
Wu Song berlatih pagi siang malam tanpa henti dalam kurun waktu 6 bulan terakhir tanpa henti bahkan lupa makan dan minum.
Untungnya di alam terasing yang jauh dari polisi dan sangat alami, energi Chi yang terkandung di tempat ini tidak terbatas.
Se Se yang selalu mengingatkan Wu Song untuk makan, demi menghargai niat baik
Se Se, Wu Song yang tidak tega menolaknya hanya makan beberapa suap saja.
Setelah itu dia akan kembali melanjutkan latihannya.
Setelah enam bulan berlalu dan Wu Song sudah sanggup mengimbangi Hua Thian ribuan jurus, dengan catatan Hua Thian hanya mengerahkan 1/2 kekuatan dan kecepatan nya saja.
Hari ini Wu Song mulai di latih mencapai tahap ke abadian, berbeda dengan cara Wu Kung yang berlatih melalui rapalan antara hidup dan mati.
Cara Hua Thian hampir mirip dengan Xiang Lung, yaitu melalui tapa melewati berbagai godaan hawa nafsu dan keegoisan.
Wu Song di wajibkan bertapa duduk melayang di tengah lautan selama 1000 hari tanpa makan minum dan tidur.
Wu Song harus menemukan titik terang dan terobosan baru untuk setiap ilmu yang di kuasanya.
Semakin banyak ilmu yang di kuasai akan semakin rumit buat Wu Song mencapai penerangan sempurna.
Se Se sangat berkeberatan sebenarnya, karena melatih tehnik ini jarak dan hubungannya dengan Wu Song semakin jauh.
Dia tidak bisa mendekati Wu Song, bahkan menatap nya pun tidak diijinkan oleh Hua Thian.
Demi keselamatan dan keberhasilan Wu Song, Se Se terpaksa menahan diri, memendam kerinduan hatinya.
Wu Song sendiri tidak terpengaruh, karena dari awal hubungan nya dengan Se Se hanya berdasarkan rasa bersalah dan kasihan bukan cinta.
Jadi berpisah dari Se Se sama sekali bukan masalah besar baginya.
Tapi ujian godaan, adalah ujian pikiran perasaan dan nafsu di hatinya, jadi yang muncul dalam ujian tersebut tentu tidak mudah.
Seperti saat di munculkan bayangan Ceng Ceng, yang sedang tersenyum dan memanggilnya.
Bergelayut manja di dalam pelukannya dan terus mengajaknya ngobrol, karena Wu Song berusaha bertahan tidak menggubrisnya.
Ceng Ceng berkata Wu Song sudah tidak mencintai dan menyayangi lagi, Wu Song telah melupakan dirinya.
Hidup juga percuma, lebih baik mati saja.
Ceng Ceng memotong lehernya dengan pedangnya darah mengucur membasahi leher dan bajunya.
__ADS_1
Ceng Ceng memejamkan matanya dan berkata,
"Wu Song ke ke aku masih tetap mencintai mu sampai kapan pun meski cintaku akhirnya hanya di tukar dengan kesepian dan kesedihan."
Setelah itu mata Ceng Ceng mendelik keatas dan tertutup.
Wu Song hampir tidak kuat seluruh tubuhnya gemetar ingin bangun dan memeluk Ceng Ceng dan berkata,
"Aku juga sangat mencintai mu maafkan aku."
Tapi semua itu tidak jadi Wu Song lakukan, Wu Song selalu mengingatkan dirinya itu cuma ilusi tidak nyata.
Kenyataannya adalah Ceng Ceng telah pergi selamanya dan tidak mungkin kembali lagi.
Akhirnya Wu Song membiarkan Ceng Ceng menghilang dari pangkuannya berubah menjadi butiran cahaya.
Godaan berikutnya adalah harta kekuasaan, tapi terhadap hal ini Wu Song tidak bergeming.
Di lanjutkan dengan godaan wanita cantik menari dengan lemah gemulai di depannya, kemudian mereka melepaskan pakaian mereka satu persatu menunjukkan.
Bentuk tubuh mereka yang indah dan aduhai meliuk-liuk di depannya dalam keadaan tanpa busana.
Wu Song tetap tidak terpengaruh, kemudian menyusul muncul godaan dirinya di caci maki di hina dan dituduh melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan.
Dia dijebak dan di hukum secara tidak adil, kedua orang tua nya meninggal di celakai orang.
Hingga akhirnya muncul bayangan Lu Ping berdiri di tepi jurang yang dalam, sedang menatap kearahnya dan berkata,
"Aku bukan istri yang baik, tidak bisa memberimu keturunan maafkan aku Song ke ke.'
Kemudian Lu Ping melompat ke dalam jurang dan berteriak,
"Song Ke ke aku sangat mencintaimu, dan aku tidak pernah menyesal mengenal mu.!!"
"Jaga dirimu baik-baik...!"
Wu Song hampir tidak kuat dan berdiri mengejarnya, ingin ikut melompat ke dalam jurang menyusul Lu Ping.
Memeluk Lu Ping dalam rangkulannya dan berkata,
"Aku juga sangat mencintai mu, tanpa mu hidup ku sudah tidak ada artinya lagi."
Tapi sebelum sempat Wu Song berbuat begitu, muncul bayangan wajah Hua Thian yang berkata,
__ADS_1
"Wu Song itu cuma ilusi tidak nyata."
Wu Song seperti tersadarkan kembali, dia menarik jalan pikiran yang liar.
Di satukan kembali fokus dengan mencari pencerahan kesempurnaan.
Setelah membuka simpul hatinya Wu Song dengan mudah mendapatkan penerangan di setiap ilmu yang dia kuasai satu persatu.
Bahkan jurus-jurus yang sulit di latih kini terlihat mudah dan sederhana.
Kemudian dalam pikiran Wu Song yang tenang dan kosong muncul sebuah ruang alam semesta yang gelap gulita dan di penuhi cahaya bintang kecil-kecil dari tempat yang sangat jauh..
Perlahan-lahan Wu Song melihat sebuah lambang Swastika yang berwarna ke emasan
menghampiri kearahnya kemudian menyatu masuk kedalam tubuhnya.
Kemudian muncul seberkas cahaya terang menerjang tepat ditengah dahinya, diantara dua alisnya.
Lalu semua kegelapan di hadapannya berubah terang, tidak ada lagi kegelapan.
Semua masalah terlihat dengan jelas, bahkan kerumitan masalahnya dengan Se Se terlihat jelas.
Di mana letak kesalahannya, di mana letak kunci permasalahan nya.
Semua mulai terlihat dengan sangat jelas, tidak serumit yang dia bayangkan.
Dia mulai mengerti siklus kehidupan di alam semesta, semua pencapaian Wu Song ini diluar perkiraan Hua Thian.
Ini semua berkat kitab kekosongan dan tidak memiliki kemampuan, kitab itu membantu Wu Song mencapai tahap lebih tinggi dari tubuh dewa abadi.
Yaitu suatu tahap yang disebut Kekekalan Semesta tapi untuk mendapatkan kesempurnaan dari tahapan ini adalah melepaskan semua kemelekatan.
Yaitu meninggalkan keduniawian, Wu Song belum bersedia melakukan hal itu, Dia masih ingin menjalani semua suka duka kehidupan bersama Lu Ping.
Mungkin saat Lu Ping tiada Wu Song akan mencoba menembus tahap itu.
Kelebihan tahap itu Wu Song akan mendapatkan tubuh Buddha dapat melihat masa lalu dan masa depan dengan jelas.
Bahkan bisa melihat masa lalu dan masa depan semua mahluk di dunia.
Kekuatan nya sudah tidak berbatas seperti lautan yang tak bertepi dan Semesta yang tak berujung.
Wu Song membuka matanya, ternyata tubuhnya kini melayang tinggi duduk di atas awan yang bergerak-gerak di bawahnya.
__ADS_1
Wu Song memanfaatkan kekuatan barunya untuk terbang melayang tanpa memerlukan Chi lagi.
Dia sudah menembus batas di atas kekuatan Chi, dia hanya memerlukan udara biasa untuk menggantikan energi kekuatan yang di sebut Chi itu.