LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PULAU KARANG MERAH,


__ADS_3

Semua nya adalah jarum halus seperti rambut, orang yang bisa melontarkan jarum sehalus dan selembut ini menyerang orang tentu kemampuan yang dimiliki nya tidak lemah.


Setelah menyimpan jarum-jarum yang diambil dari lantai, Wu Song memeriksa mayat tetua Xu San.


Setelah di periksa, penyebab kematian mayat itu adalah jantung nya pecah, sedangkan tusukan pedang Lu Ping menembus lambung.


Jadi tusukan Lu Ping bukan penyebab utama, penyebab utama adalah


Pukulan Cui Sin Cang. ilmu yang sudah lama hilang dari dunia persilatan.


Mungkin ada ribuan tahun yang lalu ilmu ini sudah punah.


Wu Song dan Lu Ping juga hanya pernah dengar dari cerita kakek guru Xiang Lung.


Wu Song kembali menemukan potongan baju di lengan tetua Xu San ini, yang dia genggam erat-erat dalam telapak tangannya yang kaku.


Selain beberapa hal ini Wu Song tidak menemukan petunjuk lainnya, Wu Song yang masih penasaran mengambil sedikit sampel darahnya, meneteskan sedikit cairan yang dia dapatkan dari tabib dewa Hua.


Darah langsung berubah warna menjadi hijau, ini menunjukkan bahwa, tetua Xu San juga di racun dengan Hua Kung San (Bubuk pemusnah tenaga)


Sejenis bubuk yang bisa melenyapkan kekuatan seseorang selam beberapa jam.


Kasus semakin rumit, tapi penyebab dan pelaku utama tetap belum bisa di temukan.


Wu Song kemudian menggali sebuah lubang dan mengubur mayat tetua itu dengan layak dan meletakkan sebuah batu besar sebagai nisan sederhana nya.


Wu Song dan Lu Ping pun kemudian berlalu dari tempat tersebut untuk kembali ke penginapan mereka.


Dalam perjalanan Wu Song bertanya,


"Sayang apakah kamu masih ingat dengan wajah pemuda tanggung yang mencuri dompet mu."


"Pencuri itu punya peran penting dalam hal ini, mungkin lewat dirinya kita bisa menemukan petunjuk yang lebih jelas."


Lu Ping menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak melihat wajahnya, setelah mencuri dompet ku, dia terus berlari tanpa menoleh ke belakang."


"Aku hanya melihat bayangan punggungnya saja," ucap Lu Ping kurang semangat.


Wu Song kembali berkata,


"Coba kamu ingat pelan-pelan saat kejadian, apakah ada orang yang berdiri di hadapannya melihat wajahnya dengan jelas."


Karena posisi orang tersebut, tepat menghadap ke posisi mu dan posisi si pencopet itu.


Lu Ping memejamkan matanya mencoba mengingatnya.


Akhirnya dia teringat orang yang kebetulan berada di posisi tersebut dan dia mengenalinya adalah pelayan restoran tempat mereka menginap.

__ADS_1


Lu Ping segera membuka matanya dan berkata dengan gembira,


"Song ke ke aku ingat sekarang, orang yang melihat wajah pencuri itu dengan jelas adalah pelayan yang ada di restoran tempat kita menginap."


Wu Song tersenyum gembira dan berkata,


"Ayo kita pulang ke penginapan sekarang, mencari tahu dari pelayan restoran itu."


Lu Ping dan Wu Song bergerak cepat kembali ke penginapan, tanpa kesulitan mereka bertemu dengan pelayan restoran.


Yang terlihat lagi duduk santai karena sudah lewat jam makan siang restoran agak sepi.


Wu Song duduk di depan pelayan itu menaruh sekeping uang perak di depan pelayan itu dan berkata,


"Uang ini akan jadi milik mu, tapi ada syaratnya."


Pelayan yang dari tadi matanya terbelalak lebar terus menatap uang yang Wu Song letakkan di atas meja cepat-cepat berkata, sambil memberi kode agar Wu Song cepat memberitahu syaratnya,


"Katakan tuan aku pasti akan berusaha memenuhinya."


Wu Song tersenyum melihat pancingan nya berhasil,


"Syaratnya mudah kamu kenal tidak dengan pencopet yang mencuri dompet istri ku tadi pagi.?"


Wajah pelayan itu menjadi pucat, dengan tergagap dia berkata,


"Kenapa ?" tanya Wu Song ingin tahu lebih jelas.


Sambil menelan ludah pelayan itu berkata,


"Dia adalah pencuri yang kejam dan pendendam, dia tidak segan-segan membunuh orang yang berani mencari masalah dengannya."


"Lagi pula dia adalah anggota bandit Cucut Hitam, bandit dan bajak laut di sekitar sungai Huai sini." ucap Pelayan tersebut setengah berbisik takut di dengar orang lain


"Ketua Bandit Cucut Hitam adalah ayah angkatnya." ucap pelayan itu menambahkan dengan tubuh gemetar.


Wu Song tersenyum tenang dan berkata,


"Kamu jangan takut tenang saja, kamu cukup katakan siapa namanya, di mana dia tinggal dan dimana dia biasanya sering berada."


Pelayan itu melihat ke kiri dan kanan dengan ketakutan, setelah memastikan tidak ada yang sedang melihatnya dia baru berkata,


"Dia bernama Cun Ming tinggal di markas Cucut Hitam, di sebuah pulau kosong yang tidak jauh dari tepi sungai Huai."


"Pulau itu bernama pulau karang merah."


Wu Song tersenyum dan berkata,


"Baiklah terima kasih, uang ini boleh untuk mu, ambil lah."

__ADS_1


Pelayan itu tanpa banyak bicara, langsung menyambar uang perak di atas meja, mencoba mengigit nya.


Setelah memastikan uang itu asli, sambil menganggukkan kepalanya dia cepat-cepat ngeloyor pergi berjalan masuk ke bagian dalam.


Wu Song dan Lu Ping Kemudian meninggalkan restoran, sambil bertanya-tanya dengan orang-orang di sepanjang jalan.


Mereka terburu-buru, bergerak menuju dermaga Cin ditepi sungai Huai.


Sampai di dermaga Wu Song langsung mencari sebuah kapal nelayan yang cukup besar.


Wu Song melihat seorang berkulit hitam bertubuh kekar sedang membereskan jala diatas kapal.


Wu Song dengan sopan menyapanya,


"Kakak saya ingin menyewa perahu mu apakah bisa?*


Orang itu menatap Wu Song sejenak kemudian berteriak kearah bagian dalam kapal,


"Ayah ada yang mau sewa perahu...!!"


"Tunggu sebentar berunding nya sama ayah ku saja, dia yang punya kapal ini.' ucap nya jujur.


Wu Song mengangguk dan berdiri menunggu, sesaat kemudian dari dalam kapal keluar seorang pria tua berusia sekitar 60 tahun.


Pria itu tersenyum ramah dan menghampiri Wu Song dan berkata,


"Tuan mau sewa perahu? untuk tujuan ke mana ?"


Wu Song tidak mau berbelit-belit dia langsung berkata terus terang,


"Aku mau mengunjungi pulau karang merah, apakah Lo Pek ( panggilan untuk orang tua)


bisa antarkan saya kesana sekarang?"


Kakek itu terbelalak terkejut, kemudian langsung menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Anak muda aku sarankan kamu jangan pernah kesana, batalkan saja niat mu itu."


Wu Song menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Lo Pek tidak perlu khawatir aku dan istriku bisa menjaga diri, Lo Pek juga tidak perlu merapat, cukup tunjukkan saja lokasinya dari tempat jauh."


Kakek itu menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak anak muda maaf, saya tidak berani menerimanya, silahkan anda mencari perahu lain saja."


Kakek itu membalikkan badannya ingin naik keatas kapalnya, melihat hal itu Wu Song berteriak,


"Saya bayar 3x lipat gimana!?"

__ADS_1


__ADS_2