke ke jangan tinggalkan aku..!!"
Sonia kembali ingin berlari ke pinggir kapal, tapi bagaimana pun dia meronta tubuhnya tertahan tidak bisa bergerak maju sedikitpun.
"Kakak Song ku mohon lepaskan aku,.aku mau menyusul Fan Ke ke..!"
ucap Sonia setengah berteriak matanya mulai merah dan berkaca-kaca.
"Sonia dengarkan aku, kamu tenang dulu."
"Lu Fan cuma pergi sebentar menemui orang tuanya, sebentar lagi juga akan kembali."
"Kamu tidak perlu bertindak bodoh seperti ini."
Mendengar ucapan Wu Song, Sonia pun sedikit tenang dan berkata,
"Song ke ke kamu tidak sedang menipu ku kan ?"
Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kamu tenang saja ikut dengan ku menikmati perjalanan ini, nanti Lu Fan pasti akan kembali berkumpul dengan kita."
"Duduklah di sini mari kita berbincang-bincang.."
ucap Wu Song menunjuk tempat duduk di depan nya.
Sonia dengan ogah-ogahan dan kurang bersemangat duduk di hadapan Wu Song dengan muka cemberut hampir mewek.
Melihat hal ini Wu Song hanya tersenyum dan berkata,
"Sonia apa yang kamu ketahui tentang Lu Fan ?"
"Mengapa kamu begitu ngotot ingin menjadi istrinya ?"
Sonia menatap jengkel kearah Wu Song sambil mendengus kesal dia berkata,
"Pertanyaan tak berguna, tentu saja aku sangat mengenalnya, dan tentu saja semua ini karena aku sangat mencintainya tidak ingin jauh darinya."
Wu Song tidak marah mendengar jawaban Sonia yang ketus, dia tetap tersenyum penuh pengertian dan berkata,
"Apa kamu tahu Lu Fan sudah punya istri ? apa kamu tahu siapa nama Istrinya ?"
Sonia mendengus jengkel dan berkata,
"Tentu saja aku tahu, mengenai nama istrinya itu tidak penting sama sekali."
__ADS_1