LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM

LEGENDA PENDEKAR SULING HITAM
MENGUNJUNGI KAMP MILITER 2


__ADS_3

Yi Yi tanpa sadar menitikkan air mata, dia jadi teringat dengan Bun Houw, seandainya yang menemani Thian San adalah Bun Houw.


Alangkah bahagianya kehidupan keluarga seperti itu, tapi sayang nya, semua hanya mimpi angan-angan dan khayalan yang tidak mungkin pernah bisa terwujud.


Si Topeng Besi melirik sekilas kearah Yi Yi, dia seperti memahami jalan pikiran Yi Yi, dia hanya menghela nafas ringan, tidak berkata apa-apa.


Dan terus melanjutkan perjalanan nya dengan santai.


Saat melewati serombongan pengemis yang duduk di pinggir jalan sedang bersantai, Si Topeng Besi melemparkan sepucuk surat kepada mereka.


Tanpa banyak bicara, kelompok itu langsung membubarkan diri, dan pergi dari tempat tersebut.


Yi Yi larut dalam pikirannya sendiri, terlihat termenung menjalankan kudanya mengiringi kuda Si Topeng Besi.


Sedangkan Si Topeng Besi, menjalankan kudanya sambil menunjuk kesana dan kemari menjelaskan kepada Thian San apapun yang membangkitkan rasa ingin tahu Thian San.


Akhirnya rombongan kecil itu tiba di kamp militer milik Jendral Hei.


Jendral Hei membawa mereka berkeliling melihat-lihat.


Si Topeng Besi tiba-tiba menghentikan kudanya, dia turun dar kudanya.


lalu menggendong Thian San dan menyerahkan nya kepada Yi Yi dan berkata,


"Tolong bantu jaga sebentar.."


Yi Yi mengangguk tanpa sadar dan menuruti permintaan Si Topeng Besi, sesaat kemudian dia baru sadar wajahnya langsung merah.


Yi Yi merasa malu dengan sikapnya barusan yang seolah-olah, dia adalah istri dari si Topeng Besi dan Thian San adalah anak mereka berdua.


Yi Yi diam-diam mengutuki dirinya sendiri yang tidak tahu diri, membayangkan yang tidak-tidak.


Si Topeng Besi hanya tersenyum penuh pengertian menanggapi sikap Yi Yi.


Si Topeng Besi berjalan menghampiri rombongan pasukan perisai yang sedang berlatih.


Panglima Sie dan beberapa Jendral nya, ikut berjalan di belakang. Si Topeng Besi.


Mereka merasa heran dengan apa yang akan di lakukan oleh Si Topeng Besi.


"Jendral Hei, tolong minta mereka membentuk barisan pasukan perisai, dan bertahan sekuat tenaga."


ucap Si Topeng Besi kepada Jendral Hei.


Jendral Hei mengangguk dan berteriak,


"Bentuk barisan...! pertahanan...!"


Semua pasukan Jendral Hei berbaris rapi, mengangkat perisai membentuk pertahanan.

__ADS_1


Si Topeng besi berlari menerjang dan menerobos barisan pertahanan tersebut, yang mengakibatkan Pasukan pertahanan tersibak kekiri dan ke kanan bertunangan dan cerai berai tidak karuan.


Si Topeng Besi menggelengkan kepalanya, mengambil sebuah perisai dan menunjukkan kepada Jendral Hei, sambil berkata.


"Perisai ini terlalu lemah, perlu di modifikasi sedikit, tolong bagian bawahnya di buat agak panjang dan lancip ditengahnya."


"Di bagian sini buat sebuah lubang yang bisa di buka tutup, dengan di geser kebawah."


"Cara Pasukan mu melakukan blok serangan juga salah, perhatikan lah baik-baik, mereka seharusnya bersikap seperti ini saat menahan serangan."


ucap Si Topeng Besi sambil memberi contoh.


Kemudian dia berjalan menghampiri Pasukan Tombak, memperhatikan tombak mereka dan dia kembali berkata,


"Tombak ini terlalu standar, lebih baik buat lebih panjang setengah meter lagi dan lengkapi mata tombak dengan pengait."


Setelah memberikan beberapa petunjuk dan contoh, Si Topeng Besi kemudian kembali kearah Yi Yi.


Lalu dia menggendong Thian San dan naik duduk diatas punggung kuda, bersama Thian San.


Si Topeng Besi melanjutkan inspeksinya, sambil berkeliling dia berkata dengan serius,


"Panglima Sie sebelum beberapa kekurangan itu diperbaiki, sebaiknya lupakan soal penyerangan."


"Itu hanya akan membuat pasukan mu pergi mengantar nyawa, yang kita hadapi bukan Pasukan biasa."


"Mereka adalah pasukan Rajawali Merah yang terlatih dan memiliki kemampuan beladiri, diatas rata-rata."


Mereka kemudian melanjutkan inspeksi ke kamp militer Pasukan jendral Bai.


Di sini Si Topeng Besi memberikan usulan agar Pasukan Jendral Bai dilengkapi dengan helm baja untuk pelindung kepala.


Dan memberikan sebuah sketsa untuk membuat busur yang bisa menembakkan 5 sampai 10 anak panah, dalam waktu singkat.


Kemudian baru melanjutkan inspeksi ke kamp militer Jendral Huang, karena Pasukan Jendral Huang adalah pasukan air.


Si Topeng Besi mengusulkan agar Pasukan tersebut menggunakan baju perisai e terbuat dari karet, bercampur anyaman bambu.


"Panglima Sie sambil menunggu Jendral Hei, Bai dan Huang memperbaiki perlengkapan Pasukannya."


"Aku akan menurunkan beberapa jurus serangan dan pertahanan kepada seluruh pasukan mu dalam beberapa waktu ini."


Panglima Sie memberi hormat kearah Si Topeng Besi dan berkata,


"Terimakasih Tuan Pendekar Budi baik anda ini, seumur hidup aku dan seluruh pasukan ku tidak akan pernah bisa melupakannya."


Si Topeng Besi menanggapi nya dengan tersenyum dan melambaikan tangannya.


Lalu dia menghampiri Yi Yi dan Thian San.

__ADS_1


Si Topeng Besi membelai kepala Thian San dan berkata,


"San er kakak ada sedikit urusan, di sini mulai panas."


"Kamu ikut ibu mu pulang dulu, nanti sore kakak baru akan kembali menemui mu untuk main bersama."


Thian San mengangguk patuh dan berkata,


"Baiklah kakak tampan, San er akan menunggu kakak di rumah.."


Yi Yi tersenyum lembut dan berkata,


"Terimakasih banyak tuan Pendekar.."


Si Topeng Besi mengangguk dan berkata,


"Sama-sama, hati-hati di jalan.."


Lalu Thian San melambaikan tangannya kearah Si Topeng Besi saat ibunya dan dia mulai pergi meninggalkan kamp militer.


Setelah melepas kepergian kedua orang yang sangat penting dalam hidupnya, Si Topeng Besi terus menatap sampai bayangan punggung Yi Yi menghilang dia baru terbang dan mendarat di atas sebuah mimbar.


Semua gerak-gerik Si Topeng Besi, tidak terlepas dari perhatian Panglima Sie dan ketiga Jendral nya.


Sambil tertawa Jendral Hei berkata,


"Selamat Panglima, akhirnya anda akan segera memiliki mantu berbakat."


"Bukan segera akan tapi sudah dipastikan mendapatkan mantu berbakat."


Timpal Jendral Huang sambil tertawa.


Panglima Sie tertawa senang sambil menepuk pundak kedua bawahan nya, dan berkata,


"Kalian berdua bisa saja,, tapi semua masih tergantung putri ku yang buta itu."


Ketiga Jendral tersenyum masam menanggapi ucapan Panglima Sie yang di tujukan pada Yi Yi.


Si Topeng Besi sendiri setelah berada di atas mimbar, dia mengerahkan Chi nya dan berkata,


"Teman-teman saudara sekalian, hari ini aku akan mengajarkan beberapa jurus kepada kalian."


"Jurus-jurus ini bila kalian latih dengan baik, akan sangat berguna bagi kalian di Medan perang nanti."


"Kalian harus memperhatikan dan melatihnya dengan sebaik mungkin, agar dalam setiap pertempuran kalian bisa kembali pulang dengan selamat."


Ucapan Si Topeng Besi hanya di tanggapi dingin oleh kumpulan Pasukan yang tidak yakin dengan kemampuan nya.


Si Topeng Besi menyadari hal ini, sehingga dia berkata,

__ADS_1


"Bila di antara kalian ingin maju mencoba jurus yang akan ku ajarkan silahkan saja."


.


__ADS_2