LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
PAMAN HAO, CHIN YANG DAN CHIN HAO MEMBUKA JALAN DARAH


__ADS_3

Perubahan formasi kedua Lee Yong berhasil meredam keganasan Pasukan Naga Hitam.


Lee Yong mengatur barisan pasukan perisai dan pedang menjadi dua lapis.


Hal ini terbukti efektif mencegah Pasukan Naga Hitam melompati barisan dan melakukan penyerangan.


Pasukan Naga Hitam yang terlanjur melompat ke belakang barisan tameng, baru menyadari tameng mereka dua lapis.


Mereka dengan sekuat tenaga memukul mundur baris kedua, lalu kembali melompat mundur sambil berjumplitan kebelakang.


Pasukan Naga Hitam yang sempat terjebak hanya mengalami luka ringan saja.


Mereka masih dapat melanjutkan Pertempuran dengan sangat baik.


Pasukan Goguryeo yang menang jumlah perlahan-lahan mulai bisa menekan balik Pasukan Naga Hitam yang mulai terlihat letih.


Akhirnya paman Hao memimpin pasukannya bergerak mundur kembali ke balik batu gunung alam.


Lee Yong sangat kesal melihat kelicikan Pasukan Naga Hitam, yang maju secara bergantian menghabisi Pasukannya dengan strategi roda berputar.


Dengan strategi tersebut Pasukan Naga Hitam bisa memulihkan kondisi mereka sambil menunggu giliran.


Sehingga Pasukan mereka bisa terus berada di kondisi terbaik, sementara Pasukan Goguryeo yang terus menyusut seperti hanya maju untuk mengantar nyawa.


Mental Pasukan mereka mulai jatuh, mereka mulai terlihat ragu-ragu untuk maju.


Lee Yong yang melihat hal ini menjadi cemas, bila kondisi terus berlanjut, selain mereka bisa kehabisan perbekalan, Pasukan mereka pelan-pelan juga akan terbantai habis.


Melihat kondisi yang tidak benar ini Lee Yong tidak lagi mengepung mulut lembah melainkan menarik mundur pasukannya menjauhi lembah.


Mencari lokasi yang luas dan terbuka membentuk pertahanan di sana.


Melihat perubahan yang di lakukan oleh Lee Yong, Sui San yang kebetulan mendapatkan giliran maju tidak berani maju mengejar.


Dia kemudian memutuskan menarik mundur pasukannya kembali kebalik batu gunung untuk beristirahat.


Paman Hao Chin Yang Chin Hao sudah tidak bisa menahan diri, mereka memaki-maki dan mengutuki Lee Yong yang benar-benar sangat ulet licik seperti seekor ular berbisa.


Benar-benar sangat sulit di tahlukan, sementara mereka memaki dan mengomel panjang pendek.


Sui San terlihat diam dan terus berpikir keras bagaimana cara mereka memancing Lee Yong agar mau masuk jebakan.


Tadinya mereka berharap dengan maju bergantian membantai pasukan Lee Yong akan memaksanya mengambil keputusan menyerang habis-habisan kearah Pasukan mereka yang berada di balik batu.

__ADS_1


Siapa sangka Lee Yong yang cerdik dan hati-hati malah menarik diri menuju tempat terbuka.


Sehingga mereka tidak mungkin memaksa untuk maju dalam kelompok kecil secara bergantian seperti sebelumnya.


Bila mereka memaksa untuk maju, mereka akan terperangkap dalam jebakan yang di atur Lee Yong buat mereka.


Yaitu memancing mereka di tempat terbuka, kemudian melakukan pengepungan mengandalkan jumlah banyak menghabisi mereka.


Sui San tiba-tiba berkata dan berbisik-bisik dengan Ketiga temannya, lalu mereka berempat bubar mengawasi kesiapan Pasukan mereka.


Tak lama kemudian mereka ber4 memimpin seluruh kekuatan pasukan mereka yang mencapai 200.000 orang .


Bergerak keluar dari persembunyian mereka di balik batu gunung, mereka semua bergerak menghampiri Pasukan Goguryeo di malam hari yang gelap gulita.


Mereka ingin melakukan serangan kejutan buat Pasukan Goguryeo, mereka keluar dari mulut lembah mendekati Pasukan Goguryeo yang terlihat sedang beristirahat di perkemahan yang mereka buat.


Tapi saat mereka menyerang perkemahan tersebut ternyata perkemahan itu kosong.


Sui San dan ke tiga temannya langsung berteriak,


"Gawat..kita masuk jebakan..!!"


Benar saja baru mereka selesai berkata,


Terdengar suara sorak Sorai Pasukan Goguryeo yang telah mengepung seluruh tempat itu.


Pasukan Naga Hitam mengamuk seperti seekor Naga Sakti di kepung oleh serombongan ular yang berjumlah sangat banyak.


Pada pergerakan awal terlihat benar perbedaan kualitas Pasukan kedua belah pihak.


Pasukan Naga Hitam terus bergerak berusaha menerobos kepungan dengan melakukan pembantaian.


Mayat Pasukan Goguryeo bertumpuk-tumpuk di mana-mana.


Tapi di bawah perintah Panglima Lee Yong, pengepungan Pasukan perisai mereka yang terdiri dari 3 lapis.


Tidak terlihat kendor sama sekali malah semakin lama semakin rapat.


Mereka terlihat tidak terpengaruh oleh tumpukan mayat-mayat teman-teman mereka yang berada disekitarnya.


Semua ini adalah karena teriakan Lee Yong ,


"Wahai seluruh pasukan ku, hari ini kita tidak punya jalan mundur lagi..!!"

__ADS_1


"Pilihan nya cuma satu hancurkan mereka semua, atau kita akan di bunuh oleh mereka dan di kenang sebagai pengecut yang meninggalkan Medan laga...!"


"Apakah kalian mau memilih mati sebagai pengecut atau mati sebagai pahlawan di Medan laga..? inilah saatnya bagi kalian menunjukkan siapa kalian sebenarnya..!"


"Kita semua adalah putra kerajaan Goguryeo yang gagah perkasa..!!"


"Serang...serang...!! habisi mereka...!!"


Teriakkan Panglima Lee Yong ini benar-benar memacu semangat setiap Pasukan Goguryeo untuk maju menyerang seperti tentara kesurupan yang tidak takut mati.


Apalagi putri Kim soo yang cantik dan kaisar Kim Douk yang gagah dan berwibawa juga berteriak mendukung Panglima Lee Yong.


Mereka juga menyerukan,


"Maju...maju...serang...serang...demi kejayaan Goguryeo...!!"


Teriakkan mereka berdua semakin menambah semangat yang berkobar-kobar bagi Pasukan Goguryeo.


Menjelang subuh Pasukan Naga Hitam mulai terlihat kelelahan dan mulai terlihat banyak yang terluka.


Meski belum ada korban jiwa tapi dapat di prediksi sebentar lagi , korban jiwa akan mulai berjatuhan.


Mereka masih bisa terus bertahan dan membantai, semua hanya berkat kerjasama apik formasi bersepuluh.


Sehingga bisa saling melindungi dan menyerang secara bersamaan.


Tapi sehebat-hebatnya mereka, mereka tetap Manusia biasa yang pasti akan mengalami kelelahan suatu saat nanti.


Bila waktu itu tiba sebaik apapun formasi dan ilmu silat mereka, bila stamina sudah habis, maka mereka hanya bisa pasrah menanti pembantaian.


Benar saja sesuai prediksi Panglima Lee Yong, meski di pihaknya kehilangan hampir setengah dari kekuatan mereka.


Tapi di pihak Pasukan Naga Hitam, perlahan-lahan korban mulai berjatuhan, cuaca matahari yang terik mempercepat menguras stamina mereka yang hampir redup.


Di saat keadaan sedang kritis Chin Yang Chin Hao Paman Hao yang biasanya terlihat lebih lemah dari Sui San.


Kini mereka menunjukkan taringnya, mereka mengamuk seperti tiga ekor banteng ganas membuka jalan darah.


Sedangkan Sui San memimpin Pasukan Naga Hitam yang tersisa mengikuti dari belakang mereka menerobos kepungan Pasukan Goguryeo yang berlapis-lapis.


Tapi berkat kesaktian Ketiga orang itu yang sangat mengerikan akhirnya kepungan pecah terbelah menjadi dua.


Mereka bertiga kemudian menahan dan membantu Sui San meloloskan seluruh pasukan naga hitam yang tersisa.

__ADS_1


Pasukan Naga Hitam akhirnya berhasil kembali memasuki lembah batu gunung alami.


Di susul oleh mereka berempat yang masuk paling terakhir.


__ADS_2