LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENGUMPULKAN INFORMASI KEKUATAN MUSUH


__ADS_3

Lu Sun tersenyum lebar melihat rak yang kini kosong, Lu Sun kembali berubah menjadi seekor lalat terbang pergi mencari kakek Park yang kini sedang menuju pabrik pembuatan senjata itu.


Dengan daya penciuman lalat yang tajam, bukan hal sulit buat Lu Sun menemukan keberadaan kakek tua itu.


Lu Sun hingga di sebuah lubang angin memperhatikan situasi ruang pembuatan dan perakitan tersebut.


Lu Sun melihat di sana ada produksi yang sudah selesai di tumpuk jadi satu, siap untuk di kirim ke gudang.


Ini kesempatan baik, kalau ku lempar satu kearah tumpukan itu, maka... Lu Sun tersenyum licik.


Lu Sun muncul di dekat pintu masuk dan berkata,


"Kakek tua apa kabar ?!"


Ketika kakek itu menoleh dengan terkejut, karena kemunculan Lu Sun yang tiba-tiba.


Lu Sun sudah menyambitkan sebutir Pai Lei Tan kearah tumpukan hasil produksi Bai Lei Tan di pabrik itu.


Lu Sun sudah lenyap dari tempat itu begitu dia melempar Bai Lei Tan ditangannya kearah tumpukan itu.


Kakek Park hanya bisa berteriak awas, sambil berkelebat meninggalkan tempat tersebut.


Terjadi ledakan dahsyat yang membuat seluruh pabrik dan bangunan disekitarnya hancur luluh lantak.


Para pekerja di dalam ruangan tersebut tidak ada yang selamat.


Kakek Park sendiri meski berhasil meloloskan diri dari lubang maut, tapi dia terhempas nyungsep mencium tanah, dengan pakaian bagian belakang tubuhnya terbuka lebar, hancur berantakan.


"Kakek kamu tidak apa-apa ? awas nanti masuk angin..! cepat ganti pakaian mu..!"


ucap Lu Sun sambil tertawa terbang meninggalkan tempat tersebut.


Kakek Park hanya bisa memaki dengan gusar, sambil terseok-seok, berjalan ke kamarnya untuk berganti pakaian .


Lu Sun bisa bergerak bebas menuju tempat lain tanpa ada yang menghalangi, karena semua pasukan penjaga terlalu sibuk dan di kaget kan dengan suara ledakan yang berasal dari pabrik senjata.


Lu Sun bergerak menuju bagian perbekalan tentara, di sana dia melihat Raja' Kim dan pengawalnya sedang sibuk mengatur persiapan perbekalan untuk keberangkatan mereka esok pagi.


Lu Sun mencari tempat sepi lalu kembali mengubah dirinya menjadi seekor lalat, dia terbang memasuki area gudang perbekalan tentara yang di jaga dengan ketat.


Lu Sun masuk lewat lubang angin, didalam gudang yang besar dan luas Lu Sun melihat tumpukan ransum yang menggunung.


Di luar gudang di jaga dengan sangat ketat, untungnya bagian dalam gudang malah sangat sepi.


Lu Sun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia langsung memasukkan semua ransum itu kedalam gelangnya.

__ADS_1


Dalam sekejap mata gudang yang tadinya terlihat sempit dan penuh dengan tumpukan ransum.


Kini terlihat sangat luas kosong melompong tidak ada yang tersisa.


Lu Sun kemudian merubah dirinya menjadi seekor lalat lalu terbang meninggalkan tempat tersebut melalui lubang angin.


Keluar dari lubang angin, Lu Sun terbang mendekati Raja Kim, Lu Sun tiba-tiba muncul di sampingnya dan memberikan serangan cakar naga meradang kearah kepala Raja Kim.


Sebuah cakar lain muncul menangkis cakar Lu Sun dan mementalkannya.


Lu Sun sedikit terkejut dengan kemampuan Yoshida yang seperti mengenali jurus cakarnya yang jarang di gunakan.


Lu Sun kembali melesat menyerang kearah Yoshida secara bertubi-tubi, hingga cakarnya membentuk puluhan bayangan yang mengepung Yoshida.


Yoshida tidak terlihat menghindar ataupun menangkis seperti ilmu silat pada umumnya


Yoshida justru berbeda, dia maju menyambut serangan Lu Sun dengan serangan balasan yang menggunakan jurus yang sama untuk mengantisipasi serangan Lu Sun.


Semakin lama mereka bertukar serangan Lu Sun semakin terkejut, Lu Sun merasa seperti sedang melawan bayangannya sendiri.


Lu Sun sudah berulangkali merubah ilmunya, kadang mencampuradukkan agar tidak bisa di kenali musuhnya.


Tapi secara aneh bin ajaib, Yoshida mampu menirunya dengan sama persis, menggunakan jurus campur aduk itu untuk membalasnya.


Lu Sun akhirnya sadar, orang i ini bukan menguasai ilmunya, tapi dia adalah seperti cermin yang memantulkan balik semua serangannya sendiri.


Begitu Yoshida menyerang balik dengan jurus yang sama, Lu Sun tidak berusaha menghindarinya.


Maka benturan cakar keras lawan keras pun terjadi.


Yoshida berteriak kaget, karena tenaga saktinya tiba-tiba membanjir pindah ketubuh Lu Sun, tapi dengan cepat dia sadar.


Dengan gerakan sangat cepat dia menusuk bola mata Lu Sun dengan kedua jarinya.


Tanpa menggunakan tenaga sakti, hanya menggunakan tenaga luar saja.


Lu Sun menggunakan lengan bajunya yang kosong membelit kedua jari tersebut,


kemudian menggunakan Qian Kun Ta Lo Ih Sin Fa melempar balik semua kekuatan musuh beserta kekuatan dorongan dari dirinya sendiri.


Yoshida terpental menabrak Pasukan Goguryeo yang mengepung tempat tersebut, tapi tidak bisa mendekati arena pertarungan yang diselimuti kekuatan angin pukulan yang sangat dahsyat.


Memanfaatkan suasana kacau, di saat Yoshida terpental menabrak Pasukan pengepung, Lu Sun menghilang dari tempat tersebut.


Berubah menjadi seekor semut, menyelinap diantara kerumunan Pasukan kemudian menghilang dari tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah keluar dari kediaman Raja Kim, Lu Sun merubah dirinya menjadi seekor burung, lalu terbang kembali ke penginapan


Lewat jendela kamar yang menghadap ke jalan Lu Sun masuk kedalam kamar dan mendarat ringan di dalam kamar baru merubah dirinya ke bentuk semula.


Xue Yen yang sedang duduk bermeditasi di kasur, membuka matanya dan berkata,


"Kamu dari mana saja sayang,? sampai jam segini baru pulang ?"


Lu Sun sambil tersenyum mengambil tempat duduk didepan sebuah meja, mengambil teko air di atas meja, lalu mengisi cawan dan meminumnya, baru berkata.


"Aku tadi pergi mencari tahu dan menyelidikinya kekuatan musuh kita, ternyata pengawal yang melindungi raja Kim, memiliki kemampuan yang unik."


Xue Yen menatap Lu Sun dengan penasaran berkata,


"Bagaimana keunikan nya ?"


Lu Sun kembali meminum secawan air hangat baru berkata,


"Orang pertama bersilat dengan berjungkir balik, tangan dan kepala di gunakan sebagai penopang."


"Sesekali memberikan serangan berbahaya kearah bagian perut kebawah."


"Sedangkan kakinya bebas bergerak memberikan serangan tendangan unik yang sangat bertenaga."


"Aku memperkirakan dia memanfaatkan tenaga inti bumi sebagai penopang kekuatan nya."


Lu Sun menghentikan penjelasannya sejenak melihat respon Xue Yen kemudian kembali minum.


"Lalu bagaimana dengan orang kedua dan ketiga tanya Xue Yen tidak sabar."


Lu Sun sambil tersenyum nakal berjalan kearah ranjang ingin memeluk dan mencium Xue Yen.


Tapi Xue Yen menolak dan menghindar sambil berkata,


"Ihh bau keringat belum mandi.. gak mau ..mandi dulu sana..!"


Lu Sun sambil tertawa berkata,


"Wah jadi sombong, harusnya aku bawa ching-ching dia pasti gak kan nolak.."


"Ya sudah bawa saja Ching Ching sana..!"


ucap Xue Yen sewot karena cemburu.


Tiba-tiba terdengar suara benturan dahsyat dari arah depan penginapan, yang menggetarkan seluruh bangunan penginapan.

__ADS_1


.


__ADS_2