
Formasi lima unsur, teriak pendeta berwajah bijak yang di dunia persilatan terkenal dengan nama Pai Sin Cin Jin (Pendeta berhati putih)
Beliau adalah pimpinan dari Xu San Wu Xia ( lima pendekar gunung Xu)
Orang kedua bergeser ke posisinya, dia meski berusia lebih muda dari si Pai Sin Cin Jin.
Tapi rambutnya telah putih semua, sangat kontras dengan umurnya yang baru menginjak 30 tahun.
Wajah tampan dan gagah, hanya sepasang matanya menyimpan guratan kesedihan, dia berjuluk Yu Mien Cin Jin ( Pendeta berwajah giok)
Orang ketiga juga sudah menempati posisinya, dia adalah pria bertubuh pendek gemuk yang sikapnya berangasan tidak sabaran agak kasar, tapi jujur.
Dia lah yang tadi memaki Lu Ping jalang,
di Dunia persilatan dia terkenal dengan julukan,
Tie Mien Cin Jin (Pendeta berwajah besi).
Orang keempat adalah seorang pria berusia 40 an berwajah sabar dan selalu tersenyum, di dunia persilatan terkenal dengan julukan
Ce Sin Cin Jin ( pendeta berhati welas).
Sedangkan orang terakhir yang berjuluk Im Yang Cin Jin ( Pendeta Im Yang), wajahnya termasuk sedikit aneh agak mirip tikus, matanya kecil alisnya pendek bibirnya runcing kedepan di hiasi sepasang kumis tikus diatasnya.
Meski selalu tersenyum ramah, tapi dari sinar matanya, dia orang yang sangat pintar dan berhati-hati.
Dari kelima orang ini yang paling hebat ilmunya adalah pria berambut putih itu.
Karena dia adalah putra ke 3 Dewa Pedang yang merajai wilayah selatan, Dia dulunya bernama Zhou Hui, dia menjadi pendeta karena hubungan dengan kekasihnya yang merupakan seorang penyanyi dirumah bunga merah tempat pelesiran, tidak di setujui oleh keluarganya.
Karena hubungan yang tidak di restui membuat hubungan mereka terkatung-katung, suatu hari saat dia sedang pergi menjalankan tugas dari ayahnya.
Kekasihnya di nodai oleh seorang pelanggan yang mabuk, untuk menunjukkan rasa cinta dan kesetiaan nya.
Gadis bernasib malang itu memilih mengakhiri hidupnya, saat pulang dari menjalankan tugas, Zhou Hui yang mendengar kabar tentang kematian kekasihnya.
Dia menjadi sangat sedih kecewa dan menyesal, akibat kesedihan mendalam rambutnya berubah menjadi putih semua.
Dalam kemarahan nya, dia membakar rumah pelesiran bunga merah, dan dalam waktu semalam semua pria bermarga Liu, marga yang sama dengan orang mabuk yang menodai kekasihnya.
__ADS_1
Semua di bantai tanpa sisa. Bahkan bayi sekalipun tidak luput dari pembantaian nya.
Saat kejadian ini sampai ke telinga ayahnya, dia di usir dari rumah dan di coret dari keluarga raja Pedang.
Dia di kejar-kejar oleh Pendekar dunia persilatan, tapi dengan kemampuannya dia selalu berhasil meloloskan diri.
Hingga suatu ketika dia di kepung dan di keroyok beramai-ramai hingga terjatuh ke dalam jurang.
Secara kebetulan dia ditolong oleh Sesepuh pendiri aliran Xu San yang berjuluk Pai Mei Lao Jen ( orang tua beralis putih) dari pinggir sungai dalam kondisi kritis.
Berkat perawatan orang tua itu yang telaten dia akhirnya sembuh, kemudian mengikuti orang tua itu menjadi pendeta di Xu San.
Selama bergabung di Xu San, tidak pernah sekalipun dia menarik keluar pedangnya dari sarung pedang.
Dia selalu menghadapi semua lawannya dengan pedang tersembunyi di dalam sarung pedang.
Di bawah perintah Pai Sin Cin Jin mereka berlima satu persatu mulai maju menyerang Wu Song secara bergantian dan teratur.
Wu Song menggunakan Im Yang Sen Kung, langkah ajaib tanpa bayangan, Feng Yun Wen Hua, kekosongan dan tidak memiliki kemampuan.
Ilmu ke 4 ini sangat berguna baginya mencari titik lemah serangan musuhnya.
Wu Song selalu dapat melancarkan serangan sebelum jurus andalan mereka di lepaskan,.seakan Wu Song sudah menguasai jurus mereka dengan sangat mahir dan mendarah daging.
Atas perintah Pai Sin Cin Jin mereka berlima melompat menjauhi Wu Song lalu mereka menggunakan dua jari mereka mengendalikan pedang mereka menyerang Wu Song dari jarak jauh.
Wu Song hanya tersenyum, Wu Song sebenarnya sudah tahu apa yang akan mereka lakukan.
Tapi dia sengaja membiarkannya, mereka ingin bermain jarak jauh itu lebih baik menurut Wu Song.
Wu Song melayang di udara meniup sulingnya suara irama suling menimbulkan sinar memanjang berwarna putih transparan menangkis semua Pedang yang terarah kepadanya.
Lalu suara irama itu mulai menyerang kelima orang itu, konsentrasi mereka dalam pengendalian pedang menjadi buyar.
Karena irama Wu Song telah merusak konsentrasi mereka dalam melakukan pengendalian pedang.
Melihat saudara-saudara nya yang lain terdesak, bila di teruskan saudara-saudaranya akan kehilangan nyawa.
Maka Yu Mien Cin Jin dengan terpaksa menarik pedangnya dari dalam sarung.
__ADS_1
Mengibaskan pedangnya ke atas dan kedepan, maka terbentuklah sebuah kubah pelindung.
Kemudian Yu Mien Cin Jin menunjuk pedangnya keatas langit, lalu muncul sebuah lingkaran di atas kepalanya, perlahan-lahan di dorong kearah Wu Song.
Lalu dari langit muncul ribuan meteor berbentuk pedang turun bagai hujan menerjang kearah Wu Song.
hanya dengan tiupan suling yang sudah di sempurnakan oleh Hua Thian, maka semua hujan pedang meteor yang terarah ke Wu Song dapat di hancurkan.
Sebelum Wu Song melakukan serangan balasan, Kubah di depannya sudah lenyap termasuk ke 5 pendeta itu.
Dari jarak yang jauh terdengar teriakan dari Tie Sin Cin Jin, urusan hari ini belum selesai.
Kalian tunggu saja.
Setelah itu tempat tersebut menjadi hening, lalu terdengar suara Lu Ping,
"Maaf Song ke ke, aku menimbulkan kerepotan untuk mu."
Wu Song berdiri di depan Lu Ping dan membelai pipinya kemudian berkata,
"Kamu ini bicara apa? tidak ada yang di repotkan."
"Kamu istriku tentu aku harus membela mu, dan siap menghadapi siapapun yang akan menindas mu." ucap Wu Song tersenyum lembut.
Kemudian sambil memegang tangan istrinya Wu Song berkata,
"Ayo kita selidiki ke dalam kuil mencari petunjuk."
Maka mereka berdua pun kemudian melangkah masuk kedalam kuil, mencari kemungkinan adanya petunjuk yang di tinggalkan pelaku.
Setelah melakukan pemeriksaan secara teliti selama hampir dua jam lebih, Wu Song dan Lu Ping saling memandang dan menggelengkan kepalanya.
Tanda bahwa hasilnya nihil, mereka berdua tidak menemukan petunjuk apapun.
Wu Song dan Lu Ping kemudian memasuki bagian lebih dalam, di dalam sebuah kamar mereka menemukan sehelai potongan baju.
Wu Song menyimpan nya, mungkin suatu hari bisa di jadikan petunjuk.
Setelah melakukan pemeriksaan keseluruhan sampai ke halaman belakang.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua kembali ke halaman depan, Wu Song memunguti senjata rahasia yang bertebaran di lantai .