LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENINGKATKAN PORSI LATIHAN PASUKAN,


__ADS_3

Bun Houw tersenyum pahit dan menjawab,


"Aku akan menuruti permintaan kakek mu, untuk menikah dengan mu."


Si Ma Yen di dalam hati bersorak kegirangan, tapi tentu saja dia tidak menunjukkan nya secara langsung.


Hanya dari tatapan mata dan senyum nya dia terlihat sangat bahagia.


Sambil tersenyum senang Si Ma Yen kembali bertanya,


'Bun Houw ke ke bagaimana dengan


kakak Yi Yi, bila Bun Houw ke ke menikahi ku.?"


Bun Houw tersenyum sedih dan berkata,


"Yi Yi telah pergi meninggalkan ku, dia merestui kita.


Dia ingin kita hidup bahagia."


Si Ma Yen sangat terkejut mendengarnya tapi kenapa Bun Houw ke ke bukankah kalian berdua saling mencintai.


Bun Houw menghela nafas panjang kemudian membelai kepala Si Ma Yen dan berkata,


"Dalam kehidupan nyata, cinta saja tidak cukup, mungkin kami berjodoh tapi tidak


ditakdirkan untuk hidup bersama selamanya."


"Pernah kah kamu mendengar Cinta tidak harus memiliki, mungkin seperti itulah takdir kami." ucap Bun Houw sambil menatap langit dan melamun sedih.


Seakan-akan di langit dia bisa melihat Yi Yi yang sedang tersenyum manis kepadanya.


Si Ma Yen menghela nafas panjang kemudian berkata,


"Bun Houw ke ke, kakak Yi Yi sangat berbesar hati.


Sebaliknya aku tidak sebesar hati kakak Yi Yi, apakah Bun Houw ke ke kelak tidak akan menyesal memilihku."


Bun Houw menarik pandangan nya dari menatap langit, kini menatap kearah Si Ma Yen dan berkata,


"Kamu sangat normal, apa yang sudah ku putuskan aku tidak akan pernah menyesali nya"


Si Ma Yen menatap Bun Houw lekat-lekat seakan-akan ingin mengetahui ketulusan Bun Houw kepadanya.


Meski dia sangat ingin menjadi pendamping Bun Houw, tapi dia juga tidak mau memaksa Bun Houw.


Karena perasaan yang didapatkan dengan paksaan tidak akan ada kebahagiaan buat mereka berdua.

__ADS_1


Si Ma Yen kembali berkata,


"Bun Houw ke ke aku ingin kamu berjanji satu hal kepada ku, bila kamu sanggup kita bisa menikah ."


"Bila tidak lebih baik kita lupakan saja pernikahan ini, biar aku menjalani nasib ku sebagai seorang putri yang menikah karena diplomasi." ucap Si Ma Yen sedikit sedih.


Bun Houw menatap Si Ma Yen dan bertanya,


"Apa maksud mu menikah diplomasi,? coba jelaskan."


Si Ma Yen menarik nafas panjang dan berkata,


"Beberapa hari yang lalu kakak ku, Si Ma Hui kaisar saat ini menemui ayah dan menceritakan kondisi pemerintahan saat ini."


"Di perbatasan barat sana selalu mendapat gangguan dari bangsa Bhutan dan Tar-Tar


Militer mereka sangat kuat sulit ditahlukkan, .oleh karena itu untuk menjaga hubungan diplomatik."


"Kakak berencana mengawinkan aku dengan raja bangsa liar Tar-Tar. ayah belum menyetujuinya masih ingin merundingkan dengan ku terlebih dahulu."


Bun Houw menatap geram ke arah barat dan berkata,


"Meski kita tidak menikah sekalipun, kalau aku mendengar hal ini.


Sebagai abdi kerajaan aku pasti akan mengajukan diri berangkat ke sana secepat mungkin ."


Mendengar ucapan Bun Houw yang gagah dan berani, membuat hati Si Ma Yen sangat nyaman dan semakin kagum dengan Bun Houw.


Bun Houw kembali bertanya,


"Tadi kamu minta aku berjanji, hal apa yang ingin aku janjikan pada mu.?"


Si Ma Yen kembali menatap Bun Houw dengan serius dan berkata,


"Aku sangat egois dan picik aku ingin kamu berjanji padaku setelah kita menikah, Bun Houw ke ke tidak boleh pergi mencari atau menemui Yi Yi lagi, selamanya hanya menjadi suami ku seorang."


Bun Houw menghela nafas panjang di dalam hati nya berpikir dengan melakukan janji ini.


Maka semakin dia tidak punya harapan bersama Yi Yi lagi.


Hubungan mereka benar-benar akan berakhir dan menjadi kenangan saja.


Permintaan Si Ma Yen Sebenarnya sangat wajar, tapi bagi Bun Houw ini sangat berat.


Hanya saja sudah melangkah sejauh ini, berjanji atau tidak dia tetap tidak bisa menemui Yi Yi lagi.


Bun Houw akhirnya sambil menghela nafas panjang mengangguk-anggukkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Baiklah aku berjanji, perlukah aku bersumpah berat untuk hal ini?"


Si Ma Yen menutup bibir Bun Houw dan berkata,


"Tidak perlu aku percaya padamu, kalaupun kelak kamu melanggar janji mu, sebagai istri yang mencintaimu aku juga tidak ingin kamu termakan sumpah sendiri."


Bun Houw di dalam hati mengakui bila hatinya tidak terlebih dahulu terisi Yi Yi, bukan hal mustahil dia akan menerima cinta Si Ma Yen dan mencintainya dengan setulus hati.


Si Ma Yen memeluk Bun Houw dan membaringkan kepalanya di dada Bun Houw.


Sehabis makan siang Bun Houw kembali ke kediamannya, menghabiskan waktu dengan berlatih.


Keesokan paginya Bun Houw sudah kembali ke barak militer, mempersingkat cutinya.


Dan meningkatkan pelatihan pasukannya.


Karena Bun Houw tahu dalam waktu dekat dia pasti akan berangkat ke perbatasan barat menghadapi perang besar.


Benar saja satu hari setelah pertemuan, Bun Houw dipanggil menghadap Si Ma Ong, kemudian Si Ma Ong membawanya menghadap kakeknya Si Ma Yi.


Si Ma Yi menanyakan asal-usul Bun Houw, Bun Houw menjelaskan semuanya termasuk siapa gurunya.


Si Ma Yi diam-diam sangat terkejut bercampur senang, mendengar Bun Houw adalah murid Lu Sun sang Legenda Jendral Naga Hitam.


Si Ma Yi juga sangat senang dia bisa mendapatkan seorang menantu yang mewarisi kesaktian Lu Sun sang legenda itu.


Si Ma Yi juga menyinggung tentang ancaman bangsa Bhutan dan Tar-Tar dan ingin tahu pandangan Si Ma Ong dan Bun Houw..


Baik Bun Houw maupun Si Ma Ong mereka, memiliki pandangan yang sama, mereka ingin diijinkan berangkat keperbatasan barat.


Menyerang Kerajaan Tar-Tar dan kerajaan Bhutan, mereka tidak setuju berdiplomasi dengan mengorbankan Putri Si Ma Yen.


Setelah mendengarkan pandangan mereka berdua Si Ma Yi melanjutkan pesannya dan berkata,


"Kalian berdua bersiap-siaplah untuk berangkat ke perbatasan barat."


"Bila kalian berhasil, aku akan mencabut hukuman ku dari mu, Si Ma Ong cucuku."


"Sedangkan kamu Bun Houw, kalau kamu berhasil aku yang akan membuat pesta pernikahan buat kamu dan putri ku yang paling terakhir Si Ma Yen.


"Nah kalian berdua kembalilah mempersiapkan diri, aku beri waktu satu bulan untuk melakukan persiapan." ucap Si Ma Yi menutup percakapan.


Bun Houw langsung kembali ke perkemahan nya, mengabarkan kepada ke 6 perwira dan kedua asistennya.


Bun Houw menambah porsi latihan pasukannya, sementara itu Si Ma Ong sendiri mendapatkan pelatihan khusus dari Bun Houw bila malam tiba.


Sedangkan Bun Houw mendapatkan bocoran ilmu Koai Lau Jen dari Si Ma Ong.

__ADS_1


__ADS_2