
Sedangkan Bun Houw terlihat dikelilingi 20 bayangan bulan dan 20 bayangan matahari.
Baik Lu Sun Xue Yen maupun Bun Houw mereka sudah tidak memiliki jalan mundur lagi.
Mundur resikonya adalah nyawa melayang, mereka harus bertarung hingga tenaga terakhir.
Pilihannya cuma menang atau kalah, menang berarti hidup kalah berarti mati.
Lu Sun yang berlengan tunggal memberikan dorongan maksimal kearah Bun Houw, di detik-detik terakhir satu bola matahari baru muncul di belakang Lu Sun.
Lu Sun menembus LV 21 dari ilmu 9 mataharinya akibat Pertempuran dahsyat mati-matian ini dia malah naik level.
Dengan naiknya kekuatan satu level, terjadi perubahan kekuatan yang sangat besar pada Lu Sun.
Hal ini membuat Bun Houw semakin terdesak, tadi pun dia sudah sangat berat.
Dengan adanya perubahan ini kondisinya semakin kritis.
Bun Houw memaksakan diri mengerahkan habis-habisan seluruh tenaga saktinya menahan tekanan dari Lu Sun dan Xue Yen.
Sepasang kaki Bun Houw yang berada diatas tanah sudah tenggelam sebatas lutut.
Kedua tangannya yang menyambut tekanan telapak tangan Lu Sun dan Xue Yen mulai bergetar hebat.
Wajahnya pucat butiran keringat membasahi seluruh tubuh dan wajahnya.
Melihat hal ini Lu Sun dan Xue Yen saling lirik, kemudian mereka mengangguk kompak, sambil berteriak keras mereka berdua mengempos seluruh semangat dan kekuatan mereka melakukan dorongan terakhir.
Bun Houw menjerit keras tubuhnya bergetar hebat kedua lengannya akhirnya tidak kuat dan meledak, mulutnya menyemburkan darah segar.
Sepasang kakinya kini terbenam kedalam tanah sebatas pinggang, dia menatap pasrah kearah kedua gurunya dengan bibir Tersenyum.
Bun Houw memejamkan matanya dan berkata,
"Guru sekarang saatnya antarkan murid pergi."
Xue Yen dan Lu Sun mendarat ringan di hadapan Bun Houw.
Lu Sun melangkah maju mengangkat tangan tunggalnya sambil berkata,
"Selamat jalan murid ku,...! pergilah dengan tenang...!"
Tangan Lu Sun menghujam keras Kearah kepala Bun Houw.
"Tahan...dia milik ku...!!"
Terdengar teriakan dari arah pelabuhan Meng Jin.
Sebelum suara keren Tersebut hilang, di hadapan Lu Sun dan Xue Yen muncul seorang pemuda tampan dan gagah dengan seragam panglima perang Goguryeo yang keren dan mentereng.
Jubah merahnya berkibar-kibar tertiup angin menambah kewibawaan nya
__ADS_1
Tubuhnya melayang diudara, tangan kanannya mengeluarkan benang putih mengikat tangan Lu Sun menahannya agar tidak bisa menyerang Bun Houw.
Sedangkan tangan kirinya mengeluarkan benang putih yang melilit pinggang Bun Houw menyentaknya keluar dari dalam tanah.
Tubuh Bun Houw tersentak melayang kearah pemuda itu.
"Tetua angin bawa dia dan tolong serahkan ke So Soo..!"
"Jangan biarkan So Soo kemari..!"
"Kalian bertiga lindungi tetua angin..!'
Tetua angin menangkap tubuh Bun Houw kemudian melesat meninggalkan tempat tersebut.
Melihat hal itu Xue Yen segera bergerak mengejar.
Tapi dia di halangi 3 tetua Yi Lei Tian.
Sehingga langkah nya pun terhenti.
Yi Yi yang mengkhawatirkan kondisi gurunya, segera berkata.
"Sayang lepaskan aku, aku akan pergi bantu guru.."
Si topeng besi menggelengkan kepalanya, dan berkata,
"Kamu di sini saja, biar aku yang pergi bantu guru mu.."
Pedang pelangi bergerak mementalkan serangan ketiga tetua itu.
Ketiga tetua terdorong mundur beberapa langkah ke belakang.
Kelima orang itu saling pandang masing-masing saling mengukur kekuatan lawan.
Di belakang Tetua Yi Lei Tian dari arah dermaga Meng Jin.
Kini mulai muncul ratusan ribu pasukan dewa halilintar yang berdiri dengan gagah.
Lu Sun kini berhadapan dengan Panglima Lee Yong ketua perguruan Dewa halilintar terbaru.
Benang yang tadi menahan lengannya, kini sudah kembali ke tangan panglima Lee Yong.
Panglima Lee. Yong masih melayang diudara dengan jubah berkibar-kibar tertiup angin.
Dengan tatapan tajam dan penuh tekad pantang mundur, Lee Yong berkata,
"Hari ini aku datang bukan dengan niat permusuhan, aku hanya ingin membawa orang itu.."
"Sebaiknya jangan ada yang mencoba menghalangi."
"Atau aku tidak akan sungkan dengan siapa pun.!"
__ADS_1
ucap Lee Yong dengan bahasa Han yang kaku.
Lee Yong menyapukan pandangannya kesemua orang menunjukkan tekadnya.
Lu Sun Tersenyum dingin dan berkata,
"Dengan kekuatan mu yang hanya ratusan ribu orang itu kamu pikir kamu mampu?"
"Lihatlah Pasukan Rajawali Merah yang perkasa dan berjumlah 10 kali lipat dari mu pun kini sudah habis."
"Kamu pikir..."
Ucapan Lu Sun belum selesai Lee Yong sudah memotongnya dengan berteriak,
"Pasukan angin hujan petir kilat bersiaga...!!"
Pasukan Dewa petir membentuk 4 barisan berlapis mereka terlihat berkomat-kamit.
Tiba langit menjadi gelap Angin kencang hujan badai yang lebat di Sertai suara gemuruh geledek dan cahaya kilat sambar menyambar di langit.
Tiba-tiba Pasukan Naga Hitam dan Pasukan gabungan yang telah berhasil menahlukkan Pasukan Rajawali Merah.
Di serang Hujan badai dan angin topan sehingga mereka untuk membuka mata dan mempertahankan posisi berdiri pun sangat sulit.
Mereka terhuyung-huyung sulit berdiri tegak, ada sebagian Pasukan panglima Sie dan Pasukan keluarga He mulai terbawa angin badai yang berputar-putar dengan cepat.
Tubuh mereka tersambar kilat sehingga satu persatu meregang nyawa mereka.
Petir dalam skala besar mulai menyambar kearah para pasukan gabungan dan Pasukan Naga hitam.
Karena tanah telah basah tergenang air, listrik dari kilat petir mulai menyetrum sebagian besar Pasukan gabungan.
Mereka langsung kejang-kejang bertumbangan satu persatu, hanya Pasukan Naga Hitam dan Pasukan gabungan para pendekar yang berhasil menyelamatkan diri.
Melihat musuh mulai melakukan serangan Lu Sun memberikan tanda agar seluruh pasukan bergerak menyerang ke arah Pasukan perguruan petir.
Lu Sun sendiri sudah menggenggam pedang sinar biru, hadiah tanda cinta dari Xue Yen istrinya.
Lu Sun langsung berubah menjadi 8 bayangan bergerak mengelilingi Lee Yong dari delapan arah memberikan serangan tarian pedang 8 dewa nya.
Menyerang dari 8 penjuru mata angin secara bergantian dan berputar-putar dengan teratur.
Lee Yong menghadapi Lu Sun dengan serangan angin badai hujan petir dan listrik.
Menangkis dan membalas setiap serangan dari Lu Sun sekali-kali dia akan mengeluarkan benang halusnya yang bisa menjerat dan menangkap Lu Sun.
Kemudian dialiri listrik untuk menyerang Lu Sun.
Lu Sun beberapa kali terkena sengatan listrik yang membuat tubuhnya bergetar hebat.
Untungnya dia di lindungi oleh tenaga 9 matahari yang sangat kuat, sehingga dia selalu berhasil menetralisir nya.
__ADS_1
Lu Sun tidak berani berayal lagi, dia mulai bergerak menggunakan lengan bajunya memainkan pedang biru yang bisa terbang berkelebatan menyerang Lee Yong dari 8 arah.